Berita
Fakultas Sastra USD dan FIB Universitas Andalas Jalin Kerja Sama, Langsung Diimplementasikan melalui Kuliah Umum Pragmatik
12-09-2026 14:12:42 WIB
Sleman, 11 September 2026 - Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma (FS USD) dan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB Unand) memperkuat jejaring akademik antarlembaga melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (Memorandum of Agreement/MoA). Kerja sama tersebut tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi langsung ditindaklanjuti melalui kuliah umum bidang pragmatik dan pembicaraan mengenai rencana kolaborasi penelitian kedua fakultas.

Perjanjian kerja sama ditandatangani oleh Dekan Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma, Dr. Tatang Iskarna, dan Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., di Kantor Dekanat Fakultas Sastra USD. Dalam kegiatan tersebut, Dekan Fakultas Sastra USD didampingi Wakil Dekan, Susilawati Endah Peni Aji, M.Hum., sedangkan Prof. Ike Revita didampingi Manajer Kerja Sama FIB Universitas Andalas, Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum.
Menurut Porf. Ike, kerja sama kedua fakultas diarahkan pada peningkatan kualitas penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta pemberdayaan sumber daya manusia. “Ruang lingkup kerja sama mencakup antara lain seminar, kuliah umum, pelatihan penulisan artikel untuk jurnal internasional bereputasi, kolaborasi riset, serta berbagai kegiatan akademik lain yang disepakati kedua institusi” ungkapnya. Perjanjian tersebut berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani. Sementara Pak Tatang dalam sambutannya merasa senang bahwa USD sebagai PTS dapat diajak kerja sama dengan PTN sebesar Unand. “Kerja sama selalu bermanfaat dan memajukan institusi dan sivitas kita Fakultas Sastra”, ujarnya dalam sambutan pada kuliah umum Prof. Ike.
Kerja sama ini juga membuka ruang keterlibatan berbagai program studi di kedua fakultas. Di Fakultas Sastra USD, cakupannya melibatkan Program Studi Sastra Inggris, Sastra Indonesia, dan Sejarah pada jenjang sarjana serta Program Magister Sastra. Sementara itu, FIB Universitas Andalas memiliki sejumlah program studi yang dapat menjadi mitra dalam pengembangan kegiatan akademik bersama. Dengan cakupan tersebut, kerja sama diharapkan berkembang dalam berbagai bidang kajian humaniora dan tidak terbatas pada satu kegiatan saja.
Kuliah Umum sebagai Implementasi Kerja Sama
Implementasi awal kerja sama tersebut diwujudkan melalui kuliah umum pada Jumat, 11 September 2026, di Ruang S302 Gedung Fakultas Sastra USD. Prof. Ike Revita tampil sebagai pembicara dengan mengangkat topik “It’s Not What You Said. It’s What I Understood: Pragmatics, Miscommunication, and Meaning in the Digital Age.”
Kuliah umum dimoderatori oleh Dr. Arina Istia’nah, M.Hum., dosen Fakultas Sastra USD yang turut merintis terbangunnya kerja sama antara Fakultas Sastra USD dan FIB Universitas Andalas. Kegiatan diikuti oleh dosen Program Studi Sastra Inggris dan Sastra Indonesia yang memiliki ketertarikan pada bidang pragmatik, serta sejumlah mahasiswa yang mempunyai minat terhadap linguistik dan kajian pragmatik.

Dalam paparannya, Prof. Ike mengajak peserta melihat komunikasi dari sudut yang dekat dengan kehidupan sehari-hari: apa yang dikatakan seseorang belum tentu sama dengan apa yang dimaksudkannya, dan apa yang dimaksudkan belum tentu sama dengan apa yang dipahami oleh lawan bicara. “Dalam pragmatik, makna tidak sekadar diterima secara pasif oleh pendengar, tetapi dibangun melalui interaksi antara ujaran, konteks, inferensi, dan interpretasi. Perbedaan interpretasi inilah yang dapat melahirkan miskomunikasi”, papar Prof. Ike.
Topik tersebut menjadi semakin relevan ketika komunikasi berpindah ke ruang digital. Prof. Ike menunjukkan bahwa dalam komunikasi berbasis teks, sejumlah petunjuk yang biasa hadir dalam percakapan tatap muka—seperti intonasi, ekspresi wajah, gestur, jeda, dan umpan balik langsung—dapat menghilang. Namun, komunikasi digital sekaligus menciptakan penanda pragmatik baru melalui tanda baca, emoji, read receipts, reaksi, GIF, stiker, bahkan jeda waktu dalam mengetik dan membalas pesan.
