Berita
Susun Kurikulum 2026, Fakultas Sastra USD Teguhkan Identitas Pendidikan Jesuit
16-02-2026 16:17:30 WIB
Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma (USD) meneguhkan komitmennya terhadap pendidikan humanistik berbasis nilai-nilai Ignasian melalui penyelenggaraan lokakarya Penguatan Kekhasan Pendidikan Jesuit dalam Penyusunan Kurikulum 2026 pada Senin, 16 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang S.203 Gedung Fakultas Sastra Lt. 2 ini menjadi momentum reflektif sekaligus strategis dalam memastikan bahwa pembaruan kurikulum tidak hanya menjawab tuntutan regulasi dan perkembangan zaman, tetapi juga semakin memperjelas identitas USD sebagai universitas Jesuit.
Lokakarya merupakan bagian dari proses diskresi institusional Fakultas Sastra dalam merespons perubahan lanskap pendidikan tinggi yang ditandai oleh disrupsi teknologi, perkembangan kecerdasan buatan, serta tuntutan Outcome-Based Education (OBE). Dalam kerangka tersebut, kurikulum dipahami bukan sekadar perangkat akademik, melainkan sarana pembentukan manusia yang utuh—selaras dengan visi pendidikan Jesuit yang menempatkan pengembangan intelektual, hati nurani, bela rasa, dan komitmen sosial sebagai satu kesatuan formasi.
Dalam pengantar sekaligus refleksi pembuka, Pj. Dekan Fakultas Sastra USD, Dr. Tatang Iskarna, mengajak peserta melihat kurikulum sebagai perjalanan pembentukan manusia. Ia menjelaskan bahwa kurikulum bukan hanya rancangan mata kuliah atau sistem evaluasi, tetapi desain sadar yang membentuk cara berpikir, merasakan, dan bertindak mahasiswa melalui pengalaman belajar yang terarah. Karena itu, setiap kurikulum selalu membawa pertanyaan mendasar mengenai manusia seperti apa yang ingin dibentuk oleh sebuah institusi pendidikan.
Ia menegaskan bahwa di tengah kecenderungan pendidikan tinggi yang semakin teknokratis dan berorientasi pada indikator kinerja, perguruan tinggi Jesuit dipanggil untuk menjaga keseimbangan antara kepatuhan terhadap regulasi dan kesetiaan terhadap identitasnya. Kurikulum, menurutnya, harus melampaui produksi kompetensi semata dan bergerak menuju pembentukan pribadi yang memiliki competence, conscience, compassion, dan commitment sebagai fondasi pendidikan Ignasian.

Sesi utama lokakarya menghadirkan Rm. Dr. L. Suharjanto, SJ, Sekretaris Pelaksana Sekretariat Mission and Identity USD, yang memaparkan arah pembaruan kurikulum dalam perspektif dokumen apostolik Veritatis Gaudium (2018). Ia menekankan bahwa pendidikan Katolik masa kini diarahkan pada pengalaman gaudium—sukacita karena kebenaran—yakni pendidikan yang tidak berhenti pada akumulasi pengetahuan, tetapi membentuk manusia yang mampu menemukan makna hidup dan harapan di tengah dunia yang kompleks dan tidak pasti.
Dalam paparannya, Rm. Suharjanto menjelaskan bahwa tradisi pendidikan Jesuit menempatkan sastra, bahasa, dan sejarah sebagai pusat pembentukan humanistik. Sastra mengasah imajinasi moral dan empati; bahasa dan retorika membentuk kemampuan komunikasi demi kebaikan bersama; sementara sejarah menghadirkan kebijaksanaan praktis melalui refleksi pengalaman manusia lintas zaman. Ketiga bidang tersebut menjadi sarana humanisasi—mendidik manusia agar mampu hidup bagi dan bersama sesama.
