Berita

Misa Syukur Dies Natalis ke-33 Fakultas Sastra: Merawat Ingatan, Meneguhkan Humaniora Transformatif

27-04-2026 13:43:57 WIB

Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma mengawali rangkaian perayaan Dies Natalis ke-33 dengan mengadakan Misa Syukur di Kapel Santo Robertus Bellarminus, Universitas Sanata Dharma, Senin (27/4/2026). Perayaan ekaristi ini menjadi momen refleksi iman sekaligus peneguhan panggilan Fakultas Sastra untuk terus relevan, transformatif, dan setia merawat nilai-nilai kemanusiaan di tengah tantangan zaman.



Misa konselebran dipimpin oleh Romo Jakobus Aditya Christie Manggala, S.J. dan Romo Heribertus Heri Setyawan, S.J., serta dihadiri oleh para dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan tamu undangan.

Dalam homilinya, Romo Aditya menekankan bahwa sastra memiliki peran penting sebagai ruang keberanian sekaligus pintu gerbang untuk merawat ingatan. Menurutnya, sastra bukan sekadar medium estetika atau hiburan, melainkan memiliki daya profetik untuk menghadirkan suara kebenaran. Sastra dipanggil menjadi kekuatan yang berani melawan lupa, menjaga ingatan kolektif, serta merawat nilai-nilai kemanusiaan di tengah arus perubahan zaman yang cepat.

Romo Aditya juga mengajak seluruh sivitas akademika Fakultas Sastra untuk terus menumbuhkan kesadaran kritis dalam membaca realitas. Dalam konteks dunia yang semakin digital dan serba cepat, peran humaniora menjadi semakin penting untuk menjaga kedalaman refleksi, merawat nurani, dan menghadirkan perspektif kemanusiaan di tengah berbagai perubahan sosial, budaya, dan teknologi.


Sementara itu, dalam sambutannya, Pjs Dekan Fakultas Sastra, Dr. Tatang Iskarna, mengingatkan bahwa perjalanan 33 tahun Fakultas Sastra merupakan rangkaian panjang perjuangan, pengabdian, dan rahmat Tuhan yang terus menyertai. Mengutip Mazmur 127:1, “Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya,” ia menegaskan bahwa keberlangsungan Fakultas Sastra tidak hanya ditentukan oleh kekuatan manusia, strategi organisasi, atau kecanggihan teknologi, melainkan oleh penyelenggaraan Tuhan.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Tatang juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi Fakultas Sastra ke depan, antara lain penerimaan mahasiswa baru di tengah persaingan antarperguruan tinggi, tuntutan relevansi dan keberdampakan ilmu humaniora, serta disrupsi digital dan kecerdasan buatan yang mengubah pola komunikasi dan kehidupan masyarakat. Menurutnya, Fakultas Sastra perlu terus bertransformasi melalui pengembangan humaniora digital tanpa kehilangan jati diri kemanusiaannya.

Rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-33 Fakultas Sastra akan berlanjut hingga perayaan puncak yang dijadwalkan pada 4 Mei 2026. Melalui seluruh rangkaian perayaan ini, sivitas akademika diajak untuk tidak hanya mengenang perjalanan masa lalu, tetapi juga meneguhkan komitmen bersama dalam merawat dan membangun Fakultas Sastra agar tetap relevan, berdampak, dan setia pada nilai-nilai kemanusiaan.

(Adp/Tti)

Kembali