Program Studi:
BERITA

Dosen Informatika Universitas Sanata Dharma Berdayakan Guru SD Negeri Timbulharjo Melalui Pelatihan AI Wayground dan NotebookLM

Yogyakarta – Tim dosen dari Program Studi Informatika Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SD Negeri Timbulharjo, Yogyakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital para guru melalui pelatihan pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan inovatif. Mengusung tajuk "Pelatihan Wayground dan NotebookLM AI Tools untuk Mendukung Pembelajaran Guru SD Negeri Timbulharjo", pelatihan ini memfokuskan pada pengenalan dua platform AI inovatif yang dirancang khusus untuk mempermudah guru dalam menyusun materi ajar yang kreatif, terstruktur, dan menarik bagi siswa.


Dalam sambutannya, perwakilan tim pengabdian dari dosen Informatika USD selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Bapak Ir. Drs. Haris Sriwindono, M.Kom., Ph.D. menyampaikan bahwa tantangan utama pendidikan dasar saat ini adalah bagaimana guru dapat menyajikan materi pembelajaran yang kompleks secara sederhana, namun tetap menarik dan mudah dipahami oleh siswa. "Kehadiran AI bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan sebagai asisten cerdas yang membantu guru melakukan riset materi secara lebih cepat dan menyusun konten edukatif secara lebih efisien. Dengan demikian, guru memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada interaksi langsung dengan siswa," ungkap Dekan FST USD.

Pelatihan ini memberikan pengalaman langsung kepada para guru untuk mengeksplorasi dan mempraktikkan dua alat AI utama:
  1. Wayground, para guru dilatih memanfaatkan platform ini untuk menghasilkan ide-ide pembelajaran yang kreatif, menyusun narasi dan skenario pembelajaran yang menarik, hingga membuat simulasi kuis yang interaktif yang dapat langsung diterapkan di dalam kelas.
  2. NotebookLM, platform dari Google ini digunakan untuk mengelola berbagai sumber referensi seperti dokumen PDF, artikel, atau catatan menjadi sebuah "asisten pengetahuan" pribadi yang cerdas. Guru dapat mengunggah buku teks digital, modul pembelajaran, atau bahan bacaan lainnya, kemudian mengajukan pertanyaan langsung kepada AI untuk merangkum isi materi, membuat soal latihan, atau bahkan menyusun rencana pembelajaran berdasarkan konten yang telah diunggah.



Perwakilan Sekolah SD Negeri Timbulharjo Bapak Budi Rahmanto, S.Pd. menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan bahwa pengenalan teknologi AI kepada para guru sangat penting agar sekolah tidak tertinggal dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi digital. Para peserta pelatihan terlihat sangat antusias ketika mencoba langsung mengubah dokumen materi yang tebal menjadi poin-poin presentasi yang ringkas dan padat hanya dalam hitungan menit dengan bantuan AI. Diskusi interaktif juga berlangsung dinamis pada sesi tanya jawab, terutama mengenai etika dan tanggung jawab dalam penggunaan AI di dunia pendidikan, serta bagaimana menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan sentuhan personal guru dalam mengajar.



Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Universitas Sanata Dharma menegaskan kembali komitmennya dalam menjalankan misi mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya melalui percepatan transformasi digital di tingkat pendidikan dasar. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, para guru SD Negeri Timbulharjo dapat menerapkan teknologi AI secara bijak dan bertanggung jawab untuk menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan siswa di era digital.




(Kartono, Eduardus)

 kembali
arsip