Berita
PENANDATANGAN MOA FAKULTAS SASTRA USD DAN FAKULTAS SASTRA DAN BAHASA UKI: RELASI UKI DAN USD SUDAH LAMA TERJALIN ERAT
25-08-2025 11:30:31 WIB
Jakarta, UKI. “Relasi yang erat antara Fakultas Sastra dan Bahasa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta dan Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma (USD) sudah lama terjalin. Penandatanganan Kerjasama atau Memorandum of Agreement (MoA) hari ini hanya melanjutkan MoA yang sudah habis masa berlakunya,” demikian disampaikan Susanne A. H. Sihotang, S.S., M.A, Dekan Fakultas Sastra dan Bahasa UKI dalam acara penantanganan MoA di Gedung AB Lt. 2 Univesitas Kristen Indonesia, Kamis, 21 Agustus 2025. Dekan Fakultas Sastra USD, Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum mengungkapkan berbagai bentuk kerjasama yang sudah dilaksanakan selama ini, antara lain penyelenggaraan kegiatan seminar, lokakarya, dan studi banding. Ke depannya, kerjasama akan ditingkatkan pada bidang-bidang lain seperti penelitian dan pengabdian masyarakat.
Acara penandanganan MoA dihadiri Wakil Dekan Fakultas Sastra dan Bahasa, Jannes Freddy Pardede, S.S., M.Hum. Ketua Program Studi Sastra Inggris Mike Wijaya Saragih, S.S., M.Hum, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Hendrikus Male, S.Pd., M.Hum., dan Ketua Program Studi: Dewi Sulistyowati, S.Hum., M.Hum. Dari pihak USD, hadir Patria Budi Suharyo dan Paternus Eka Nugraha, alumni Fakultas Sastra.

Kerjasama Peluncuran Buku
Salah satu implementasi kerjasama itu adalah kerjasama peluncuran dua buku yang ditulis Yoseph Yapi Taum. Acara peluncuran dan diskusi buku yang berfokus pada sejarah Timor-Leste berlangsung dalam dialog hangat dan akademis di Ruang Seminar Lt. 3, Gedung AB, Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta pada Kamis, 21 Agustus 2025. Acara ini menjadi wadah penting bagi para akademisi, sejarawan, dan publik untuk menggali lebih dalam kisah-kisah masa lalu Timor-Leste dan memori kolektifnya melalui dua buku "Jejak Jejak Ingatan" dan "Meraih Cahaya".
Acara yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 16.30 WIB ini menghadirkan serangkaian pembicara ternama yang memiliki latar belakang dan keahlian mendalam terkait isu Timor-Leste. Mereka adalah: Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum. (penulis buku dan pembicara utama), Hugo Maria Fernandes (Direktur Eksekutif Centro Nacional Chega! I.P., Penanggap), Rev. Arlindo F. Marcal (Centro Nacional Chega! I.P., Penanggap), Teguh Prasetyo, M.Hum. (Dosen UKI, Penanggap), Prof. Dr. Asvi Warman Adam (Purna Bakti Peneliti BRIN, Penanggap), Basilio Dias Araujo, S.S., S.H., M.H. (Alumni UKI Jakarta, Penanggap), dan Hilmar Farid, B.A., M.A., Ph.D. (Mantan Dirjen Kebudayaan Indonesia, Final Reviewer).
Selain itu, dalam momen penting diskusi ini hadir pula Jaime Andre Simoes, Atase Pendidikan Kedutaan Besar RDTL bagi Indonesia, Dr. F.X. Baskara T. Wardaya, SJ, pendiri Pusdema, dan Eurico Guterres, Ketua DPP Forum Komunikasi Pejuang Timor-Timur (FKPTT) yang turut mendukung sejak awal upaya-upaya rekonsiliasi yang saat ini sedang dikerjakan bersama. Acara peluncuran dan diskusi buku disambut dan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UKI Dr. rer.po. Ied Veda R. Sitepu, S.S., M.A.
Diskusi yang dipandu oleh Susanne A.H. Sitohang, S.S., M.A. sebagai moderator ini berlangsung interaktif dan membuka wawasan-wawasan baru. Para pembicara secara bergantian membedah isi kedua buku, menyoroti pentingnya merekam sejarah dari perspektif yang beragam, serta relevansinya bagi generasi saat ini dan mendatang. Topik-topik yang dibahas tidak hanya mencakup catatan historis, tetapi juga implikasi sosial, budaya, dan politik dari peristiwa-peristiwa yang terjadi di Timor-Leste.
“Di luar hal-hal yang bersifat teknis dan formal dalam upaya rekonsiliasi Indonesia – Timor-Leste pascakonflik, pertanyaan substansial yang perlu direfleksikan secara serius dan mendalam adalah, Apa yang mau kita wariskan dari semua peristiwa konflik dan kekerasan ini kepada anak-cucu kita kelak? Pertanyaan ini sangat penting karena konflik dan permusuhan juga dapat diwariskan ke generasi-generasi berikutnya,” demikian disampaikan Hilmar Farid, B.A., M.A., Ph.D., Mantan Dirjen Kebudayaan Indonesia, sebagai final reviewer dalam acara itu. (Patria Budi Suharyo).
- Fakultas Sastra USD Gelar Lokakarya Kedua: Humaniora Digital Siap Jadi Penciri Baru Kurikulum 2026
- KEKUATAN NARASI LOKAL UNTUK EKONOMI KREATIF: BRIN DAN FAKULTAS SASTRA USD RESMI JALIN KERJASAMA
- Fakultas Sastra USD Mengadakan Lokakarya Pembaruan Kurikulum 2026
- Kuliah Umum Fakultas Sastra: MEMBACA ULANG NARASI PEMBANGUNAN DAN LINGKUNGAN ORDE BARU
- Iliad Telah Usai, Odyssey Baru Dimulai: Pesan Dekan di Pelepasan Wisuda Fakultas Sastra USD
- Prof. Dr. Yoseph Yapi Taum, M.Hum. Resmi Terima SK Guru Besar
- PENANDATANGAN MOA FAKULTAS SASTRA USD DAN FAKULTAS SASTRA DAN BAHASA UKI: RELASI UKI DAN USD SUDAH LAMA TERJALIN ERAT
- Fakultas Sastra USD Sambut Mahasiswa Baru Melalui JAKSA 2025: PERKUAT HUMANISME DAN LESTARIKAN BAHASA DAERAH
- FAKULTAS SASTRA TAMBAH DUA DOKTOR BARU
- Mewujudkan Kampus Inklusif bagi Mahasiswa Disabilitas: Sosialisasi dan Pelatihan Pendidikan Inklusif bagi Dosen dan Tendik Fakultas Sastra
