Berita
PUSAT PENERBITAN JURNAL ILMIAH USD GANDENG LPPM UNIKA SOEGIJAPRANATA SEMARANG GELAR WRITING BOOTCAMP 2
28 Oktober 2026

USD (23/10) – Di Ruang Kadarman dan Zoom Meeting, diselenggarakan Writing Bootcamp Seri Kedua dengan tema Menembus Peer Review: Strategi Memahami, Menjawab, dan Merevisi Naskah. Acara ini diselenggarakan secara kolaboratif antara Pusat Penerbitan Jurnal Ilmiah – LPPM Universitas Sanata Dharma dan LPPM Unika Soegijapranata Semarang. Acara yang dimoderatori oleh apt. Eusthacia Diajeng Wandasari, S.Farm., M.Biomed, menghadirkan Dr. Ranto P. Sihombing, S.E., M.Si., CSRS dari Fakultas Ekonomi Bisnis Unika Soegijapranata Semarang dan Dr. Arina Isti’anah, M.Hum., dari Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma sebagai pembicaranya.
Ketua LPPM Universitas Sanata Dharma, Andreas Prasetyadi, M.Si., Ph.D., menyambut baik acara kolaborasi ini, ”Writing bootcamp kali ini diselenggarakan supaya kita semua semakin mampu menghasilkan karya yang lebih bisa diterima. Harapannya bisa lebih berdampak dan memberi manfaat bagi banyak orang. Semoga proses ini saling mendukung dan menguatkan, juga membangun jejaring dan kerja sama antara kedua institusi, sehingga kita bisa berkembang lebih cepat,” ucapnya.

Sejalan dengan itu, Prof. Dr. Y. Trihoni Nalesti Dewi, S.H., M.Hum., Ketua LPPM Unika Soegijapranata Semarang, juga menegaskan, “Di dalam forum ini bukan hanya belajar menulis, tapi menguji gagasan. Apa yang ada dalam pikiran kita bisa dikategorikan sebagai novelty, dan novelty ini tentu sangat bisa memberi gagasan dan inspirasi baru bagi para pembaca kita nanti. Kegiatan ini adalah cara kita meyakinkan bagaimana temuan baru kita ini diyakini oleh orang lain. Semoga ke depan dapat berkegiatan secara offline agar saling mengenal dan berdiskusi, serta menulis bersama secara langsung dari beberapa universitas. Apa yang kita tulis nanti bisa dipublikasikan tidak hanya di SINTA, tetapi juga di Scopus dan jurnal-jurnal internasional lain yang sudah terakreditasi. Kekuatan kita di bawah jaringan APTIK adalah pada kedekatan dan realitas masyarakat yang kita layani bersama-sama di seluruh perguruan tinggi dan nantinya menjadi suara kita yang akan dibaca banyak orang,” pungkasnya.
Pembicara pertama, Dr. Ranto P. Sihombing, S.E., M.Si., CSRS, membagikan gagasannya mengenai pemahaman akan peer review. Dosen Program Studi Akuntansi Unika Soegijapranata ini membagi presentasi menjadi tiga bagian yakni, Sang pencipta pengetahuan, anatomi naskah yang layak terbit, dan mengubah revisi mayor menjadi diterima.
“Naskah ilmiah adalah sebuah argumen. Pertama-tama, berhentilah membaca dan mulai berargumen. Data tidak berbicara sendiri, sehingga klaim yang kita temukan harus dihubungkan dengan data melalui warrant yang relevan. Bantahan perlu dihadirkan untuk memperjelas batas argumen kita. Dalam konteks ini, penulis adalah dalang. Ia memilih dan mengarahkan literatur yang mutakhir, luas, dan seimbang untuk menuntun pembaca pada gagasan utamanya,” ungkap dosen yang berpengalaman menelaah naskah jurnal terindeks SCOPUS Q1 dan Q2 ini.
Lanjutnya, dosen yang telah berkecimpung dalam berbagai pelatihan penulisan artikel jurnal dan desain metode eksperimen ini menegaskan bahwa kelayakan naskah untuk terbit bertumpu pada lima pilar, yakni nilai bagi jurnal (relevansi kesesuaian target dan kontribusi dampak ke depan), penggunaan literatur yang efektif (keterkaitan, penempatan naskah dan kedalaman, kemutakhiran, keluasan, dan keseimbangan), rigoritas ilmiah (validitas, kesesuaian, kecukupan, keakuratan, generalisasi dan reliabilitas, tranparansi metodologi, transparansi hasil), kejelasan penyajian (konten dan bahasa yang jelas, penyajian ringkas, dan terstruktur secara logis), serta kepatuhan pada norma dan etika.


