Berita
JAKSA 2026: Menjadi Manusia di Tengah Perubahan Zaman dan Era AI
22-08-2026 08:48:24 WIB
Sleman – Jalinan Akrab Sastra (Jaksa) 2026 yang merupakan kegiatan inisiasi bagi mahasiswa baru di Fakultas Sastra USD digelar pada hari Sabtu, 22 Agustus 2026, di Ruang Serbaguna, Gedung Pascasarjana Universitas Sanata Dharma. Mahasiswa baru yang berjumlah total 199 orang, mengikuti rangkaian acara Jaksa 2026 dalam suasana akrab dan penuh kegembiraan.
Pada kesempatan ini, Dekan Fakultas Sastra, Dr. Tatang Iskarna, menyampaikan sambutan dan perkenalan para pejabat struktural di Fakultas Sastra, yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi terkait visi-misi Fakultas Sastra yang berjudul “Menjadi Manusia melalui Pembelajaran di Fakultas Sastra USD.” Tatang menjelaskan pentingnya mempelajari sastra di tengah perubahan dunia yang begitu cepat. Perkembangan teknologi yang luar biasa tidak serta-merta membuat persoalan kemanusiaan menjadi lebih baik. Krisis integritas dan sosial, serta krisis kemanusiaan dan kebenaran, adalah realitas yang kita hadapi saat ini. Dalam kondisi demikian, humaniora sangat relevan dan berperan penting untuk membentuk manusia yang kritis, kreatif, dan humanis. Fakultas Sastra hadir untuk membentuk individu yang mampu membaca dunia secara kritis, menciptakan secara kreatif, dan bertindak secara humanis. Fakultas Sastra berusaha mempersiapkan mahasiswa menjadi pribadi yang inquisitive, resilient, responsive, dan reflective (1i3r). Pada akhir pemaparan materinya, Tatang berpesan agar ketika mahasiswa menyelesaikan studinya, bukan hanya gelar yang didapatkan, tetapi juga pengetahuan, cara berpikir, kepekaan, integritas, dan keberanian bertindak.
Berikutnya, F.X. Risang Baskara, Ph.D., Kaprodi Sastra Inggris, mengajak para peserta Jaksa 2026 untuk menyelami kedalaman manusia di era AI dan krisis global melalui pemaparan materi bertajuk “Sastra, Sejarah, dan Posthumanisme.” Risang memaparkan bagaimana gawai bukan lagi sekadar alat, tapi seolah telah menjadi organ tambahan manusia yang berfungsi sebagai memori sekunder, mata digital, dan perpanjangan identitas manusia. Risang mencoba memperlihatkan perbedaan kemampuan AI dan manusia untuk membaca suatu teks. AI dikatakan mampu mengekstraksi informasi dengan cepat, namun hampa, sedangkan manusia mampu memahami esensi dan menyelami makna teks meski membutuhkan waktu lebih lama karena menyelami kedalaman tidak dapat dilakukan secara instan. Di tengah kepungan tawaran konten instan, Fakultas Sastra menawarkan ‘deep reading’ sebagai aksi resistensi radikal agar kita mampu memproses resonansi dan melatih kemerdekaan. Risang menegaskan bahwa teknologi tidak untuk ditolak, tetapi perlu dipastikan bahwa teknologi tetap memanusiakan manusia dan menghargai kehidupan di bumi.

Panitia Jaksa 2026 mengangkat tema dalam bahasa Nias, “Sambua dödö, Sastra khöda fefu”, yang berarti “Satu hati, Sastra milik kita semua”. Tema tersebut dimaksudkan untuk mengajak mahasiswa baru dan seluruh warga Fakultas Sastra untuk mengedepankan solidaritas, kekompakan, dan kebersamaan dalam proses belajar, berkarya, dan bertumbuh sebagai manusia yang bermartabat. Ketua Panitia Jaksa 2026, Fredrick Gilberto Ferdinand, menyatakan bahwa pemilihan bahasa Nias dalam tema Jaksa adalah bagian dari penghargaan terhadap keberagaman dan sudah menjadi tradisi bahwa tema Jaksa selalu menggunakan berbagai bahasa daerah yang ada di Indonesia. Selain bahasa, elemen-elemen visual Nias mewarnai setiap bentuk kegiatan Jaksa 2026 ini. Melalui lirik jingle Jaksa 2026, panitia juga menyelipkan harapan “Jalinan akrab tak akan sirna, dan Raihlah mimpi di Fakultas Sastra”
(Tim Medsos FS)
- JAKSA 2026: Menjadi Manusia di Tengah Perubahan Zaman dan Era AI
- Naik Peringkat, Magister Sastra USD Raih Akreditasi Baik Sekali
- Fakultas Sastra USD dan Yayasan Dena Upakara Jalin Kerja Sama Penulisan Sejarah 90 Tahun SLB/B Dena Upakara
- Perluas Jejaring Akademik Internasional, Fakultas Sastra USD dan Fakultas Pendidikan dan Humaniora UNTL akan Kembangkan Kolaborasi
- Dari Ruang Kelas ke Perlawanan: Humaniora sebagai Daya Transformasi Bangsa
- Misa Syukur Dies Natalis ke-33 Fakultas Sastra: Merawat Ingatan, Meneguhkan Humaniora Transformatif
- Fakultas Sastra USD Jajaki Kerja Sama dengan Fakultas Bahasa dan Budaya Universitas Darma Persada Jakarta
- Lokakarya Penyusunan Kurikulum 2026: Prodi Sastra Indonesia USD Perkuat Integrasi AI dan Kebutuhan Industri
- Lokakarya Pembaruan Kurikulum ke-6 Fakultas Sastra USD: Menegaskan Teori-Teori Kritis dan Digital Humanities sebagai Mata Kuliah Penciri
- Malam Syukuran Winisuda Fakultas Sastra USD Dekan FS: Segala Sesuatu Ada Waktunya
