Berita
KEKUATAN NARASI LOKAL UNTUK EKONOMI KREATIF: BRIN DAN FAKULTAS SASTRA USD RESMI JALIN KERJASAMA
17-11-2025 16:47:33 WIB
Jakarta,
17 November 2025 — Badan Riset dan
Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset
Bahasa, Sastra, dan Komunitas (BRIN) hari ini
secara resmi menandatangani perjanjian kerja sama
dengan Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma
(USD), Yogyakarta. Acara ini berlangsung di Gedung
Widyagraha BRIN, Lantai 7, Ruang 701, Jalan Gatot
Subroto, Jakarta. Penandatanganan ini disusul
dengan Webinar Nasional bertema "Peluang Ekonomi
Berbasis Transformasi Sastra-Seni."
Sambutan dan Harapan Implementasi Nyata
Kepala Organisasi
Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra, Herry
Yogaswara, memberikan sambutan pembuka dan
menyambut baik kemitraan strategis antara BRIN dan
Fakultas Sastra USD. Ia menekankan bahwa
perjanjian ini harus diimplementasikan dalam
aktivitas dan tindakan nyata berupa penelitian,
seminar, dan berbagai kegiatan akademis
lainnya.

Dua Paradigma Perubahan Pembangunan Global
Dalam sesi webinar, narasumber, Prof. Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum., yang juga merupakan Dekan Fakultas Sastra USD, menyoroti dua perubahan paradigma pembangunan global yang penting dan perlu disadari oleh Indonesia:
Kembali
Senada dengan hal itu, Kepala Pusat
Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas, Ade Mulyanah,
menyatakan bahwa kerja sama dengan Fakultas Sastra
USD ini merupakan kerja sama yang kedelapan, yang
diharapkan akan ditindaklanjuti dengan berbagai
kegiatan produktif. Perjanjian ini merupakan
bagian dari upaya Organisasi Riset Arkeologi,
Bahasa, dan Sastra, BRIN.

Dua Paradigma Perubahan Pembangunan Global
Dalam sesi webinar, narasumber, Prof. Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum., yang juga merupakan Dekan Fakultas Sastra USD, menyoroti dua perubahan paradigma pembangunan global yang penting dan perlu disadari oleh Indonesia:
- 1. Pergeseran Basis Ekonomi: Pembangunan ekonomi suatu bangsa tidak lagi semata-mata didasarkan pada modal kekayaan sumber daya alam, melainkan pada ilmu pengetahuan (Knowledge Based Economy Development). Ilmu pengetahuan, kreativitas, dan inovasi menjadi pendorong utama pembangunan.
- 2. Model Pembangunan Penta Helix: Pendekatan pembangunan kini tidak lagi bersifat sektoral, melainkan didasarkan pada kerja sama lima unsur atau Penta Helix [Berdasarkan konteks yang diberikan]. Lima unsur tersebut adalah Pemerintah, Akademisi, Bisnis/ Industri, Komunitas Masyarakat, dan Media.
Prof. Yapi Taum menekankan bahwa kelima unsur ini harus bekerja sama dengan semangat yang sama agar keberhasilan pembangunan terjamin.
Tantangan "Lembah Kematian" Riset

Guru Besar Sastra tersebut juga memperingatkan tentang fenomena "Valley of Death" atau lembah kematian riset [Berdasarkan konteks yang diberikan]. Menurutnya, banyak kajian para akademisi yang hanya tersimpan di laci meja dan tidak terwujud dalam praktik pembangunan karena belum terbentuk kerja sama erat antarunsur Penta Helix.

Guru Besar Sastra tersebut juga memperingatkan tentang fenomena "Valley of Death" atau lembah kematian riset [Berdasarkan konteks yang diberikan]. Menurutnya, banyak kajian para akademisi yang hanya tersimpan di laci meja dan tidak terwujud dalam praktik pembangunan karena belum terbentuk kerja sama erat antarunsur Penta Helix.
"Para peneliti meyakini ada cerita rakyat yang sangat layak diangkat ke layar kaca. Namun, ketiadaan konsorsium pendanaan untuk film maker membuat impian-impian seperti itu sulit diwujudkan," ujar Prof. Taum, memberikan contoh.
Melalui sinergi dalam model Triple Helix (Akademisi, Pemerintah, dan Industri Kreatif), makalah yang dipresentasikannya mengusulkan agar riset bertransformasi menjadi Research and Development (R&D) yang berorientasi pada pengembangan produk yang relevan dengan pasar, bukan sekadar dokumen ilmiah. Fokusnya adalah pada transformasi aset intelektual dari cerita rakyat, seperti Legenda Peni dan Nogo (Flores) dan narasi Tenun Ikat Sumba.
Penandatanganan kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan cetak biru aplikatif dan berkelanjutan, yang memastikan warisan leluhur hidup, berkembang, dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat
- Fakultas Sastra USD Gelar Lokakarya Kedua: Humaniora Digital Siap Jadi Penciri Baru Kurikulum 2026
- KEKUATAN NARASI LOKAL UNTUK EKONOMI KREATIF: BRIN DAN FAKULTAS SASTRA USD RESMI JALIN KERJASAMA
- Fakultas Sastra USD Mengadakan Lokakarya Pembaruan Kurikulum 2026
- Kuliah Umum Fakultas Sastra: MEMBACA ULANG NARASI PEMBANGUNAN DAN LINGKUNGAN ORDE BARU
- Iliad Telah Usai, Odyssey Baru Dimulai: Pesan Dekan di Pelepasan Wisuda Fakultas Sastra USD
- Prof. Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum. Resmi Terima SK Guru Besar
- PENANDATANGAN MOA FAKULTAS SASTRA USD DAN FAKULTAS SASTRA DAN BAHASA UKI: RELASI UKI DAN USD SUDAH LAMA TERJALIN ERAT
- Fakultas Sastra USD Sambut Mahasiswa Baru Melalui JAKSA 2025: PERKUAT HUMANISME DAN LESTARIKAN BAHASA DAERAH
- FAKULTAS SASTRA TAMBAH DUA DOKTOR BARU
- Mewujudkan Kampus Inklusif bagi Mahasiswa Disabilitas: Sosialisasi dan Pelatihan Pendidikan Inklusif bagi Dosen dan Tendik Fakultas Sastra
