Berita

Retret SMA Stella Duce “Berakar dalam Diri, Berani Melangkah ke Depan”

15-09-2026 15:44:53 WIB

Yogyakarta. Program Studi Bimbingan dan Konseling Univeristas Sanata Dharma menjadi fasilitator retret SMA Stella Duce 2, Yogyakarta. Kegiatan retret dilaksanakan selama tiga hari dua malam, yaitu pada hari Rabu, 9 September hingga Jumat, 11 September 2026.

Tema yang diusung dalam retret 2026 kali ini adalah “Berakar dalam Diri, Berani Melangkah ke Depan”. Tema tersebut diuraikan dalam tiga simbol, yaitu akar, api, dan air. Kegiatan retret yang berlokasi di Wisma Maya Kaliurang ini diikuti oleh 49 peserta didik kelas XII SMA Stella Duce 2, Yogyakarta. Pelaksanaan retret bertujuan untuk memperkuat spiritualitas serta membangun peserta didik menjadi pribadi yang utuh dan tangguh dalam menghadapi ketidakpastian masa depan, serta memantapkan peserta didik untuk berani melangkah mengambil keputusan sesuai dengan potensi dirinya. Kegiatan retret tahunan yang berlangsung selama tiga hari tersebut berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme.

WhatsApp Image 2026-09-18 at 10-58-32 (1)_4_11zon

Retret dibuka oleh Suster Yvonne, CB., dan diserahkan kepada tim retret dari BK Sanata Dharma. Penyampaian materi dalam retret disampaikan oleh Bapak Antonius Ian Bayu Setiawan, M. Pd., selaku dosen pendamping sekaligus fasilitator bersama dengan dua Romo mahasiswa, yaitu Romo Ignatius Emanuel Ama Wawa, Pr., dan Romo Fransiskus Asisi Mite, Pr. Selain itu, tim fasilitator lainnya juga berperan sebagai pendamping dinamika kelompok yang terdiri dari Brigita Dianita Sarah, Gloria Chezianita Riwu, Theresia Chartina Bhoko Bota, dan Vincentius Damar Sasongko, beserta satu rekan lainnya, yaitu Theodora Candela, S. Hut., yang merupakan alumnus Universitas Gajah Mada.

IMG_5861_3_11zon

Selama kegiatan berlangsung, peserta didik mengikuti berbagai sesi mulai dari sesi materi, dinamika kelompok, hingga penugasan seperti mengisi pohon harapan, membuat timeline masa depan, dan journaling. Kegiatan berlangsung secara mendalam pada setiap sesi, mulai dari sesi sharing, nonton film, refleksi, hingga pada sesi pengampunan yang dikemas dalam kegiatan pembakaran forgiveness letter pada bara api yang disediakan. Selain itu, sebagai penguatan iman dan spiritualitas peserta didik, tim mengadakan misa selama tiga hari dengan satu kali misa yang didesain dengan gaya Taize.

Kegiatan tidak hanya dilakukan di dalam ruangan saja, tetapi kegiatan di luar ruangan atau outbound juga turut melengkapi, diantaranya adalah sumpit kerikil, jaring laba-laba, puzzle, ranjau darat, estafet air, dan pipa bocor. Keenam kegiatan yang dilakukan di luar ruangan tersebut tidak hanya memperkuat kerja sama dan komunikasi, lebih dari itu kegiatan di desain untuk membentuk resiliensi atau ketangguhan peserta didik dalam menghadapi kesulitan. Permainan menjadi simbol kesulitan atau rintangan dalam kehidupan. Refleksi mendalam dapat ditarik dari keseluruhan pos permainan, yaitu tidak berhenti belajar meskipun berkali-kali salah dan berani mencoba dikala kegagalan selalu menyertai.

20260910_084753_1_11zon

Harapannya, melalui semua sesi yang telah dilalui, peserta didik dapat menjadi pribadi yang lebih tangguh menghadapi tantangan serta selalu memiliki harapan untuk terus memperjuangkan dan mendapatkan sesuatu yang diimpikan. (Brig)

 kembali
Arsip