Berita

Prof. Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum. Resmi Terima SK Guru Besar

16-09-2025 10:18:32 WIB

Yogyakarta, 15 September 2025 – Universitas Sanata Dharma (USD), khususnya Fakultas Sastra dan Program Studi Magister Sastra menorehkan sejarah baru dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Jabatan Fungsional Guru Besar kepada Prof. Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum. dosen Magister Sastra USD sekaligus Dekan Fakultas Sastra USD. Acara berlangsung di Ruang Kadarman, Gedung Pusat Kampus II USD Mrican, Senin (15/9). SK Guru Besar diserahkan oleh Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V, Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D. kepada Rektor Universitas Sanata Dharma, Rm. Albertus Bagus Laksana, SJ, Ph.D., untuk kemudian diteruskan kepada Prof. Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum.

Dalam sambutannya, Prof. Setyabudi menekankan bahwa perjalanan menuju jabatan akademik tertinggi ini memang penuh rintangan. “Jalan menuju Guru Besar memang panjang dan terjal, tetapi kita harus yakin bahwa semua dapat dilalui dengan mudah jika kita terus berjuang,” ungkapnya memberi semangat. Sementara itu, Rektor USD, Rm. Bagus Laksana, SJ, Ph.D., mengaitkan capaian Prof. Yapi dengan kisah biblis Yoseph anak Yakub. “Pak Yapi yang memiliki nama baptis Yoseph, bagaikan Yusuf yang memiliki visi besar untuk mencapai sesuatu yang seolah mustahil. Visi itulah yang membawanya bukan hanya menyelamatkan keluarganya, tetapi juga memberi kontribusi besar dalam pemerintahan Mesir. Demikian pula capaian ini adalah buah dari visi dan ketekunan,” tutur Rektor.



Perjalanan Penuh Perjuangan

Dalam pidato penerimaan SK, Prof. Yapi menuturkan perjalanan panjangnya sejak mengawali karier sebagai dosen di Universitas Timor Timur tahun 1990, lalu mengabdi di Universitas Sanata Dharma sejak 2000. Ia mengisahkan berbagai rintangan, mulai dari persoalan administrasi, kegagalan pengajuan karena artikel yang terhenti status jurnalnya, hingga kehilangan besar ketika sang istri meninggal dunia akibat Covid-19 pada 2021.
 
Meski sempat berada di titik terendah, dukungan keluarga, kolega, dan pihak universitas menjadi penguat untuk bangkit kembali. Dengan kerja keras, ia akhirnya mampu memenuhi seluruh syarat, termasuk publikasi di jurnal internasional terindeks Scopus Q2 serta perannya sebagai Ketua Tim Penelitian Nasional. “Gelar Guru Besar ini bukan mahkota pribadi, melainkan kesaksian tentang kasih, dukungan, dan harapan yang dijaga dengan kesetiaan,” tegasnya.
 
Prof. Yapi juga menyampaikan rasa terima kasih kepada mendiang istri, keluarga, rekan kerja, serta pihak universitas yang telah mendukungnya selama ini. Ia menutup sambutannya dengan pesan inspiratif: “Jangan pernah meremehkan kekuatan sebuah harapan. Karena harapan, betapapun rapuhnya, selalu tahu jalan pulangnya menuju terang.” Acara penyerahan SK Guru Besar ini menandai tonggak penting bagi Universitas Sanata Dharma, khususnya dalam pengembangan ilmu sastra. Dengan gelar Guru Besar, Prof. Yapi Taum diharapkan terus berkarya dan memberi kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan, gereja, dan masyarakat (Tti)

Kembali