Artikel

Magister Sastra USD Lakukan Bench-marking ke Universitas Kristen Petra

12-12-2024

Program Studi Magister Sastra Universitas Sanata Dharma (USD) melakukan kegiatan bench-marking (studi banding) ke Program Studi Magister Sastra Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya Kamis (12/12/24). Delegasi USD yang dipimpin oleh Kaprodi Magister Sastra, Dr. Tatang Iskarna, bersama dua dosen lainnya, yaitu Dr. G. Fajar Sasmita Aji, M.Hum., dan Sri Mulyani, Ph.D. diterima oleh Dr. Liem Satya Limanto Kaprodi Magister Sastra Universitas Kristen Petra dan Tim di Gedung P Ruang 308, Kampus Siwalankerto. Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu strategis menjadi fokus diskusi, di antaranya revisi kurikulum karena regulasi baru yang tertuang dalam Permendikbudristek No.53 Tahun 2023, pengembangan kompetensi dosen, kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta pengembangan mata kuliah berbasis keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar.



Selain membahas kurikulum, agenda bench-marking juga mencakup diskusi mendalam mengenai manajemen pengelolaan program studi dan metodologi pembelajaran. Dengan pendekatan yang komprehensif, USD berharap dapat mengadopsi praktik-praktik terbaik dari UK Petra, khususnya dalam menjawab tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompleks di era modern. Magister Sastra UK Petra dipilih karena prodi ini memiliki kurikulum sastra yang terkait dengan industri kreatif dan dunia usaha. Tingkat kerja sama Magister Sastra Petra dengan pihak Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) cukup banyak. "Kegiatan ini penting bagi kami untuk menyelaraskan program pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan regulasi pemerintah. Hasil diskusi dengan tim UK Petra akan menjadi referensi strategis dalam pengembangan Prodi Magister Sastra USD," ujar Sri Mulyani Ph.D. salah satu delegasi USD dalam bincang-bincang dengan dosen-dosen Magister Sastra UK Petra.

Bench-marking ini diharapkan tidak hanya memperkuat kerja sama akademik antara USD dan UK Petra, tetapi juga menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di USD, khususnya di bidang sastra dan budaya. Menurut Tatang, bench-marking sangat penting untuk mengembangkan prodi karena kegiatan ini menjadi proses sistematis untuk membandingkan praktik, kinerja, atau standar suatu organisasi atau institusi dengan organisasi atau institusi lain yang dianggap sebagai pemimpin atau memiliki praktik terbaik di bidang tertentu. “Dalam konteks pendidikan tinggi, bench-marking melibatkan analisis dan pembelajaran dari program studi lain untuk meningkatkan kualitas, relevansi, dan daya saing program studi yang bersangkutan”, kata Tatang.
Dengan bench-marking, program studi Magister Sastra USD dapat mengidentifikasi kesenjangan dalam kurikulum ketika dibandingkan dengan institusi lain, sehingga dapat melakukan revisi untuk meningkatkan relevansi dan daya saing. Kegiatan ini juga membuka peluang kerja sama antar-institusi, baik dalam bidang akademik, penelitian, maupun pengembangan sumber daya manusia. “Proses ini memungkinkan Magister Sastra belajar tentang pengembangan kompetensi dosen dan optimalisasi sumber daya lainnya untuk mendukung pendidikan dan mengadopsi pendekatan inovatif dalam pengajaran, seperti penerapan metode pembelajaran berbasis proyek atau kolaborasi dengan industri”, tambah Tatang.

Seperti diketahui, Universitas Kristen Petra telah merancang kurikulum baru untuk program Magister Sastra yang menawarkan dua jalur utama: "By Coursework" dan "By Research." Kurikulum ini dirancang untuk menjawab kebutuhan akademik dan profesional mahasiswa dengan memberikan pilihan mata kuliah yang relevan dan aplikatif di bidang sastra, budaya, dan media. Program ini merupakan bagian dari komitmen universitas untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan pendidikan yang lebih tinggi sekaligus tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif.

S2 Sastra di Universitas Kristen Petra berfokus pada dua pengutamaan, yaitu Sastra dan Budaya serta Sastra dan Industri Kreatif. Melalui pendekatan ini, program ini bertujuan mendukung pengembangan masyarakat kreatif yang mampu menjawab tantangan di bidang akademik maupun industri kreatif. Visi program ini adalah menjadi program magister terkemuka di ASEAN dalam sastra terapan dan industri kreatif, dengan misi membina pemimpin yang memajukan ide serta praktik berkelanjutan di bidang ini.

Pada jalur "By Coursework," mahasiswa dapat memilih mata kuliah seperti Identity in Language, Art, and Literature, Culture and Film Industry, hingga keterampilan aplikatif seperti Writing for Series dan Brand Planning & Storytelling. Sementara itu, jalur "By Research" menambahkan elemen penelitian yang lebih mendalam melalui mata kuliah seperti Translation and Interpretation Studies serta Chinese-Indonesian Society and Culture. Kedua jalur ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa dalam menentukan jalur pendidikan yang sesuai dengan minat dan tujuan karier mereka.

Dengan kurikulum yang inovatif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat serta dunia kerja, S2 Sastra Universitas Kristen Petra berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu menjadi pemimpin di bidang industri kreatif. Program ini menjadi langkah strategis untuk mewujudkan visi universitas sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkontribusi untuk kemuliaan Tuhan melalui pengembangan masyarakat kreatif. (Tti).

 kembali
Arsip