Berita

Pengembangan Akademik Fakultas Farmasi USD Perkuat IPE, Farmakoekonomi, CPOB, dan Evaluasi CPL

Mon, 26 Oct 2026

Yogyakarta, 22 Oktober 2026 – Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma (USD) melanjutkan rangkaian kegiatan pengembangan akademik pada Kamis (22/10). Memasuki hari ketiga, kegiatan berfokus pada pengembangan Interprofessional Education (IPE), integrasi farmakoekonomi dalam kurikulum farmasi, penguatan pembelajaran praktik produksi sesuai standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), serta evaluasi dan pemantauan ketercapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL).

Pada sesi pertama, Prof. Dr. Keri Lestari, M.Si. dari Universitas Padjadjaran membawakan materi mengenai desain modul Interprofessional Education (IPE) yang melibatkan bidang farmasi, kedokteran, dan keperawatan. Sesi ini diarahkan untuk memperkaya pengembangan pembelajaran lintas profesi kesehatan dalam kurikulum, sehingga mahasiswa memperoleh ruang belajar yang mengintegrasikan perspektif dari berbagai disiplin kesehatan.



Sesi kedua menghadirkan Prof. Dr. apt. Tri Murti Andayani, Sp.FRS dari Universitas Gadjah Mada dengan topik integrasi farmakoekonomi dalam kurikulum farmasi. Pembahasan ini diarahkan untuk memperkuat muatan farmakoekonomi dalam proses pendidikan farmasi, khususnya agar aspek nilai dan pertimbangan ekonomi dalam penggunaan sumber daya kesehatan dapat memperoleh tempat yang sesuai dalam pembelajaran.

Pada sesi ketiga, Drs. apt. Pre Agusta Siswantoro, M.B.A., Independent Commissioner PT Enseval Putra Megatrading, membahas rekonstruksi pembelajaran praktik produksi, manufacturing, serta QA/QC sesuai dengan standar CPOB mutakhir. Sesi ini diarahkan untuk meninjau kembali pembelajaran praktik agar semakin relevan dengan perkembangan standar dan kebutuhan praktik di bidang industri farmasi, terutama pada aspek produksi, pemastian mutu, dan pengawasan mutu.





Rangkaian hari ketiga dilanjutkan bersama Prof. Dr. apt. Daryono Hadi Tjahjono, M.Sc. dari Institut Teknologi Bandung melalui pembahasan evaluasi dan pemantauan ketercapaian CPL secara berkelanjutan. Sesi ini diarahkan untuk memperkuat proses evaluasi capaian pembelajaran sehingga ketercapaian CPL dapat dipantau secara sistematis dan menjadi bagian dari upaya perbaikan pembelajaran secara berkelanjutan.

Keempat sesi tersebut mempertemukan berbagai dimensi penting dalam pengembangan pendidikan farmasi, mulai dari kolaborasi lintas profesi, farmakoekonomi, pembelajaran praktik berbasis standar CPOB, hingga evaluasi ketercapaian CPL. Rangkaian ini sekaligus melengkapi kegiatan pengembangan akademik Fakultas Farmasi USD yang berlangsung selama tiga hari.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Farmasi USD terus memperkuat keterhubungan antara pengembangan kurikulum, proses pembelajaran, capaian pembelajaran, dan kebutuhan praktik profesi. Kehadiran akademisi dan praktisi dari berbagai bidang juga memberikan perspektif yang beragam dalam mengembangkan pendidikan farmasi yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik kefarmasian.(WS)

 back
Archive