Artikel
Magister Sastra Gelar Lokakarya Penyusunan Kurikulum 2025 sekaligus Kuliah Umum bersama Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) Sinema
17-02-2025

“Ilmu Sastra berperan besar dalam industri sinema terutama bidang penulisan skenario karena dalam Sastra teknik-teknik pengembangan narasi sudah terbiasa dipelajari, dilakukan, dan dianalisis, seperti penciptaan ide cerita (premis), sinopsis, skenario tanpa dialog (treatment), penulisan skenario, penokohan, dan pengembangan dialog”, demikian dinyatakan oleh A. Ariobimo Nusantara, seorang penulis skenario profesional yang telah menghasilkan banyak karya seperti Bajaj Bajuri (Series, Trans TV), Kecil-kecil Jadi Manten (Series, RCTI), Suami-suami Takut Istri (Series, Trans TV) dalam acara Kuliah Umum sekaligus Lokakarya Penyusunan Kurikulum Magister Sastra 2025 bersama Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) di Gedung Fakultas Sastra, Ruang S303, Jl. STM Pembangunan, Mrican, CT, Depok, Sleman, DIY Sabtu, 15/2/2025. “Dengan demikian potensi kolaborasi ilmu sastra dan dunia industri sinema memiliki peluang besar. Teori-teori dasar sastra tetap digunakan dalam penciptaan karya sinema, seperti struktur cerita klasik, pengembangan penokohan yang multidimensional, dan kualitas dialog”, sambung Mas Bimo yang merupakan alumni Arkeologi UGM dan juga memiliki karya sebagai editor Gramedia ini.

Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa ilmu sastra memiliki kelebihan dari sisi kebebasan ekspresi dan tanpa batas ruang dan waktu dalam penciptaan yang jauh dari kepentingan industri dan pasar sehingga dapat diekplorasi gagasan-gagasan kreatif dan inovatif. Kelemahan sastra dari sisi bahasa visual dapat ditutup oleh ilmu sinema yang mampu menampilkan emosi, suasana, dan tema melalui elemen visual yang dibantuk oleh pencahayaan, framing, warna, efek suara, atau musik. “Maka ilmu alih wahana dibutuhkan juga, dalam arti mengubah deskripsi panjang menjadi adegan visual yang efisien serta menyesuaikan tempo cerita dengan durasi film”, sambungnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa ilmu sastra memiliki kelebihan dari sisi kebebasan ekspresi dan tanpa batas ruang dan waktu dalam penciptaan yang jauh dari kepentingan industri dan pasar sehingga dapat diekplorasi gagasan-gagasan kreatif dan inovatif. Kelemahan sastra dari sisi bahasa visual dapat ditutup oleh ilmu sinema yang mampu menampilkan emosi, suasana, dan tema melalui elemen visual yang dibantuk oleh pencahayaan, framing, warna, efek suara, atau musik. “Maka ilmu alih wahana dibutuhkan juga, dalam arti mengubah deskripsi panjang menjadi adegan visual yang efisien serta menyesuaikan tempo cerita dengan durasi film”, sambungnya.

Acara kuliah umum dan lokakarya yang diikuti oleh sekitar tigapuluh peserta, baik dosen, mahasiswa S2 Sastra, dan S1 Fakultas Sasta ini dibuka oleh Dekan Fakultas Sastra Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum. Pak Yapi dalam pengantarnya menyatakan bahwa dunia elektronik dan digital, termasuk sinema saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan keseharian manusia. “Teknologi selalu melekat pada manusia sehingga definisi dan eksistensi manusia tidak bisa dipisahkan dengan teknologi, baik gadget, AI, internet, dan lain sebagainya”, ungkapnya. “Aplikasi ilmu sastra mau tidak mau juga terkait dengan teknologi digital, dalam hal ini dunia sinematik dan aplikasi film lainnya”, tegasnya. Hal yang sama dikatakan oleh Kaprodi Magister Sastra, Dr. Tatang Iskarna bahwa kerja sama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) sangat dibutuhkan dalam penyusunan kurikulum karena kurikulum memiliki satu tujuan bagaimana ilmu yang dirancang dalam kurikulum salah satunya adalah untuk memenuhi standar kualitas profesional lulusannya seperti disebutkan dalam regulasinya dalam Permendikbudristek No.53 tahun 2023. Sebelumnya Magister Sastra telah mendatangkan pihak asosiasi sarjana sastra, yaitu HISKI Pusat dan pihak Akademisi dari UKI Jakarta tahun lalu.