Sementara itu, pembicara kedua, Dr. Arina Isti’anah, M.Hum., membagikan pengalaman tentang bagaimana merespons dan merevisi naskah. Dosen Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma ini menekankan pentingnya proses peer review sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas, reliabilitas, dan integritas karya ilmiah. “Dalam publikasi ilmiah, proses peer review memungkinkan naskah penelitian mendapatkan penilaian dan masukan sebelum diterbitkan. Keputusan reviewer dapat berupa penerimaan naskah (accept), revisi minor (minor revision), revisi mayor (major revision), maupun keputusan untuk mengirimkan kembali naskah atau menolaknya, sesuai dengan kebijakan jurnal, ungkap dosen program studi Sastra Inggris yang menekuni Ecolinguistics dan analisis wacana berbantuan korpus ini.
Beliau melanjutkan bahwa penulis dianjurkan untuk menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan, melakukan perbaikan, serta menunjukkan secara spesifik bagian naskah yang telah direvisi, termasuk lokasi perubahan berdasarkan halaman dan baris.
“Penulis perlu menjaga etika komunikasi akademik. Apabila tidak sependapat dengan masukan reviewer, penulis dapat menyampaikan alasan secara sopan dan argumentatif. Respons yang profesional diperlukan agar proses revisi berlangsung secara konstruktif. Kelengkapan dokumen juga menjadi bagian dari proses revisi, meliputi response to reviewers, cover letter, naskah dengan tanda perubahan, dan naskah bersih,” ungkapnya.
“Proses peer review ditegaskan bukan sekadar evaluasi terhadap penelitian, melainkan kesempatan bagi penulis untuk meningkatkan mutu dan kredibilitas karya ilmiah,” tegasnya di akhir.
(JMA - PPJI USD)
Kembali- Mengenal Allah dalam Sejarah Keselamatan: Menghayati Misteri Tritunggal di Era Digital
- Merawat Nalar dan Jiwa: Pedagogi Mazmur dan Literatur Kebijaksanaan di Era Kecerdasan Buatan
- Membedah Misteri, Menghidup Kehadiran: Pendalaman Teologis dan Magisterial Ekaristi di Paroki Alam Sutera
- Mendampingi UMKM Mulyodadi untuk Kembangkan Produk Olahan Gayam dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Dies Natalis USD ke-71
- PUSAT PENERBITAN JURNAL ILMIAH USD GANDENG LPPM UNIKA SOEGIJAPRANATA SEMARANG GELAR WRITING BOOTCAMP 2
- Kunjungan PKM Dies Universitas Sanata Dharma di Desa Bajo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora Jawa Tengah
- Kunjungan PKM Dies Universitas Sanata Dharma di Kalurahan Tegalrejo
- PEMBINAAN SPIRITUALITAS Mahasiswa Pendikkat Semester V – Universitas Sanata Dharma Nobar dan Diskusi Film “BLDTR”
- Membaca Kebijaksanaan Kitab Suci di Tengah Tantangan Zaman: Pengabdian Bernadus Dirgaprimawan, S.J. di Loyola School of Theology
- Sambut Tahun Ajaran Baru, SDU Press Gelar Pameran Buku "Inquisitive 2026: Unlock Your Next Chapter”