Program Studi:
BERITA

Dialog Orang Tua 2026: FST USD Bangun Sinergi Kampus dan Keluarga

YOGYAKARTA – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Sanata Dharma kembali menyelenggarakan Dialog Orang Tua Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 pada 4 September 2026 di Ruang Drost, Kampus III Paingan, Yogyakarta. Pada tahun akademik ini, FST menerima sekitar 332 mahasiswa baru yang tersebar di Program Studi Matematika, Informatika, Teknik Elektro, dan Teknik Mesin. Kegiatan yang dilaksanakan secara luring dan daring ini menjadi ruang perjumpaan antara orang tua mahasiswa baru dengan pimpinan fakultas, pengelola program studi, dosen pembimbing akademik, serta bagian administrasi universitas.

Dialog Orang Tua menjadi salah satu upaya FST USD membangun komunikasi dan pendampingan yang berkelanjutan selama mahasiswa menjalani proses pendidikan. Dalam sambutannya, Dekan FST USD, Dr. Ir. I Gusti Ketut Puja, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan orang tua yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk belajar dan bertumbuh di Fakultas Sains dan Teknologi.

“Kami menerima kepercayaan itu sebagai tanggung jawab untuk mendampingi mereka bertumbuh di sini,” ungkapnya.

dot2_resize_600px

Ia menjelaskan bahwa FST tidak hanya menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk belajar secara akademik, tetapi juga ruang untuk bertumbuh, berkarya melalui teknologi, melakukan riset dan inovasi, serta menghadirkan manfaat bagi sesama.

Memperkuat Komunikasi dengan Orang Tua

Hal baru yang diperkenalkan dalam Dialog Orang Tua tahun ini adalah upaya membangun komunikasi yang lebih erat antara fakultas dan orang tua mahasiswa. FST mulai membentuk grup WhatsApp orang tua sebagai sarana berbagi informasi dan komunikasi.

Dekan FST juga menggagas terbentuknya sebuah komunitas atau Ikatan Orang Tua Mahasiswa yang dapat menjadi ruang komunikasi, persaudaraan, dan kolaborasi antarorang tua. Sebagai gagasan awal, muncul nama “Paingan Parent Club”. 

dot3test

Melalui jejaring tersebut, orang tua diharapkan tidak hanya memperoleh informasi mengenai perkembangan pendidikan putra-putrinya, tetapi juga dapat saling membantu. Salah satu contohnya adalah berbagi informasi mengenai perusahaan atau instansi yang dapat menjadi tempat kerja praktik mahasiswa, hingga memberikan dukungan bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan.

“Alangkah baiknya kalau orang tua kita di sini bisa berserikat, berkumpul, dan membentuk kebersamaan,” ujar I Gusti Ketut Puja.

Pendampingan Mahasiswa dan Sistem Poin Kemahasiswaan

Pada sesi kemahasiswaan, Dr. Ir. Bernadeta Wuri Harini, Wakil Dekan II FST USD, menjelaskan berbagai bentuk pendampingan dan layanan bagi mahasiswa. Salah satu hal yang ditekankan adalah kewajiban mahasiswa memenuhi 50 poin kegiatan kemahasiswaan sebagai salah satu persyaratan kelulusan.

dot4test

Poin tersebut dapat diperoleh melalui berbagai kegiatan kemahasiswaan, baik di dalam maupun di luar kampus, termasuk seminar, lomba, kegiatan organisasi, serta kegiatan wajib dalam rangkaian Formasi Cerdas Humanis (FCH).

Orang tua juga diajak turut memantau perkembangan tersebut agar mahasiswa tidak baru mengumpulkan dan memverifikasi poin menjelang kelulusan.

Selain kegiatan kemahasiswaan, mahasiswa dapat memanfaatkan berbagai layanan Universitas Sanata Dharma melalui Lembaga Kesejahteraan Mahasiswa (LKM). Layanan tersebut mencakup informasi dan pendampingan beasiswa, bantuan tugas akhir, pinjaman dana pendidikan, kupon makan mahasiswa, layanan kesehatan dan konseling, serta berbagai bentuk dukungan lainnya.

Orang Tua Dapat Memantau Studi melalui SIA

Dalam dialog tersebut, orang tua juga diperkenalkan dengan SIA Orang Tua, sistem informasi yang dapat digunakan untuk memantau perkembangan studi mahasiswa.

Melalui sistem ini, orang tua dapat melihat berbagai informasi seperti nilai mahasiswa, jadwal kuliah, Kartu Rencana Studi (KRS), kehadiran dalam perkuliahan melalui LPKP, Sistem Poin Kegiatan Kemahasiswaan, hingga Kartu Keuangan Mahasiswa.

Fasilitas ini diharapkan dapat membantu orang tua tetap terlibat dalam proses pendampingan tanpa mengambil alih tanggung jawab mahasiswa dalam menjalani studi.