Paparan menjadi menarik karena konsep pragmatik tidak hanya dijelaskan secara teoretis, tetapi juga melalui contoh-contoh sederhana yang akrab dengan kehidupan peserta. “Ungkapan seperti “Okay,” “Fine,” “Noted,” atau penggunaan emoji dapat menghasilkan interpretasi yang berbeda bergantung pada konteks, hubungan antara penutur dan penerima pesan, serta pengetahuan yang mereka miliki bersama”, lanjut Profesor kelahiran Sumatera Barat itu. Kuliah pun berkembang menjadi diskusi interaktif ketika peserta diajak mempertimbangkan berbagai kemungkinan makna dari ujaran yang sama.
Prof. Ike juga membawa pembahasan pragmatik ke persoalan yang semakin aktual, yakni komunikasi dengan kecerdasan artifisial (AI). Ketika pengguna meminta AI, misalnya, untuk membuat suatu teks menjadi “lebih profesional”, AI harus melakukan inferensi: profesional untuk siapa—dosen, dekan, editor jurnal, atau pemberi kerja? Contoh tersebut memperlihatkan bahwa persoalan konteks, inferensi, dan interpretasi kini tidak hanya penting dalam komunikasi antarmanusia, tetapi juga dalam komunikasi yang dimediasi teknologi.
Kuliah umum berlangsung dinamis karena peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan, tetapi juga terlibat dalam pembahasan kasus-kasus komunikasi. Dari percakapan sehari-hari hingga komunikasi digital, peserta diajak melihat bahwa makna merupakan sesuatu yang dikonstruksi, bukan semata-mata dipindahkan dari penutur kepada pendengar. Konteks menyediakan petunjuk, pendengar melakukan inferensi, dan dari proses tersebut terbentuk interpretasi yang mungkin saja berbeda dari maksud awal penutur.
Dari Kuliah Umum Menuju Kolaborasi Riset
Kunjungan akademik tersebut tidak berakhir setelah kuliah umum. Prof. Ike Revita dan Dr. Ria Febrina bersama pimpinan serta dosen Fakultas Sastra USD melanjutkan pembicaraan mengenai peluang penelitian bersama antara kedua institusi. Diskusi ini menjadi penting karena kolaborasi riset memang menjadi salah satu ruang lingkup yang secara eksplisit tercantum dalam perjanjian kerja sama kedua fakultas.
Dengan demikian, kuliah umum pragmatik menjadi langkah awal yang konkret dalam menerjemahkan dokumen kerja sama menjadi aktivitas akademik. Ke depan, hubungan antara Fakultas Sastra USD dan FIB Universitas Andalas diharapkan berkembang melalui kuliah bersama, seminar, penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah, pelatihan penulisan artikel internasional, serta bentuk-bentuk kolaborasi akademik lainnya.
Kerja sama ini sekaligus menegaskan komitmen kedua fakultas untuk membangun jejaring akademik yang tidak berhenti pada aspek administratif. Penandatanganan perjanjian, penyelenggaraan kuliah umum, dan pembicaraan mengenai riset bersama menunjukkan upaya untuk menjadikan kemitraan antarlembaga sebagai ruang nyata bagi pertukaran pengetahuan, pengembangan keilmuan, peningkatan kualitas penelitian dan publikasi, serta penguatan pengalaman akademik dosen dan mahasiswa. (Tti-Dt-Dn)Kembali
- Ketika Mesin Ikut Menulis: HISKI Komisariat USD Mengupas “Sastra di Era Digital” pada Usia Satu Dasawarsa
- Fakultas Sastra USD dan FIB Universitas Andalas Jalin Kerja Sama, Langsung Diimplementasikan melalui Kuliah Umum Pragmatik
- JAKSA 2026: Menjadi Manusia di Tengah Perubahan Zaman dan Era AI
- Naik Peringkat, Magister Sastra USD Raih Akreditasi Baik Sekali
- Fakultas Sastra USD dan Yayasan Dena Upakara Jalin Kerja Sama Penulisan Sejarah 90 Tahun SLB/B Dena Upakara
- Perluas Jejaring Akademik Internasional, Fakultas Sastra USD dan Fakultas Pendidikan dan Humaniora UNTL akan Kembangkan Kolaborasi
- Dari Ruang Kelas ke Perlawanan: Humaniora sebagai Daya Transformasi Bangsa
- Misa Syukur Dies Natalis ke-33 Fakultas Sastra: Merawat Ingatan, Meneguhkan Humaniora Transformatif
- Fakultas Sastra USD Jajaki Kerja Sama dengan Fakultas Bahasa dan Budaya Universitas Darma Persada Jakarta
- Lokakarya Penyusunan Kurikulum 2026: Prodi Sastra Indonesia USD Perkuat Integrasi AI dan Kebutuhan Industri
