Artikel

Kuliah Umum dan Open House Magister Sastra USD: Membongkar Ideologi dalam Sastra Anak

12-06-2025

Yogyakarta, 11 Juni 2025 — Program Studi Magister Sastra, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Sastra Anak dan Berbagai Ideologi di Dalamnya” pada Rabu, 11 Juni 2025. Kuliah ini menghadirkan narasumber pakar sastra anak, Theresia Enny Anggraini, Ph.D., dosen tetap pada Program Studi Magister Sastra, Universitas Sanata Dharma yang juga merupakan peneliti pascadoktoral dan fellow di International Youth Library, Munich.
 
Kuliah umum ini dimoderatori oleh Herto, mahasiswa semester dua Program Magister Sastra, dan dihadiri sekitar 75 peserta dari UKI, TKK Siswa Rini Jember, FIB Unmul, alumni USD, BPK Penabur, dan UNJ yang berasal dari berbagai program studi yang tertarik pada kajian sastra anak, ideologi, dan pendidikan literasi kritis.
 


Dalam pemaparannya, Dr. Enny menekankan bahwa literature for children and young adults (LCYA) tidak pernah bersifat netral. “Sastra anak selalu memuat ideologi, baik secara tersurat maupun tersirat,” ujarnya. Melalui pendekatan reading between the lines, peserta diajak untuk menggali nilai-nilai, sistem kepercayaan, dan wacana kekuasaan yang tersimpan dalam narasi sastra anak.
Beberapa ideologi yang umum ditemukan dalam sastra anak antara lain berkaitan dengan gender, ras dan etnis, kelas sosial, konsumerisme, hingga relasi manusia dengan lingkungan. Melalui sejumlah studi kasus, Dr. Enny menunjukkan bagaimana buku-buku anak bisa mencerminkan—atau bahkan mempertanyakan—norma sosial, stereotip budaya, dan ketimpangan struktur sosial. “Sastra anak berperan sebagai cermin, jendela, pintu geser, sekaligus cetakan nilai untuk pembacanya,” tegasnya sambil mengutip teori Mirrors, Windows, and Sliding Glass Doors dari Rudine Sims Bishop.
 
Selain teori Bishop, Dr. Enny juga merujuk pada karya-karya Paul Hollindale (Ideology and the Children's Book), John Stephens (Language and Ideology in Children’s Fiction), dan Perry Nodelman (The Hidden Adult) sebagai landasan penting dalam studi ideologi dalam sastra anak.

Kuliah umum ini tidak hanya memperkaya wawasan peserta tentang dunia sastra anak, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kritis dalam memilih dan mengkaji bahan bacaan bagi anak-anak di era informasi dan ideologi yang semakin kompleks.
 
Kuliah umum ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Sastra USD, Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum., yang menegaskan pentingnya sastra anak dalam pembentukan karakter generasi muda. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa sastra anak bukan sekadar hiburan, melainkan memiliki fungsi strategis dalam pembangunan bangsa.“Sastra anak merupakan bentuk sastra yang sangat penting bagi pembentukan karakter anak-anak serta masa depan bangsa Indonesia. Sastra anak adalah bentuk sastra yang diciptakan untuk kepentingan anak-anak dengan mempertimbangkan tahapan perkembangan kognitif, emosional, dan sosial mereka. Bukan hanya sebagai sarana hiburan, tapi merupakan jendela bagi generasi muda sebagai sarana pembentukan karakter, pemicu imajinasi, dan pilar literasi yang membentuk masa depan sebuah bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Yapi menjelaskan bahwa kegiatan kuliah umum ini merupakan bagian dari open house universitas, yang bertujuan membuka atmosfer akademik kampus kepada masyarakat luas. Ia menekankan pentingnya forum seperti ini sebagai ruang refleksi dan diskusi bersama atas berbagai tantangan yang dihadapi dunia sastra anak di Indonesia. “Saya berharap kuliah umum ini dapat menjadi sebuah forum untuk mengurai benang kusut tantangan sastra anak di Indonesia dan bagaimana menemukan solusi konstruktif bagi bidang tersebut,” imbuhnya. Dengan mengangkat tema ideologi dalam sastra anak, kuliah umum ini diharapkan mampu mendorong kesadaran kritis masyarakat dan akademisi terhadap narasi-narasi yang membentuk cara pandang anak-anak sebagai pembaca masa depan.
 
Sebagai bagian dari acara, Ketua Program Studi Magister Sastra, Dr. Tatang Iskarna, turut memperkenalkan profil dan keunggulan program studi yang baru saja meraih akreditasi "Baik" dari BAN-PT (SK No. 6167/SK/BAN-PT/Ak.P/M/IV/2025). Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa Magister Sastra USD dirancang untuk menjawab tantangan zaman melalui pendekatan kritis, kreatif, dan humanis. “Kami menawarkan empat peminatan unik—Sastra Umum, Sastra Lisan, Sastra Digital, dan Sastra Alih Wahana—yang memberi ruang bagi mahasiswa untuk meneliti, mencipta, dan mengelola kebijakan di bidang sastra,” jelas Dr. Tatang.
 
Program ini juga mengintegrasikan pengajaran teori-teori kritis sastra, cultural studies, penciptaan karya sastra inovatif, hingga pengelolaan kebijakan publik terkait sastra. Dengan kurikulum berbasis kompetensi dan misi pengabdian masyarakat, lulusan diharapkan mampu menjadi peneliti, pengajar, penulis, kritikus sastra, manajer organisasi seni/sastra, hingga supervisor kebijakan kesastraan.

Kegiatan kuliah umum dan open house ini mencerminkan komitmen Fakultas Sastra USD untuk tidak hanya memperkuat basis akademik, tetapi juga menciptakan jembatan antara dunia kampus dan kebutuhan masyarakat luas, khususnya dalam bidang literasi anak dan pendidikan sastra berbasis ideologi (Tti)

 kembali
Arsip