Ia juga menegaskan bahwa di era dominasi teknologi dan kecerdasan buatan, peran humaniora justru semakin relevan. Fakultas Sastra dipanggil menjadi penjaga nilai-nilai kemanusiaan yang tidak dapat digantikan oleh mesin, dengan memastikan bahwa kemajuan teknologi tetap berakar pada refleksi etis, kedalaman intelektual, dan tanggung jawab sosial. Pendidikan humaniora, menurutnya, harus melahirkan pribadi yang kritis sekaligus berbelarasa dalam membaca realitas zaman.
Lebih jauh, pembaruan kurikulum dikaitkan dengan Universal Apostolic Preferences (UAP) Serikat Yesus, yang menekankan pendampingan kaum muda, keberpihakan pada kelompok rentan, rekonsiliasi sosial, dan kepedulian terhadap keberlanjutan ciptaan. Integrasi nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui penguatan profil lulusan berbasis 4C yang dipadukan dengan karakter inquisitive, resilient, responsive, dan reflective, sehingga kurikulum menjadi ruang pembentukan manusia integral yang mampu menghadirkan harapan di tengah dunia yang rapuh dan penuh kecemasan.

Lokakarya yang dimoderatori oleh Abednego A. Prakosajaya, S.Hum., S.Ark., M.A., dosen Program Studi S1 Sejarah, berlangsung dalam suasana dialogis dan reflektif. Para peserta yang terdiri atas dekanat, ketua program studi, serta tim kurikulum dari Program Studi Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sejarah, dan Magister Sastra terlibat aktif dalam merumuskan diferensiasi kekhasan Ignasian masing-masing program studi serta implikasinya terhadap profil lulusan dan capaian pembelajaran kurikulum baru.
Melalui lokakarya ini, Fakultas Sastra USD menegaskan bahwa Kurikulum 2026 bukan sekadar respons administratif terhadap perubahan kebijakan pendidikan tinggi, melainkan sebuah proyek pendidikan humanistik yang berorientasi pada pembentukan manusia reflektif, kritis, dan berpihak pada kemanusiaan. Upaya ini sekaligus memperkuat peran Fakultas Sastra sebagai ruang diskresi intelektual dan spiritual yang menjaga relevansi humaniora di tengah transformasi zaman.
Dengan demikian, pembaruan kurikulum dipahami bukan sebagai akhir dari proses akademik, melainkan sebagai langkah berkelanjutan untuk menghadirkan pendidikan yang setia pada identitas Ignasian—membentuk men and women for and with others, pribadi-pribadi yang mampu berpikir mendalam, merasakan secara empatik, dan bertindak bagi kebaikan bersama. (Tti-Aap-Di)Kembali
- Lokakarya Penyusunan Kurikulum 2026: Prodi Sastra Indonesia USD Perkuat Integrasi AI dan Kebutuhan Industri
- Lokakarya Pembaruan Kurikulum ke-6 Fakultas Sastra USD: Menegaskan Teori-Teori Kritis dan Digital Humanities sebagai Mata Kuliah Penciri
- Malam Syukuran Winisuda Fakultas Sastra USD Dekan FS: Segala Sesuatu Ada Waktunya
- Fieldwork, Bahasa Asing, dan Digitalisasi: Arah Baru Kurikulum Prodi Sejarah, Fakultas Sastra
- Fakultas Sastra USD Gandeng ELTI dan HPI Komda DIY dalam Lokakarya Pembaruan Kurikulum untuk Prodi Sastra Inggris
- Susun Kurikulum 2026, Fakultas Sastra USD Teguhkan Identitas Pendidikan Jesuit
- Fakultas Sastra USD Gelar Lokakarya Kedua: Humaniora Digital Siap Jadi Penciri Baru Kurikulum 2026
- KEKUATAN NARASI LOKAL UNTUK EKONOMI KREATIF: BRIN DAN FAKULTAS SASTRA USD RESMI JALIN KERJASAMA
- Fakultas Sastra USD Mengadakan Lokakarya Pembaruan Kurikulum 2026
- Kuliah Umum Fakultas Sastra: MEMBACA ULANG NARASI PEMBANGUNAN DAN LINGKUNGAN ORDE BARU