Kuliah Umum dimoderatori oleh Heribertus Adol Bastian Penghibur Abul (Herto) mahasiswa Magister Sastra Angkaran 2024 juga dihadiri oleh mahasiswa S1 Fakultas Sastra dan prodi lain sebagai ajang promosi dan pengenalan Program Studi yang baru dibuka tahun 2022 ini. Diskusi dan pemaparan kuliah umum yang memakan waktu dua jam lebih ini cukup hangat dengan berbagai pertanyaan dari dosen maupun mahasiwa seputar pengalaman-pengalaman unik dalam menyusun skenario, terutama terkait tarik-menarik antara kepentingan, idealisme, dan pasar. (Tti)
- Ujian Tesis Magister Sastra USD Soroti Identitas, Spiritualitas, dan Ideologi
- Program Studi Magister Sastra USD Jalani Asesmen Lapangan BAN-PT
- Magister Sastra USD Gencarkan Promosi PMB 2026 melalui Kuliah Umum Internasional bersama Akademisi Timor-Leste
- Meneguhkan Jejaring Humaniora Asia Tenggara: USD dan UNTL akan Perluas Kerja Sama dari Kuliah Umum hingga Riset
- Magister Sastra USD Lakukan Pengabdian di UKI dalam Kuliah Umum Sastra Digital
- Kuliah Umum Magister Sastra USD “Sastra, Buat Apa?”: Refleksi Peran Sastra dalam Kehidupan Kontemporer
- “AI dalam Sastra: Dari Analisis Teks hingga Kreasi Puisi Digital”: Literasi Publik dan PkM Magister Sastra USD di UGTV Universitas Gunadarma
- Sastra sebagai Kompas Etika Kebijakan Lingkungan: Seri Gagasan Mahasiswa Magister Sastra USD dari Kelas “Sastra dan Kebijakan Publik”
- Sastra, Gender, dan Kebijakan Publik: Gagasan Mahasiswa Magister Sastra USD tentang Keadilan Gender melalui Sastra
- Ketika Alam Berbicara lewat Sastra: Seri Gagasan Mahasiswa Magister Sastra USD dari Kelas “Sastra dan Kebijakan Publik”
- Sastra, Ruang Publik, dan Demokrasi: Seri Gagasan Mahasiswa Magister Sastra USD dari Kelas “Sastra dan Kebijakan Publik”
- Lima Mahasiswa Magister Sastra 2024 Seminarkan Proposal Tesis
- Magister Sastra Adakan Pengabdian kepada Masyarakat Internasional Melalui Literasi Sastra Digital
- Lima Mahasiswa Magister Sastra USD Presentasikan Makalahnya di Panggung Ilmiah “The 13th Literary Studies Conference And The 6th Asle-Asean”
- Mahasiswa Magister Sastra USD Berkiprah di Seminar Nasional HISKI
- Wisuda Periode September 2025: Magister Sastra “Pecah Telor” Luluskan Enam Mahasiswanya
- Prof. Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum. Guru Besar Baru Magister Sastra
- Ujian Tesis Magister Sastra: Dari Perlawanan Politik hingga Spiritualitas Nusantara
- Magister Sastra Adakan PkM Penyuluhan Ekologi Integral di Kelompok Bible Study “Family Blessing” Bantul
- Kuliah Umum dan Open House Magister Sastra USD: Membongkar Ideologi dalam Sastra Anak
