Artikel
Meneguhkan Jejaring Humaniora Asia Tenggara: USD dan UNTL akan Perluas Kerja Sama dari Kuliah Umum hingga Riset
SLEMAN — Upaya memperkuat jejaring akademik dan kolaborasi humaniora lintas negara kembali diteguhkan melalui pertemuan antara delegasi Universidade Nacional Timor Lorosa'e (UNTL) dan pimpinan Universitas Sanata Dharma (USD), Jumat (22/5/2026). Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis untuk mengembangkan implementasi kerja sama internasional yang sebelumnya telah diformalkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada 26 Oktober 2022. Delegasi UNTL yang hadir yakni Nuno da Silva Gomes, Ph.D., dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Tetun, Fakultas Pendidikan dan Humaniora UNTL, serta Prof. Vicente Paulino, Ph.D., Visiting Professor UNTL. Keduanya didampingi oleh Ketua Program Studi Magister Sastra USD, Dr. Tatang Iskarna, dalam kunjungan resmi ke Wakil Rektor IV USD, Tutyandari, Ph.D.
Dalam suasana dialog yang hangat dan produktif, pertemuan tersebut membahas berbagai kemungkinan pengembangan kerja sama akademik yang lebih luas dan berkelanjutan. Kerja sama yang selama ini diwujudkan melalui Implementation Arrangement (IA) telah dimulai pada 5 Desember 2025 melalui kuliah umum bertema sastra digital yang dibawakan oleh Dr. Tatang Iskarna di UNTL. Implementasi kerja sama berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026, melalui kegiatan Kuliah Umum dan Open House Program Studi Magister Sastra USD bertajuk “Membaca Identitas, Merancang Masa Depan: Sastra dan Budaya Timor Leste dalam Perspektif Pascakolonial.” Dalam kegiatan tersebut, Nuno da Silva Gomes, Ph.D. dan Prof. Vicente Paulino, Ph.D. akan hadir sebagai pembicara utama untuk membahas dinamika sastra, identitas, dan budaya Timor Leste dalam konteks pascakolonialisme kontemporer.
Tidak berhenti pada pertukaran akademik berbentuk kuliah umum, kedua institusi juga mulai menjajaki kolaborasi yang lebih substantif, mulai dari penelitian bersama, publikasi jurnal internasional, penerbitan buku kolaboratif, hingga penyelenggaraan konferensi akademik lintas negara. Dalam diskusi tersebut, pihak UNTL menyampaikan harapan agar dosen-dosen Magister Sastra USD dapat terlibat sebagai pembicara dalam konferensi tahunan yang rutin diselenggarakan di Timor Leste.
Prof. Vicente Paulino juga mengungkapkan ketertarikannya untuk mengembangkan penelitian berbasis library research di USD dengan memanfaatkan fasilitas perpustakaan universitas. Rencana tersebut membuka peluang bagi dosen-dosen UNTL untuk melakukan riset akademik intensif di lingkungan USD selama kurang lebih satu bulan sebagai bagian dari penguatan jejaring penelitian internasional.
Wakil Rektor IV USD, Tutyandari, Ph.D., menyambut positif arah pengembangan kerja sama tersebut. Dalam pertemuan itu, ia juga menyinggung peluang penguatan hubungan akademik melalui program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) yang diberikan Pemerintah Indonesia. Program tersebut dinilai dapat membuka kesempatan lebih luas bagi mahasiswa Timor Leste untuk melanjutkan studi di Indonesia, termasuk di Universitas Sanata Dharma.
Setelah pertemuan dengan pimpinan universitas, delegasi UNTL juga berdiskusi dengan sejumlah dosen Magister Sastra USD, antara lain Prof. Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum., Prof. Novita Dewi, M.S., M.A. (Hons), Ph.D., dan Dr. G. Fajar Sasmita Aji, M.Hum. Pertemuan tersebut membahas peluang riset kolaboratif serta kemungkinan pengembangan skema penelitian bersama yang melibatkan pendanaan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) antara Indonesia dan Timor Leste.
Pertemuan ini menunjukkan bahwa kerja sama antaruniversitas tidak lagi berhenti pada seremoni penandatanganan dokumen, melainkan bergerak menuju kolaborasi akademik yang konkret, transformatif, dan berorientasi pada produksi pengetahuan bersama di kawasan Asia Tenggara. Di tengah tantangan global dan transformasi digital, kolaborasi humaniora lintas negara seperti ini menjadi ruang penting untuk membangun pemahaman budaya, memperkuat solidaritas intelektual, dan merancang masa depan kawasan melalui sastra, riset, dan pendidikan (Tti).
- Magister Sastra USD Gencarkan Promosi PMB 2026 melalui Kuliah Umum Internasional bersama Akademisi Timor-Leste
- Meneguhkan Jejaring Humaniora Asia Tenggara: USD dan UNTL akan Perluas Kerja Sama dari Kuliah Umum hingga Riset
- Magister Sastra USD Lakukan Pengabdian di UKI dalam Kuliah Umum Sastra Digital
- Kuliah Umum Magister Sastra USD “Sastra, Buat Apa?”: Refleksi Peran Sastra dalam Kehidupan Kontemporer
- “AI dalam Sastra: Dari Analisis Teks hingga Kreasi Puisi Digital”: Literasi Publik dan PkM Magister Sastra USD di UGTV Universitas Gunadarma
- Sastra sebagai Kompas Etika Kebijakan Lingkungan: Seri Gagasan Mahasiswa Magister Sastra USD dari Kelas “Sastra dan Kebijakan Publik”
- Sastra, Gender, dan Kebijakan Publik: Gagasan Mahasiswa Magister Sastra USD tentang Keadilan Gender melalui Sastra
- Ketika Alam Berbicara lewat Sastra: Seri Gagasan Mahasiswa Magister Sastra USD dari Kelas “Sastra dan Kebijakan Publik”
- Sastra, Ruang Publik, dan Demokrasi: Seri Gagasan Mahasiswa Magister Sastra USD dari Kelas “Sastra dan Kebijakan Publik”
- Lima Mahasiswa Magister Sastra 2024 Seminarkan Proposal Tesis
- Magister Sastra Adakan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional Melalui Literasi Sastra Digital
- Lima Mahasiswa Magister Sastra USD Presentasikan Makalahnya di Panggung Ilmiah “The 13th Literary Studies Conference And The 6th Asle-Asean”
- Mahasiswa Magister Sastra USD Berkiprah di Seminar Nasional HISKI
- Wisuda Periode September 2025: Magister Sastra “Pecah Telor” Luluskan Enam Mahasiswanya
- Prof. Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum. Guru Besar Baru Magister Sastra
- Ujian Tesis Magister Sastra: Dari Perlawanan Politik hingga Spiritualitas Nusantara
- Magister Sastra Adakan PkM Penyuluhan Ekologi Integral di Kelompok Bible Study “Family Blessing” Bantul
- Kuliah Umum dan Open House Magister Sastra USD: Membongkar Ideologi dalam Sastra Anak
- Magister Sastra Gelar Lokakarya Penyusunan Kurikulum 2025 sekaligus Kuliah Umum bersama Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) Sinema
- Dua Lulusan Pertama Magister Sastra Angkat Persoalan Sosial terkait Kekerasan: Vanny dan Kadek
