Berita

Fakultas Sastra USD Gelar Lokakarya Kedua: Humaniora Digital Siap Jadi Penciri Baru Kurikulum 2026

24-11-2025 10:26:44 WIB

YOGYAKARTA — Melanjutkan langkah strategis pembaruan kurikulum, Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma (USD) kembali menyelenggarakan kegiatan akademik penting berupa Lokakarya Pembaruan Kurikulum 2026 (2) dengan tajuk "Humaniora Digital sebagai Mata Kuliah Penciri Fakultas Sastra USD". Acara ini berlangsung pada Senin, 24 November 2025, bertempat di Ruang 303, Fakultas Sastra USD.

Respons Terhadap Gelombang Poshumanisme

Lokakarya ini dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Sastra USD, Dr. Yoseph Yapi Taum, yang mengangkat tema "Memasuki Poshumanisme dengan Kritis, Kreatif, dan Humanis". Dalam sambutannya, Dekan menegaskan bahwa tantangan utama Fakultas Sastra saat ini adalah mempertahankan relevansi ilmu-ilmu humaniora di tengah gelombang Poshumanisme yang dipicu oleh Revolusi Industri 4.0 dan kemajuan pesat kecerdasan buatan (AI).

"Poshumanisme adalah arus yang mengakui peran entitas non- manusia serta keterhubungan ontologis manusia dengan mesin," tegas Dr. Yoseph Yapi Taum.

Beliau menambahkan bahwa fenomena ini seringkali bersifat serba instan dan materialistik. Oleh karena itu, Fakultas Sastra perlu merespons tidak hanya dengan memotret realitas digital, tetapi juga menafsirkan dan mengkritiknya demi menjaga keluhuran martabat manusia.


Humaniora Digital dan Teori Kritis: Dua Pilar Baru

Lokakarya kedua ini merupakan kelanjutan dari komitmen fakultas untuk menggantikan penciri lama (Cultural Studies) dengan penciri baru. Jika lokakarya pertama menetapkan Teori-Teori Kritis sebagai kerangka filosofis, lokakarya ini menetapkan Humaniora Digital (Digital Humanities) sebagai instrumen aplikatif pendampingnya.

Mata kuliah Humaniora Digital dirancang sebagai perwujudan praktik dari semangat "Kritis" dan "Kreatif" untuk menyeimbangkan kemampuan teknologi dengan pengembangan intelektual yang otonom.

"Mata kuliah ini adalah sarana untuk memastikan semangat 'Humanis,' dengan menekankan bahwa penggunaan teknologi harus hanya sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir manusia atau nilai-nilai etika," demikian bunyi latar belakang penetapan mata kuliah ini.

Menghadirkan Pakar dari UKDW

2

Kegiatan yang berlangsung pukul 11.00–13.00 WIB ini menghadirkan narasumber ahli, Dra. Alviani Permata, M.Hum., yang merupakan Ketua Program Studi Humanitas, Fakultas Humaniora Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW).

Dalam sesi pemaparan utama berjudul "Humaniora Digital, Poshumanisme, dan Tantangan Kurikulum Humaniora", Dra. Alviani Permata membedah bagaimana Humaniora Digital dapat berfungsi sebagai jalan esensial untuk memfasilitasi kesadaran poshumanis, di mana teknologi dilihat sebagai entitas eksistensial yang turut membentuk identitas dan makna.

Dalam Paparannya, Dra. Alviani Permata mengatakan menjelaskan bahwa perkembangan HAM modern kini dipahami dalam empat generasi. Generasi pertama mencakup hak-hak sipil dan politik, seperti hak hidup, kebebasan berpendapat, dan perlindungan hukum. Generasi kedua meliputi hak ekonomi, sosial, dan budaya, termasuk hak atas pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan layak.

Memasuki generasi ketiga, fokus meluas pada hak-hak kolektif, seperti hak atas pembangunan, perdamaian, dan lingkungan hidup yang bersih. Sementara itu, kemajuan teknologi melahirkan generasi keempat yang menyoroti hak digital dan bioteknologi, antara lain privasi data, keamanan siber, dan perlindungan genetika.

Keempat generasi HAM ini menunjukkan bahwa perlindungan terhadap martabat manusia terus berkembang seiring perubahan sosial dan kemajuan teknologi.



Sinergi Empat Program Studi

Acara ini dihadiri oleh seluruh dosen dari empat program studi di lingkungan Fakultas Sastra: Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Sejarah, dan Magister Sastra. Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi panel dan refleksi kelompok per program studi untuk merumuskan relevansi Humaniora Digital dalam bidang pengajaran masing-masing.

Melalui lokakarya ini, Fakultas Sastra USD meneguhkan kembali komitmennya sebagai fakultas yang adaptif dan inovatif dalam menanggapi tanda- tanda zaman, serta siap mencetak lulusan dengan keseimbangan kecerdasan multidimensi (IQ, EQ, dan Digital).

Kembali