Artikel

Ujian Tesis Magister Sastra USD Soroti Identitas, Spiritualitas, dan Ideologi

30-07-2026

Program Studi Sastra Program Magister, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma (USD) menyelenggarakan ujian tesis bagi tiga mahasiswa pada 30–31 Juli 2026 di Ruang S403, Lantai 4, Gedung Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma. Ketiga mahasiswa yang mempertahankan tesis adalah Catherine Monica, Yusuf Arimatea Neno, dan Nurahmi Putri. Ketiganya merupakan mahasiswa angkatan 2024 yang berhasil menyelesaikan studi dalam waktu empat semester atau dua tahun, sesuai dengan masa tempuh yang dirancang dalam kurikulum Program Studi Sastra Program Magister USD. Ketiga tesis menghadirkan persoalan yang berbeda tetapi sama-sama relevan dengan perkembangan kajian sastra kontemporer, mulai dari spiritualitas lokal dan perempuan, penerjemahan dan ideologi, hingga pergulatan identitas Kartini. Ujian menghadirkan Prof. Novita Dewi, M.A. (Hons), Ph.D., Sri Mulyani, Ph.D., dan Dr. Elisa Dwi Wardani, M.Hum. sebagai penguji.



Catherine Monica, di bawah bimbingan Dr. Gabriel Fajar Sasmita Aji, M.Hum., mempertahankan tesis berjudul Revitalisasi Spiritualitas Lokal melalui Tokoh Perempuan dalam Song of Lawino dan Ronggeng Dukuh Paruk. Penelitian ini mempertemukan Song of Lawino karya Okot p’Bitek dan Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari melalui tokoh Lawino dan Srintil. Melalui pendekatan sastra komparatif, intertekstualitas, dan perspektif poskolonial, Catherine menunjukkan bahwa Lawino dan Srintil tidak semata-mata hadir sebagai korban kolonialisme dan patriarki, tetapi sebagai subjek budaya yang mempertahankan spiritualitas lokal, menegosiasikan identitas, dan menghidupkan kembali nilai-nilai komunitas. Revitalisasi spiritualitas lokal dipahami sebagai bentuk resistensi budaya sekaligus negosiasi identitas perempuan dalam masyarakat pascakolonial.



Sementara itu, Yusuf Arimatea Neno, yang dibimbing Th. Enny Anggraini, Ph.D., mempertahankan tesis berjudul Deforming Tendencies and Shifts of Ideology: A Case Study on the Indonesian Translation of Judy Blume’s Are You There, God? It’s Me, Margaret. Penelitian ini mengkaji penerjemahan bukan sekadar sebagai proses pemindahan bahasa, melainkan sebagai ruang negosiasi yang dipengaruhi oleh nilai budaya, agama, dan ideologi. Dengan menggunakan konsep deforming tendencies Antoine Berman dan pemikiran André Lefevere mengenai penerjemahan sebagai rewriting, Yusuf menemukan bahwa sejumlah perubahan dalam teks terjemahan, terutama pada ungkapan keagamaan dan emosional, memperlihatkan proses negosiasi dengan konteks sosial, budaya, dan religius Indonesia. Penelitian ini menegaskan bahwa penerjemahan tidak pernah sepenuhnya netral karena pilihan-pilihan linguistik dapat membentuk kembali suara tokoh, nada naratif, dan kompleksitas ideologis sebuah karya.



Nurahmi Putri, di bawah bimbingan Dr. Tatang Iskarna, M.Hum., mempertahankan tesis berjudul Pergulatan Identitas Kartini: Perspektif Psikoanalisis Lacanian dan Postkolonial Fanonian pada Biografi Panggil Aku Kartini Saja Karya Pramoedya Ananta Toer. Penelitian ini membaca Kartini bukan semata-mata sebagai ikon emansipasi, tetapi sebagai subjek perempuan yang terbentuk dalam pergulatan berbagai struktur sosial dan kolonial. Dengan mempertemukan psikoanalisis Jacques Lacan dan pemikiran poskolonial Frantz Fanon, Putri menawarkan konsep “split colonial female subject”, yakni subjek perempuan kolonial yang terbelah. Salah satu temuan penting penelitian tersebut adalah bahwa keterpecahan identitas Kartini tidak semata-mata menjadi kelemahan, tetapi justru menjadi sumber bagi tumbuhnya kesadaran kritis dan emansipatoris.



Kehadiran Prof. Novita Dewi, M.A. (Hons), Ph.D. dan Dr. Elisa Dwi Wardani, M.Hum. sebagai penguji memperkaya proses akademik melalui pertanyaan, kritik, dan masukan terhadap landasan teori, metodologi, argumentasi, serta kontribusi ketiga penelitian. Ujian tesis menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempertanggungjawabkan hasil penelitian sekaligus mempertajam kontribusi akademiknya.

Kelulusan ketiga mahasiswa tersebut juga menjadi capaian penting bagi Program Studi Sastra Program Magister. Dekan Fakultas Sastra yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Program Studi Sastra Program Magister USD, Dr. Tatang Iskarna menyampaikan bahwa angkatan 2024 berjumlah lima mahasiswa, dan tiga di antaranya telah berhasil menyelesaikan studi dalam empat semester.

“Catherine, Yusuf, dan Putri merupakan mahasiswa angkatan 2024 yang berhasil menyelesaikan studi tepat waktu sesuai masa tempuh kurikulum, yaitu empat semester atau dua tahun. Dari lima mahasiswa angkatan 2024, tiga telah lulus tepat waktu. Dengan demikian, target program studi agar sekurang-kurangnya 50 persen mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu telah terpenuhi,” ujar Tatang.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa penyelesaian tesis tidak hanya menjadi keberhasilan individual mahasiswa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Program Studi Sastra Program Magister USD untuk meningkatkan mutu proses pendidikan dan keberhasilan studi mahasiswa. Dengan tiga dari lima mahasiswa atau 60 persen angkatan 2024 telah lulus dalam empat semester, capaian kelulusan tepat waktu bahkan melampaui target 50 persen yang ditetapkan program studi.

Melalui ketiga penelitian tersebut, Program Studi Sastra Program Magister USD juga memperlihatkan keluasan kajian yang dikembangkan. Sastra tidak hanya ditempatkan sebagai teks untuk dianalisis, tetapi sebagai ruang untuk memahami secara kritis persoalan identitas, gender, kolonialisme, spiritualitas, penerjemahan, ideologi, agama, dan kebudayaan. Kelulusan tepat waktu yang disertai keragaman dan kedalaman penelitian ini menjadi bagian dari komitmen program studi untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik, sikap kritis, dan kepekaan terhadap persoalan sosial, budaya, dan kemanusiaan. (Tti-Don)

 kembali
Arsip