Berita

Mengenal Tanaman Obat Secara Langsung: Mahasiswa Semester 1 Farmasi Belajar di Kebun Obat Fakultas Farmasi USD

Tue, 08 Sep 2026

FFUSD - Mahasiswa semester 1 Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma (USD) mengikuti kegiatan praktik pengenalan tanaman obat di Kebun Obat Fakultas Farmasi USD. Kegiatan ini menjadi salah satu pengalaman pembelajaran awal bagi mahasiswa untuk mengenal bahan alam sebagai bagian penting dalam ilmu kefarmasian melalui pengamatan secara langsung terhadap berbagai tanaman obat.

Dalam kegiatan praktik, setiap mahasiswa mengamati sedikitnya lima jenis tanaman obat yang tersedia di Kebun Obat Fakultas Farmasi. Mahasiswa tidak hanya mengenali tanaman berdasarkan nama, tetapi juga melakukan pengamatan terhadap karakteristik morfologi tanaman secara lebih mendalam. Hasil pengamatan dituangkan dalam bentuk gambar tanaman yang dilengkapi dengan keterangan bagian-bagian atau organ tanaman, sehingga mahasiswa dapat menghubungkan struktur morfologi tanaman dengan fungsi dan pemanfaatannya sebagai bahan obat alam.



Selanjutnya, mahasiswa mengidentifikasi nama umum, nama daerah, dan nama latin dari tanaman yang diamati. Proses identifikasi tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mulai membangun ketelitian dalam mengenali tanaman obat, sekaligus memahami bahwa satu jenis tanaman dapat memiliki berbagai nama daerah yang berbeda. Ketepatan identifikasi menjadi hal penting dalam bidang farmasi karena berkaitan dengan keamanan, mutu, dan khasiat bahan alam yang digunakan sebagai bahan obat.





Untuk memperkuat pemahaman, mahasiswa juga diminta mendeskripsikan tanaman yang diamati secara lengkap dan membandingkan hasil pengamatan dengan berbagai pustaka acuan yang valid, antara lain Farmakope Herbal Indonesia (FHI), Materia Medika Indonesia (MMI) Jilid I–VI, maupun referensi ilmiah lain yang relevan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diperkenalkan pada pentingnya penggunaan sumber pustaka yang dapat dipertanggungjawabkan dalam mempelajari tanaman obat.
Aspek lain yang menjadi perhatian dalam praktik adalah pemahaman mengenai fungsi bagian-bagian tanaman sebagai bahan obat alam. Mahasiswa mengidentifikasi bagian tanaman yang dimanfaatkan, seperti akar, batang, daun, bunga, buah, biji, atau bagian lainnya, serta mengaitkannya dengan pemanfaatan tanaman tersebut dalam pengobatan herbal. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mengenal tanaman secara visual, tetapi juga mulai memahami hubungan antara organ tanaman, bahan yang digunakan, dan pemanfaatannya dalam bidang kesehatan.



Setelah menyelesaikan pengamatan secara individual, mahasiswa melanjutkan kegiatan melalui diskusi kelompok. Dalam diskusi, mahasiswa mempresentasikan tanaman yang telah dipilih, menyebutkan nama latinnya, menjelaskan fungsi setiap organ tanaman dalam pengobatan herbal, serta mengelompokkan tanaman yang diamati berdasarkan karakteristik botani, khususnya tanaman monokotil dan dikotil. Mahasiswa juga membandingkan hasil pengamatan dan identifikasi dengan hasil yang diperoleh teman-teman dalam kelompok.



Proses tersebut mendorong mahasiswa untuk belajar melalui observasi, identifikasi, penelusuran pustaka, analisis, dan kolaborasi. Perbedaan hasil pengamatan antar mahasiswa menjadi bahan pembelajaran untuk melakukan verifikasi kembali terhadap karakteristik tanaman dan sumber pustaka yang digunakan. Dengan demikian, kegiatan praktik tidak berhenti pada kemampuan mengenali tanaman, tetapi juga melatih sikap ilmiah dan ketelitian yang diperlukan dalam pendidikan kefarmasian.



Kegiatan di Kebun Obat Fakultas Farmasi USD sekaligus memberikan pengalaman belajar kontekstual bagi mahasiswa semester 1. Berinteraksi langsung dengan tanaman obat membantu mahasiswa menghubungkan pengetahuan dasar yang diperoleh di kelas dengan objek nyata di lingkungan pembelajaran. Pengalaman ini diharapkan menjadi fondasi bagi mahasiswa untuk mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai bahan alam, botani farmasi, identifikasi tanaman obat, serta pemanfaatannya dalam bidang kefarmasian.





Melalui kegiatan ini, Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma terus menghadirkan pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan teoritis, pengalaman praktis, keterampilan ilmiah, dan kerja kolaboratif, sehingga mahasiswa sejak awal pendidikan kefarmasian terbiasa mengamati, mempertanyakan, memverifikasi, dan mendiskusikan suatu objek berdasarkan sumber ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. (YSH)

 back
Archive