Berita

Belajar Melampaui Batas Negara, Mahasiswa Farmasi USD Ikuti International Interprofessional Education di UKDW

Wed, 04 Nov 2026

 
Yogyakarta – Kesempatan belajar lintas negara dan lintas profesi menjadi pengalaman berharga bagi Melissa Angelin Budiono, mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Sanata Dharma (USD) angkatan 2023, melalui partisipasinya dalam program International Interprofessional Education (IPE) di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Yogyakarta, pada 13–31 Juli 2026. Mengusung semangat “Learning Beyond Borders, the Limit is the Sky”, program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, mengembangkan kompetensi profesional, serta memahami pentingnya kolaborasi dalam pelayanan kesehatan melalui pengalaman belajar bersama mahasiswa dari berbagai negara.

Program internasional ini melibatkan enam universitas dari tiga negara dengan menghadirkan mahasiswa dari beragam bidang kesehatan. Selama tiga minggu, peserta mengikuti rangkaian pembelajaran yang terdiri atas dua minggu perkuliahan daring dan satu minggu kegiatan luring. Fokus pembelajaran diarahkan pada pelayanan komprehensif bagi pasien geriatri atau lanjut usia (lansia), dengan menekankan pentingnya kolaborasi interprofesional dalam memberikan pelayanan yang optimal. Melalui interaksi lintas profesi, Melissa memperoleh pemahaman mengenai peran dan kontribusi masing-masing tenaga kesehatan, termasuk bagaimana seorang apoteker dapat berkolaborasi dengan profesi lain untuk mendukung keberhasilan terapi, meningkatkan kualitas hidup, dan memberikan kenyamanan bagi pasien.

Pengalaman belajar semakin bermakna ketika peserta mengikuti kegiatan luring pada minggu terakhir. Selain mendalami materi pelayanan kesehatan geriatri, peserta juga mengikuti Culture Exploration dengan mengunjungi sejumlah destinasi budaya Yogyakarta, seperti Taman Sari, Malioboro, dan MuseumKu Gerabah Timbul Raharjo di Kasongan. Salah satu pengalaman paling berkesan adalah kunjungan langsung ke rumah seorang lansia untuk melakukan geriatric assessment, yakni penilaian kondisi kesehatan dan kebutuhan lansia secara menyeluruh. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengaplikasikan pengetahuan sekaligus memahami kondisi pasien secara lebih dekat dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Bagi Melissa, pengalaman ini menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak dapat dilakukan secara individual, melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi antarprofesi, bahkan melampaui batas negara. Pengalaman tersebut sekaligus memperkaya perspektifnya sebagai calon apoteker yang tidak hanya dituntut memiliki kompetensi akademik, tetapi juga kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam tim, serta memahami kebutuhan pasien secara holistik.



Partisipasi mahasiswa dalam program internasional ini menjadi salah satu wujud komitmen Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma dalam mendukung pengembangan mahasiswa melalui pengalaman belajar yang terbuka terhadap wawasan global, kolaborasi lintas profesi, dan penguatan kompetensi sebagai calon tenaga kesehatan profesional. Melalui berbagai kesempatan pembelajaran dan jejaring internasional, mahasiswa Farmasi USD didorong untuk terus berkembang, berani mengambil peluang, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kesehatan yang semakin dinamis.

“If given the opportunity, take it and give it all you got! There’s nothing to lose and everything to gain!” Pesan Melissa ini menjadi semangat bagi mahasiswa untuk berani melangkah lebih jauh, memanfaatkan setiap kesempatan belajar, dan terus bertumbuh menjadi calon apoteker yang kompeten, kolaboratif, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. (MAB)

 back
Archive