Program Studi:
BERITA

Fakultas Sains dan Teknologi USD Gelar Konferensi Internasional InCASST 2025: Kolaborasi Inovasi Digital dan Energi Hijau


Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Sanata Dharma Yogyakarta (USD) sukses menyelenggarakan International Conference on Applied Sciences and Smart Technology (InCASST) 2025 pada 15 Oktober 2025 di Kampus 3 Paingan, Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. Konferensi internasional ini mengangkat tema “Innovating for Sustainability: Digitalization, Green Energy, and Achieving Energy Independence for a Greener Future”, yang menyoroti peran penting inovasi sains dan teknologi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta kemandirian energi.



Acara dibuka dengan sambutan oleh Prof. Ir. Sudi Mungkasi, Ph.D., selaku Wakil Rektor I Universitas Sanata Dharma, dan Ir. Drs. Haris Sriwindono, M.Kom., Ph.D., Dekan Fakultas Sains dan Teknologi. Keduanya menegaskan bahwa InCASST menjadi wadah penting bagi komunitas akademik dan industri untuk memperkuat kolaborasi riset, memperluas wawasan ilmiah, dan mempercepat transformasi menuju ekosistem teknologi yang hijau dan cerdas.



Rangkaian acara utama menghadirkan empat pembicara kunci dari berbagai negara dan institusi bergengsi. Mereka adalah Assist. Prof. Ishak Hilton Pujantoro Tnunay, Ph.D. (Chief Technology Officer, PT Aerotek Global Inovasi, Indonesia), Prof. Dr. Kavita Sonawane (SFIT Mumbai University, India), Assoc. Prof. Andreas Prasetyadi, Ph.D. (Universitas Sanata Dharma, Indonesia), dan Prof. Dr. Thomas Götz (University of Koblenz, Jerman). Para pembicara memaparkan pandangan serta hasil riset terkini mengenai peran digitalisasi dan teknologi pintar dalam mendukung efisiensi energi, pengelolaan sumber daya berkelanjutan, serta solusi inovatif menghadapi tantangan lingkungan global.

Selain sesi utama, konferensi ini juga menampilkan empat sesi paralel yang diikuti oleh lebih dari 30 pemakalah dari dalam dan luar negeri. Secara keseluruhan, InCASST 2025 menerima 36 paper yang ditulis oleh 112 author dari 22 afiliasi yang berasal dari 7 negara, yaitu Indonesia, Thailand, India, Uzbekistan, Vietnam, Turki, dan Malaysia. Dari jumlah tersebut, terdapat 8 paper berasal dari internal Universitas Sanata Dharma.

Setiap peserta mempresentasikan hasil penelitian di bidang teknologi terapan, mulai dari kecerdasan buatan dan machine learning untuk optimasi energi, Internet of Things (IoT) untuk pemantauan lingkungan, hingga inovasi digital dalam pengembangan ekonomi hijau. Sesi ini berlangsung secara hybrid, dipandu oleh moderator seperti Drs. Hari Suparwito, S.J., M.App.IT., Dr. Flourensia Sapty R., Dr. Lusia Krismiyati Budiasih, dan Aloysius Bagas Pradipta, Ph.D., serta diikuti dengan diskusi aktif dan sesi tanya jawab antara peserta dan pembicara.
Melalui penyelenggaraan InCASST 2025, Universitas Sanata Dharma menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan riset terapan yang relevan dengan kebutuhan global. Konferensi ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat jejaring ilmiah internasional dan menumbuhkan kolaborasi lintas disiplin dalam upaya mencapai masa depan yang lebih hijau, mandiri energi, dan berkelanjutan.

(FPP)

 kembali