Program Studi:
BERITA

Kolaborasi USD dan Pusprenas Perkuat Kapasitas Guru STEM, Koding dan Kecerdasan Artifisial

Penguatan peran guru dalam pembelajaran STEM, Koding, dan Kecerdasan Artifisial menjadi salah satu fokus Pelatihan Bina Talenta Indonesia (BTI) Tahap 1 yang diselenggarakan Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta secara daring. Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Kementerian Pendidikan Indonesia, dan Universitas Sanata Dharma.

Program yang berlangsung selama kurang lebih delapan minggu, sejak pertengahan September hingga akhir November 2025, bertujuan meningkatkan kapasitas guru sebagai pemandu talenta melalui penguatan kompetensi di bidang STEM, Koding, Kecerdasan Artifisial, serta pengembangan karakter. Peserta pelatihan merupakan guru-guru SMP yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, antara lain Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

web beritaaa
Pada bidang STEM, pelatihan dilaksanakan melalui 12 pertemuan selama empat minggu dengan intensitas tiga kali pertemuan setiap pekan. Materi yang dibahas mulai dari hal fundamental seperti makna STEM, melatihkan berpikir kritis dan kreatif, praktik saintifik & praktik engineering; penerapan STEM, simulasi berbagai fenonema saintifik sederhana dalam hidup sehari-hari untuk membantu siswa memahami konsep dasar STEM. Materi disampaikan secara bergantian oleh 8 orang dosen dari Jurusan Pendidikan MIPA USD.

Sementara itu, pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial berlangsung selama delapan minggu dengan total 22 pertemuan. Materi pelatihan Koding mencakup pengenalan bahasa pemrograman visual Scratch yang sengaja dipilih karena sangat menarik, mudah dipelajari dan mengasyikkan bagi pemula dan anak-anak. Sedangkan pelatihan Kecerdasan Artifisial difokuskan pada materi Pembelajaran Mesin dengan menggunakan platform berbasis web seperti Google Teachable Machine dan Machine Learning for Kids. Media ini dirasa cocok untuk mengenalkan Pembelajaran Mesin dan Kecerdasan Artifisial kepada pemula, terutama anak-anak dan pelajar karena mudah diakses dan tidak memerlukan penulisan program komputer yang rumit.  Pada akhir program, peserta diminta untuk merancang proyek berdasarkan materi yang telah dipelajari untuk diterapkan pada pembelajaran kepada murid di sekolah masing-masing. Materi disampaikan secara bergantian oleh 6 orang dosen dari Prodi Informatika dan Prodi Matematika FST USD.

web beritaaa 2
Untuk kedua bidang, STEM dan KKA, diberikan pula materi terkait pengembangan karakter oleh 6 orang dosen prodi Bimbingan Konseling FKIP USD dan prodi Psikologi USD. Harapannya, para guru nantinya dapat mengintegrasikan pengembangan karakter dengan materi STEM maupun KKA.

Sejumlah peserta menilai materi pelatihan relevan dan aplikatif untuk mendukung pembelajaran di sekolah. Mereka juga menyampaikan bahwa pendampingan narasumber berlangsung komunikatif dan membantu, sehingga memudahkan pemahaman materi meskipun pelatihan dilaksanakan secara daring. Para peserta turut menyampaikan apresiasi kepada Universitas Sanata Dharma atas penyelenggaraan program yang dinilai berkontribusi dalam penguatan kapasitas guru di bidang STEM, Koding dan Kecerdasan Artifisial.

(YGH)

 kembali