Berita

Mahasiswa Magister Farmasi USD Edukasi Tenaga Kesehatan tentang Personalized Medicine di Berbagai Daerah di Indonesia

Tue, 07 Jul 2026

Mahasiswa Program Studi Magister Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma (USD) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Peningkatan Pengetahuan Personalized Medicine sebagai Masa Depan Pelayanan Kesehatan di Beberapa Daerah di Indonesia” pada tanggal 8–19 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Personalized Medicine, dengan dosen pengampu Dr. apt. Christine Patramurti. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan mengenai perkembangan pelayanan kesehatan berbasis presisi.

Berbeda dengan kegiatan pengabdian pada umumnya yang terpusat di satu lokasi, kegiatan ini dilaksanakan secara terdesentralisasi di berbagai daerah di Indonesia sesuai dengan domisili dan jejaring mitra masing-masing mahasiswa, yaitu Poltekes Denpasar, SMK Kesehatan Surabaya, Akademi Farmasi YANHAS Husada Bangkalan, SMK Kesehatan Reformasi Pontianak, dan RSUD Hendrikus Fernandes Larantuka. Pada setiap kegiatan rata-rata dihadiri oleh 30-40 orang peserta, sehingga secara keseluruhan peserta kegiatan berkisar 120-200 orang peserta. Peserta kegiatan terdiri atas tenaga kesehatan dan calon tenaga kesehatan, termasuk dokter, apoteker, perawat, mahasiswa kesehatan, serta tenaga kesehatan lain yang bekerja di rumah sakit, puskesmas, klinik, dan apotek. Dalam kegiatan ini, mahasiswa memberikan edukasi mengenai konsep dasar Personalized Medicine, peran farmakogenomik dalam menentukan respons terapi, serta peluang penerapan pelayanan kesehatan berbasis presisi di Indonesia. Materi disampaikan melalui presentasi, diskusi interaktif, dan sesi tanya jawab yang memungkinkan peserta mengaitkan konsep yang dipelajari dengan praktik pelayanan kesehatan sehari-hari.



Personalized Medicine merupakan pendekatan pelayanan kesehatan yang mempertimbangkan karakteristik unik setiap individu, termasuk faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup, dalam menentukan strategi pencegahan maupun terapi yang paling tepat. Pendekatan ini semakin berkembang seiring kemajuan ilmu genomik dan diharapkan menjadi salah satu arah masa depan pelayanan kesehatan modern. Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Berbagai pertanyaan dan diskusi muncul terkait penerapan farmakogenomik dalam praktik klinik, kesiapan fasilitas kesehatan dalam mengadopsi pendekatan tersebut, serta tantangan implementasinya di Indonesia. Diskusi ini menunjukkan tingginya minat tenaga kesehatan terhadap perkembangan ilmu kesehatan yang dapat meningkatkan efektivitas dan keamanan terapi pasien. Selain memberikan wawasan baru kepada peserta, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendiseminasikan perkembangan ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Melalui interaksi langsung dengan tenaga kesehatan di berbagai daerah, mahasiswa memperoleh pengalaman berharga mengenai kondisi nyata pelayanan kesehatan dan kebutuhan pengembangan kompetensi di lapangan.

Secara umum, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta mengenai Personalized Medicine dan membuka wawasan mengenai pentingnya pelayanan kesehatan yang lebih individual, efektif, dan aman. Kegiatan ini juga memperkuat jejaring kolaborasi antara Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma dengan berbagai tenaga kesehatan di Indonesia. Melalui kegiatan ini, Program Studi Magister Farmasi Universitas Sanata Dharma berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan literasi tenaga kesehatan terhadap perkembangan ilmu farmasi dan kesehatan terkini, serta mendukung kesiapan Indonesia dalam menghadapi era pelayanan kesehatan berbasis presisi (precision healthcare) (CHR).

 back
Archive