Berita

Cegah Penyakit Degeneratif, Fakultas Farmasi USD bersama Puskesmas Saptosari Latih Kader Kesehatan Desa Ngloro Gunungkidul Gunakan Alat Skrining Mandiri

Fri, 17 Jul 2026

FFUSD - Kamis, 15 Juli 2026, Sebanyak 15 kader kesehatan dan perangkat Desa Ngloro, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, mengikuti pelatihan pencegahan penyakit degeneratif yang digelar Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma (FF USD) di Balai Desa Ngloro, Kamis (15/7/2026). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat–Program Unggulan (PkM-PU) ini mengangkat tema "Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Pencegahan Penyakit Degeneratif di Desa Ngloro Saptosari Kabupaten Gunungkidul", digawangi apt. Zita Dhirani Pramono, M.Clin.Pharm. sebagai ketua tim bersama Dr. apt. Irene Puspa Dewi beserta mahasiswa Program Studi Sarjana Farmasi (S1), dan Magister Farmasi (S2) FF USD. Turut hadir sebagai narasumber, Pipit Nurdiyansah, S.K.M., berserta tim dari Puskesmas Saptosari.

Gunungkidul, seperti wilayah lain di Yogyakarta, tidak lepas dari beban penyakit tidak menular yang terus meningkat, mulai dari hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, hingga stroke. Di Desa Ngloro sendiri, mayoritas warga berprofesi sebagai petani, buruh harian, pedagang, dan pensiunan dengan rentang usia yang didominasi oleh kelompok lanjut usia, kondisi yang memengaruhi pola hidup dan akses terhadap informasi kesehatan. Selama ini, kader kesehatan desa telah rutin menjalankan posyandu dan posyandu lansia bagi sekitar 200 warga. Namun, perannya masih terbatas pada tugas administratif dan belum menyentuh sisi edukasi dan promosi kesehatan secara terstruktur untuk penyakit degeneratif.

 

Kegiatan diawali dengan pre-test untuk memetakan pengetahuan awal peserta, dilanjutkan dengan penyuluhan seputar deteksi dini dan pencegahan penyakit degeneratif serta praktik pola hidup sehat. Peserta juga mendapat pelatihan langsung menggunakan alat cek tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat, sebelum kegiatan ditutup dengan post-test guna mengukur peningkatan pemahaman. Pipit Nurdiyansah, S.K.M.. selaku narasumber dari Puskesmas Saptosari, turut memberikan pemaparan mengenai ragam penyakit degeneratif  dan gaya hidup sehat kepada para kader dan perangkat desa yang hadir.

Sebagai tindak lanjut kegiatan, tim pengabdi menyerahkan buku saku kader kesehatan yang memuat informasi seputar hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan stroke, dilengkapi panduan pola hidup sehat, lembar pemantauan tekanan darah dan indeks massa tubuh (IMT), serta catatan riwayat kunjungan warga. Buku ini dirancang agar kader memiliki alat bantu praktis dalam menjalankan tugas pemantauan kesehatan di lingkungan masing-masing. Capaian ini menegaskan efektivitas pendekatan edukatif yang dipadukan dengan pelatihan keterampilan teknis bagi kader kesehatan. Program PkM-PU ini diharapkan turut mendorong penurunan angka penyakit degeneratif di Kabupaten Gunungkidul sekaligus mendukung tumbuhnya kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan melalui pemberdayaan berbasis komunitas. (ZDP)

 back
Archive