Artikel

Lima Mahasiswa Magister Sastra 2024 Seminarkan Proposal Tesis

08-01-2026

Mahasiswa angkatan 2024 Program Studi Magister Sastra Universitas Sanata Dharma telah melaksanakan Seminar Proposal Tesis pada Kamis, 12 Desember 2025. Kegiatan akademik ini menjadi tahap penting dalam proses penelitian tesis sekaligus penanda kesiapan mahasiswa memasuki fase penulisan tesis secara penuh.

Seminar proposal diikuti oleh lima mahasiswa dengan beragam topik penelitian yang merepresentasikan spektrum kajian sastra kontemporer, mulai dari sastra dan kekerasan negara, ingatan kolektif dan trauma, spiritualitas lokal dan ekofeminisme, poskolonialisme, psikoanalisis, hingga kajian penerjemahan dan ideologi. Setiap mahasiswa mempresentasikan latar belakang, rumusan masalah, kerangka teoretis, serta desain metodologi penelitian di hadapan tim penguji.

Dalam Seminar Proposal Tesis tersebut, mahasiswa Magister Sastra angkatan 2024 mengangkat beragam tema yang dekat dengan persoalan kehidupan, sejarah, dan pencarian makna manusia. Nurrahmi Putri membahas pergulatan batin dan identitas Kartini dalam buku Panggil Aku Kartini Saja karya Pramoedya Ananta Toer, dengan menyoroti tekanan budaya dan warisan kolonial yang membentuk sosok Kartini.

Catherine Monica mengkaji bagaimana tokoh perempuan dalam Song of Lawino karya Okot p’Bitek dan Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari berperan menghidupkan kembali nilai-nilai spiritual dan tradisi lokal di tengah perubahan zaman. Sementara itu, Yusuf Arimatea Neno menelusuri perubahan makna dan ideologi dalam terjemahan Indonesia novel Are You There, God? It’s Me, Margaret karya Judy Blume, khususnya pada tema agama dan masa remaja.

Kajian tentang pencarian spiritual generasi muda diangkat oleh Celine, yang meneliti praktik Primbon Jawa dan Tarot sebagai bentuk spiritualitas alternatif di kalangan Generasi Z Yogyakarta. Adapun H. Adol BPAbul menyoroti isu kekerasan negara dan perlawanan masyarakat sipil melalui pembacaan tiga novel Leila S. Chudori, yakni Pulang, Laut Bercerita, dan Namaku Alam, yang merekam pengalaman luka sejarah dan perjuangan warga biasa menghadapi kekuasaan.



Dalam seminar tersebut, para mahasiswa juga telah ditetapkan dosen pembimbing tesis, yang akan mendampingi proses penelitian hingga tahap penulisan akhir. Melalui diskusi kritis dan masukan akademik dari para dosen, proposal penelitian disempurnakan agar memiliki ketajaman masalah, kontribusi teoretis, serta relevansi metodologis yang kuat.

Ketua Program Studi Magister Sastra, Dr. Tatang Iskarna menyampaikan bahwa seminar proposal ini merupakan bagian dari komitmen program studi dalam menjaga kualitas akademik dan kultur riset kritis di tingkat magister. “Tahap ini memastikan bahwa tesis yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan kajian sastra, budaya, dan humaniora,” ujarnya.

Selanjutnya, pada semester genap tahun akademik 2025/2026, para mahasiswa akan memfokuskan diri pada pengumpulan data, analisis, dan penulisan tesis. Program studi menargetkan mahasiswa angkatan 2024 dapat menyelesaikan studi dan lulus pada Juli 2026, sesuai dengan peta studi yang telah dirancang.

Melalui seminar proposal ini, Program Studi Magister Sastra menegaskan perannya sebagai ruang akademik yang mendorong penelitian sastra yang kritis, kontekstual, dan relevan dengan persoalan sosial-budaya kontemporer, baik dalam skala lokal maupun global (Dn-Tti)

 kembali
Arsip