Berita

Membangun Kurikulum yang Selaras: Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis OBE di Fakultas Farmasi Unmas Bali menghadirkan Dosen Fakultas Farmasi USD

Tue, 21 Jul 2026

Denpasar, 14–15 Juli 2026 - Kurikulum yang baik bukan sekadar kumpulan mata kuliah, melainkan sebuah rangkaian pengalaman belajar yang dirancang secara sengaja agar mahasiswa benar-benar mencapai capaian pembelajaran yang dijanjikan. Prinsip inilah yang menjadi benang merah dalam Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang diselenggarakan Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Bali selama dua hari, dengan menghadirkan Dr. apt. Yosef Wijoyo, M.Si. sebagai narasumber.
Workshop ini diikuti oleh 41 dosen di lingkungan Fakultas Farmasi, mencerminkan komitmen bersama untuk terus menyempurnakan mutu pembelajaran melalui pendekatan yang berbasis bukti dan berorientasi pada capaian.

 
Hari Pertama: Dari Konsep ke Konstruksi
Sesi pembuka membahas fondasi teori OBE, struktur kurikulum, hingga prinsip Constructive Alignment — sebuah kerangka yang memastikan bahwa capaian pembelajaran, strategi pembelajaran, dan asesmen bergerak dalam satu garis lurus yang sama. Materi ini kemudian diperkuat dengan telaah langsung terhadap contoh hasil review RPS, memberi peserta gambaran nyata bagaimana teori diterjemahkan ke dalam dokumen perencanaan pembelajaran.
Diskusi berlangsung hidup. Antusiasme peserta terlihat dari deretan pertanyaan yang mengalir sepanjang sesi — pertanda bahwa materi yang disampaikan menyentuh langsung persoalan yang selama ini dihadapi dosen dalam menyusun RPS yang koheren dan terukur.

Hari Kedua: Praktik, Umpan Balik, dan Peningkatan Nyata
Jika hari pertama membangun pemahaman konseptual, hari kedua menjadi ruang praktik. Sejumlah RPS dari mata kuliah Manajemen, Biokimia, dan Farmakognosi dipresentasikan dan mendapat review langsung dari narasumber. Format hands-on ini terbukti efektif membangkitkan partisipasi — jumlah pertanyaan yang diajukan peserta bahkan meningkat dibandingkan hari sebelumnya.
Yang paling menggembirakan, proses review ini menunjukkan hasil yang konkret: perbaikan demi perbaikan pada dokumen RPS mencerminkan bahwa kemampuan dosen dalam merancang perangkat pembelajaran berbasis OBE mengalami peningkatan nyata, bukan sekadar pemahaman di atas kertas.

Menutup Kesenjangan antara Teori dan Praktik
Workshop ini menegaskan satu hal penting: penguasaan OBE bukan hanya soal memahami istilah seperti Constructive Alignment atau Intended Learning Outcomes, melainkan kemampuan menerjemahkannya menjadi RPS yang hidup dan dapat diterapkan di kelas. Dengan pendampingan langsung dan umpan balik yang konstruktif, dosen Fakultas Farmasi Unmas Bali kini memiliki bekal yang lebih kuat untuk merancang pembelajaran yang selaras — dari capaian, ke strategi, hingga asesmen.



Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung penjaminan mutu akademik sekaligus memperkuat budaya pengembangan diri berkelanjutan (continuous professional development) di kalangan dosen. (YW)

 back
Archive