Program Studi:
BERITA

Fakultas Sains Dan Teknologi Berefleksi Karya Dalam Balutan Adat Papua

Mengakhiri semua kegiatan di tahun 2025, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) menyelenggarakan refleksi karya untuk seluruh dosen dan tendik FST pada Hari Jumat – Sabtu, 12 – 13 Desember 2025 bertempat di Hotel Kasuari, Magelang. Hotel Kasuari merupakan hotel yang relatif baru dengan bangunan, ruang pertemuan, kamar yang exotic bernuansa Papua. Di bagian belakang hotel ada taman burung kecil dengan koleksi burung-burung yang berasal dari Papua. Tema reflaksi karya FST 2025 adalah “SANYATA ING DHARMA: ASAS PERLUASAN, PERJUMPAAN, DAN PENCIPTAAN”

1 (1)
Ruang Pertemuan dengan berbagai hiasan bernuansa adat Papua.

Pada refleksi karya kali ini, FST mengundang Dr. Yohanes Heri Widodo sebagai fasilitator. Pada sesi pertama di Hari Jumat (12/12), Pak Heri mengajak seluruh peserta refleksi karya untuk melihat kembali perjumpaan-perjumpaan yang dialami oleh setiap pribadi maupun unit sebagai hal yang memberdayakan. Refleksi ini membuka kesadaran bahwa identitas dan kekhasan unit tidak terutama dibentuk oleh struktur atau program, melainkan oleh cara hadir dalam keseharian.

2 (1)
Pak Heri di awal sesi pertama.

Di sesi kedua, Pak Heri mengajak setiap individu dan sebagai suatu unit untuk membuka mata lebih lebar terhadap realitas yang dihadapi. Berkarya tidak selalu berjalan mulus; ada keterbatasan, ketidakpahaman, dan ekspektasi yang tidak bertemu. Dengan membuka mata atas realitas sekitar, unit semakin memahami bahwa karya sejati lahir dari kejujuran melihat keadaan, keberanian menerima diri, dan kesediaan untuk tetap melangkah, meski dengan langkah kecil.

3 (1)

Sesi ketiga menjadi ruang menumbuhkan harapan—bukan harapan yang muluk, melainkan harapan yang berakar pada pengalaman nyata. Unit berharap agar Universitas Sanata Dharma tetap setia pada jati dirinya sebagai ruang pengabdian, pendampingan, dan pertumbuhan manusia. Pada akhirnya, harapan terbesar unit adalah tetap mampu menjaga nyala pengabdian: menjadi pribadi-pribadi yang memberi terang, setia berkarya dalam diam, dan percaya bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, memiliki daya untuk menghidupkan.

(DMR)
 

 

 






 kembali
arsip