Berita

Naik Peringkat, Magister Sastra USD Raih Akreditasi Baik Sekali

20-08-2026 11:26:45 WIB

Sleman - Program Studi Sastra Program Magister, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma (USD) berhasil meraih peringkat akreditasi Baik Sekali, meningkat dari peringkat sebelumnya, Baik. Capaian tersebut menjadi tonggak penting bagi program studi yang relatif masih muda sekaligus menunjukkan hasil dari proses pengembangan mutu akademik dan tata kelola yang dilakukan secara berkelanjutan. Peringkat Baik Sekali tersebut ditetapkan berdasarkan Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Nomor 7119/SK/BAN-PT/Ak/M/VIII/2026 tanggal 18 Agustus 2026 tentang peringkat akreditasi Program Studi Sastra pada Program Magister Universitas Sanata Dharma. Peringkat akreditasi Baik Sekali ini berlaku sejak 18 Agustus 2026 hingga 18 Agustus 2031.

Dekan Fakultas Sastra USD, Dr. Tatang Iskarna, menyampaikan rasa syukur dan kegembiraannya atas capaian tersebut. Menurutnya, peningkatan peringkat akreditasi bukan sekadar perubahan status, tetapi juga bentuk pengakuan terhadap proses pengembangan program studi yang selama ini dilakukan secara serius. “Kami tentu sangat bersyukur dan gembira. Bagi kami, capaian ini bukan hanya peningkatan dari Baik menjadi Baik Sekali, tetapi juga pengakuan terhadap kerja bersama dalam mengembangkan kualitas pembelajaran, penelitian, tata kelola, dan budaya akademik di Program Studi Sastra Program Magister,” ungkapnya.

Tatang menegaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak dapat dilepaskan dari dukungan berbagai pihak di lingkungan Universitas Sanata Dharma. Pimpinan universitas memberikan arah kebijakan dan dukungan institusional, sementara LPMAI berperan dalam pendampingan penjaminan mutu dan proses akreditasi. Berbagai biro, pusat, dan unit pendukung universitas juga berkontribusi melalui penyediaan data, dokumen, layanan, dan dukungan administratif. Di tingkat fakultas dan program studi, dosen dan tenaga kependidikan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas penyelenggaraan pendidikan. “Akreditasi tidak mungkin menjadi pekerjaan program studi saja. Capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh ekosistem USD, termasuk mahasiswa, alumni, pengguna lulusan, serta mitra dunia usaha dan dunia industri,” tambah Tatang.

Sementara itu, Ketua Program Studi Sastra Program Magister, Dr. G. Fajar Sasmita Aji, M.Hum., menjelaskan bahwa predikat Baik Sekali tidak diperoleh melalui persiapan sesaat menjelang akreditasi. Menurutnya, program studi secara bertahap telah melakukan evaluasi dan pembenahan dalam berbagai aspek, mulai dari kurikulum, pembelajaran, penelitian dan publikasi, kegiatan akademik mahasiswa, layanan akademik, hingga penguatan tata kelola dan dokumentasi. Evaluasi kurikulum juga dilakukan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan agar pendidikan yang diberikan tetap relevan dengan perkembangan ilmu dan kebutuhan masyarakat.



Fajar menambahkan bahwa keterlibatan sivitas akademika menjadi salah satu kekuatan dalam proses tersebut. Dosen berkontribusi melalui pembelajaran, penelitian, publikasi, pengabdian kepada masyarakat, pembimbingan mahasiswa, serta pengembangan kurikulum. Tenaga kependidikan mendukung pengelolaan administrasi, data, dokumentasi, dan layanan akademik, sedangkan mahasiswa turut membangun atmosfer akademik melalui perkuliahan, penelitian, seminar, forum ilmiah, dan publikasi. “Dokumen akreditasi pada dasarnya merekam proses yang telah berlangsung. Karena itu, yang jauh lebih penting adalah bagaimana budaya mutu benar-benar dijalankan dalam kehidupan akademik sehari-hari,” jelas Fajar.

Mahasiswa dan alumni juga memiliki posisi penting dalam pencapaian tersebut. Menurut Fajar, mahasiswa tidak hanya menjadi peserta dalam proses pembelajaran, tetapi juga terlibat aktif dalam penelitian, kegiatan ilmiah, publikasi, serta evaluasi pembelajaran dan layanan program studi. Alumni, melalui tracer study dan berbagai forum komunikasi, memberikan informasi mengenai perkembangan karier, relevansi kompetensi yang diperoleh selama studi, serta masukan untuk penyempurnaan kurikulum. Pengguna lulusan dan mitra DUDIKA turut memberikan perspektif mengenai kebutuhan dunia kerja, perkembangan teknologi, literasi digital dan kecerdasan artifisial (AI), serta kompetensi yang perlu dimiliki lulusan.

Setelah memperoleh peringkat Baik Sekali, Program Studi Sastra Program Magister USD tidak berhenti melakukan pengembangan. Fajar menjelaskan bahwa kurikulum terus diperkuat melalui penguasaan teori-teori kritis dan humaniora digital, serta kajian sastra yang responsif terhadap persoalan sosial dan budaya kontemporer. Metode pembelajaran juga diarahkan semakin berbasis penelitian dan proyek, diskusi kritis, pemanfaatan teknologi digital dan AI secara kritis dan etis, serta kolaborasi dengan berbagai mitra. Seluruh proses tersebut tetap dikembangkan dalam semangat Pedagogi Ignasian, yang mengintegrasikan kompetensi akademik dengan refleksi, kepedulian, integritas, dan komitmen.

Bagi Fakultas Sastra USD, predikat Baik Sekali sekaligus membawa tanggung jawab untuk terus bergerak maju. Tatang menegaskan bahwa capaian akreditasi tidak seharusnya dipandang sebagai tujuan akhir. “Predikat Baik Sekali justru menjadi pijakan dan tanggung jawab baru. Yang perlu kami lakukan sekarang adalah menjaga mutu yang telah dicapai sekaligus terus meningkatkannya agar Program Studi Sastra Program Magister semakin memiliki kekhasan akademik yang kuat, relevan dengan perkembangan zaman, memberi kontribusi bagi masyarakat, dan semakin dikenal pada tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Capaian ini menandai langkah maju Program Studi Sastra Program Magister Fakultas Sastra USD dalam membangun pendidikan pascasarjana di bidang sastra yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kritis, humanis, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan responsif terhadap berbagai persoalan sosial serta budaya (Dn)

Kembali