Berita

Fakultas Sastra USD Sambut Mahasiswa Baru Melalui JAKSA 2025: PERKUAT HUMANISME DAN LESTARIKAN BAHASA DAERAH

16-08-2025 09:45:56 WIB

Yogyakarta (USD) – Acara tahunan Jalinan Akrab Sastra (JAKSA) 2025 kembali digelar oleh Fakultas Sastra (FS) Universitas Sanata Dharma (USD) untuk menyambut mahasiswa baru di Auditorium Driyarkara, Kampus II Mrican pada Sabtu, 16 Agustus 2025. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan kehidupan akademik, menumbuhkan rasa kekeluargaan, dan memperkuat nilai-nilai inti fakultas.

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Sastra, Dr. Yoseph Yapi Taum, yang menyambut hangat para mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Beliau menyampaikan bahwa Yogyakarta dikenal sebagai Kota Pelajar utama dengan 128 perguruan tinggi dan ratusan ribu mahasiswa. Beliau juga memperkenalkan USD sebagai salah satu universitas swasta terbesar di Yogyakarta, dengan Fakultas Sastra sebagai fakultas terbesar keempat di USD. Dalam sambutannya, Dr. Yapi menekankan bahwa FS USD bertujuan untuk membentuk mahasiswa yang tidak hanya berwawasan luas, tetapi juga kritis dan memiliki kepekaan terhadap kehidupan dan kemanusiaan.

Acara dilanjutkan dengan sesi pengenalan jajaran dekanat dan dosen, yang kemudian diikuti oleh dua buah talk show interaktif bersama Dr. Yoseph Yapi Taum.



Sastra dan Peradaban Manusia

Dalam talkshow sessi pertama, Dr. Yapi menegaskan bahwa sastra adalah salah satu bidang kebudayaan tertua yang lahir dari pengalaman estetis dan religius manusia. Beliau juga menyoroti bagaimana sastra pada awalnya merupakan tradisi lisan dan mitos sebelum menjadi bidang yang lebih otonom. Menurutnya, sastra adalah "modus eksistensi manusia" yang menyimpan nilai, budaya, dan perasaan dari waktu ke waktu. Sastra juga berfungsi sebagai media untuk mengekspresikan pengalaman spiritual manusia yang paling mendasar, ketika mereka menghadapi alam yang dahsyat (tremendum)  seperti gempa bumi berskala besar, terjangan tsunami, kematian, dan ketakutan, tetapi juga alam yang indah bersahabat (fascinosum) seperti pemandangan alam yang indah, cuaca yang bersahabat, cinta dan persahabatan, dan pendambaan keselamatan. 



Salah satu bahasan utama dalam talk show adalah identitas khas FS USD yang berlandaskan pada motto "Kritis, Kreatif, dan Humanis".

  • Kritis: FS USD membekali mahasiswanya dengan teori-teori kritis yang mengajarkan mereka untuk mempertanyakan kemapanan dan melihat teks sastra dalam konteks yang lebih luas, termasuk isu kekuasaan dan ideologi.
  • Kreatif: Mahasiswa didorong untuk mengembangkan kreativitas melalui berbagai mata kuliah seperti creative writing, penulisan puisi, cerpen, novel, drama, bahkan pembuatan film.
  • Humanis: Sebagai bagian dari pendidikan Jesuit, fakultas ini berkomitmen pada empat nilai dasar USD, yakni mencintai kebenaran, memperjuangkan keadilan, menghargai keragaman, dan menjunjung tinggi martabat manusia. Nilai-nilai ini digunakan sebagai landasan moral dan akademik dalam semua kebijakan Fakultas Sastra. Komitmen ini ditunjukkan pula dalam fokus pada penelitian dan pengabdian masyarakat yang berpihak pada keadilan dan martabat kaum marjinal.


Punahnya Bahasa Daerah
Pada sessie kedua talkshow, diskusi menyentuh isu krusial mengenai kepunahan dan pelestarian bahasa daerah. Dr. Yapi menjelaskan bahwa penyebab anak muda jarang menggunakan bahasa daerah adalah kombinasi dari faktor historis dan politis, seperti marginalisasi bahasa daerah pada era Orde Baru, hegemoni Bahasa Indonesia, dan dominasi budaya global. Hegemoni Bahasa Indonesia membuat bahasa ini diasosiasikan dengan status sosial dan peluang profesional, sementara bahasa daerah dianggap kurang relevan. Di sisi lain, dominasi estetika universal dari media digital juga membuat bahasa asing seperti Bahasa Inggris dan Korea dianggap "lebih modern".

Meskipun Indonesia memiliki 718 bahasa daerah, banyak di antaranya menghadapi ancaman kepunahan, dengan 11 bahasa berstatus punah dan 24 lainnya berstatus kritis. Dr. Yapi mendorong mahasiswa untuk berperan aktif dalam melestarikan bahasa daerah melalui berbagai cara, seperti membuat tugas akhir berupa antologi puisi bahasa daerah, skripsi tentang morfologi bahasa daerah, atau memanfaatkan media sosial. Ia juga menyebutkan upaya revitalisasi seperti penerbitan antologi puisi dwibahasa dan pemanfaatan teknologi, termasuk pembuatan konten kreatif, penggunaan fitur audio, serta membangun komunitas daring untuk mempromosikan bahasa daerah.

Keliling Kampus Fakultas Sastra
Setelah talk show, mahasiswa baru diajak berkeliling kampus untuk mengenal fasilitas seperti ruang kelas, perpustakaan, dan pusat kegiatan mahasiswa. Rangkaian acara JAKSA 2025 ditutup dengan pentas seni mahasiswa baru dan konser bersama, yang memeriahkan suasana dan memperkuat ikatan kekeluargaan di Fakultas Sastra USD. (Konrad Ruben Sachi Pratama – Sie Acara Jaksa 2025).

Kembali