Berita

Fieldwork, Bahasa Asing, dan Digitalisasi: Arah Baru Kurikulum Prodi Sejarah, Fakultas Sastra

09-03-2026 13:40:16 WIB

Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma menyelenggarakan Lokakarya Pembaruan Kurikulum Program Studi Sejarah melalui forum stakeholders meeting pada Senin, 9 Maret 2026, di Ruang S203 Gedung Fakultas Sastra. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis fakultas dalam merespons perkembangan ilmu pengetahuan, disrupsi teknologi digital, serta tuntutan dunia usaha dan dunia industri (DUDIKA) yang semakin dinamis.

Dalam forum ini, Program Studi Sejarah menghadirkan dua narasumber dari dunia praktik, yakni Khotifah, S.S. (alumni Sejarah FS USD yang kini terlibat dalam program internasional Where There Be Dragons), serta Agustinus Wisnu Kristiyanta, S.Ant., M.A. dari Museum Negeri Sonobudoyo. Keduanya memberikan perspektif konkret mengenai kebutuhan kompetensi lulusan sejarah di dunia kerja, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas institusi.



Khotifah menekankan bahwa studi sejarah memiliki keterkaitan erat dengan dunia traveling program internasional, seperti program pendidikan berbasis pengalaman yang melibatkan mahasiswa dari Amerika Serikat. Dalam program tersebut, peserta tidak hanya belajar sejarah melalui bacaan dan film, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lapangan, termasuk proyek studi mandiri dan refleksi berkala. “Penguatan fieldwork, kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris, pengelolaan kelas, public speaking, serta praktik reflektif melalui journaling perlu ditekankan”, tegasnya. Selain itu, kolaborasi dengan komunitas lokal menjadi kunci dalam menghadirkan pembelajaran sejarah yang kontekstual dan bermakna.



Sementara itu, Agustinus Wisnu Kristiyanta menyoroti keterkaitan erat antara studi sejarah dan dunia permuseuman. “Lulusan sejarah memiliki peluang besar untuk berkarier di museum, khususnya dalam bidang kajian koleksi, dokumentasi, konservasi, dan digitalisasi”, ungkapnya. Namun demikian, ia juga menyoroti beberapa tantangan, seperti pentingnya penguasaan bahasa asing—terutama bahasa Belanda dan Inggris—serta kemampuan menulis populer yang tetap berbasis data dan akurat secara akademik.

Melalui lokakarya ini, Fakultas Sastra USD menegaskan komitmennya untuk terus memperbarui kurikulum secara partisipatif dan adaptif. Hasil diskusi diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret terkait capaian pembelajaran lulusan, rekonstruksi mata kuliah, serta integrasi teknologi dan humaniora digital dalam pembelajaran sejarah. Dengan demikian, lulusan Program Studi Sejarah diharapkan semakin relevan, kompetitif, dan mampu berkontribusi di berbagai sektor profesional di masa depan.

Kembali