Akademik Dirancang Menuju Kelulusan Tepat Waktu

Pada sesi akademik, Wakil Dekan I FST USD, Dr. Ir. Ridowati Gunawan, S.Kom., M.T., menjelaskan sistem akademik yang akan dijalani mahasiswa selama menempuh pendidikan.

Program sarjana di FST dirancang untuk diselesaikan dalam delapan semester dengan beban minimal 144 SKS. Pada semester pertama dan kedua, mata kuliah masih dipaketkan. Mulai semester berikutnya, jumlah SKS yang dapat ditempuh mahasiswa menyesuaikan dengan capaian Indeks Prestasi Semester (IPS).

dot5test

Pada akhir semester keempat, mahasiswa akan mengikuti Evaluasi Sisip Program sebagai salah satu checkpoint perkembangan studi.

FST juga membekali mahasiswa melalui mata kuliah wajib fakultas, yakni Pengantar Sains, Rekayasa, dan Teknologi; Etika Profesi; serta Kewirausahaan Teknologi. Pendidikan akademik tersebut berjalan beriringan dengan pengembangan soft skill melalui berbagai kegiatan kemahasiswaan.

“Dukungan dari orang tua itu pasti sangat dibutuhkan,” ujar Bu Ridowati dalam paparannya.

Dosen Pembimbing Akademik Diperkenalkan kepada Orang Tua

Pada kesempatan yang sama, FST memperkenalkan para Dosen Pembimbing Akademik (DPA) yang akan mendampingi mahasiswa mulai dari awal hingga akhir masa studi.

DPA berperan membantu mahasiswa dalam merencanakan studi, memantau perkembangan akademik, menyelesaikan kendala selama perkuliahan, serta menjadi salah satu jalur komunikasi apabila orang tua membutuhkan konsultasi mengenai perkembangan studi putra-putrinya.

Mengenal Lebih Dekat Empat Program Studi

Sesi berikutnya diisi dengan pengenalan masing-masing program studi oleh para ketua program studi.

Prof. Dr. rer. nat. Herry Pribawanto Suryawan, Ketua Program Studi Matematika, memperkenalkan pengembangan Matematika yang saat ini semakin erat dengan sains data, artificial intelligence, matematika bisnis, dan berbagai kebutuhan dunia industri. Ia menekankan bahwa peluang kerja lulusan Matematika tidak hanya berada di dunia pendidikan, tetapi juga terbuka di bidang data, keuangan, aktuaria, teknologi, pemerintahan, dan riset.

Program Studi Teknik Elektro memperkenalkan fokus pendidikan pada rekayasa elektro dan teknologi cerdas, termasuk artificial intelligence, machine learning, Internet of Things (IoT), sistem kendali, telekomunikasi, dan berbagai teknologi modern. Mahasiswa juga didukung oleh berbagai fasilitas laboratorium untuk perkuliahan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Program Studi Informatika, Dr. Ir. Iwan Binanto, menjelaskan tiga profil profesi utama lulusan Informatika, yaitu Intelligent Software Developer, Data and Intelligent System Analyst, serta Network and Intelligent System Engineer. Kurikulum Informatika juga dirancang agar mahasiswa mampu mengembangkan teknologi secara bertanggung jawab dengan memperhatikan martabat manusia dan manfaat sosial.

Ketua Program Studi Teknik Mesin, Ir. Budi Setyahandana, M.T., menjelaskan bahwa Kurikulum 2026 Teknik Mesin juga telah berbasis Outcome-Based Education (OBE) dengan fokus pengembangan ilmu teknik mesin berkelanjutan dalam bidang energi, material, serta proses manufaktur. Lulusan dipersiapkan menjadi engineer, praktisi profesional, technopreneur, maupun agen kontribusi sosial berbasis teknologi.

Ruang Dialog bagi Orang Tua

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan orang tua, mulai dari mekanisme pembayaran biaya pendidikan, kesempatan memperoleh beasiswa, Program Profesi Insinyur, peluang studi lanjut melalui jejaring universitas Jesuit, hingga kemungkinan mahasiswa mengembangkan proyek lintas program studi menjadi kegiatan akademik ataupun tugas akhir.

dot6test

Dalam salah satu pembahasan dijelaskan bahwa proyek lintas program studi sangat dimungkinkan dan bahkan didorong. Proyek tersebut dapat dikembangkan menjadi tugas akhir selama sesuai dengan kompetensi bidang mahasiswa dan mendapatkan persetujuan dari dosen pembimbing serta program studi.

dot7test

Dialog ditutup dengan sesi dokumentasi bersama. Melalui kegiatan ini, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Sanata Dharma berharap komunikasi antara fakultas, program studi, mahasiswa, dan orang tua dapat terus terjalin sepanjang perjalanan studi mahasiswa.

Sinergi antara kampus dan keluarga diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam mendampingi mahasiswa agar tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga bertumbuh menjadi pribadi yang unggul, humanis, serta mampu menghadirkan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi masyarakat yang semakin bermartabat.

(AADH)

 kembali
arsip