Berita

Menjadi Guru BK yang Inspiratif, Kolaboratif, dan Responsif: Pembekalan PLP-PP Program Studi Bimbingan dan Konseling Periode Juli-Agustus 2026

07-08-2026 09:45:51 WIB

Yogyakarta – Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma menyelenggarakan Pembekalan Program PLP (Pengenalan Lapangan Persekolahan) dan Pengelolaan Pembelajaran (PP) Periode Juli-Agustus 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 8 Juli 2026, pukul 08.30-13.00 WIB, bertempat di Ruang Seminar Driyarkara, Kampus II Mrican, Universitas Sanata Dharma, dan diikuti oleh mahasiswa Prodi BK yang akan diterjunkan ke sekolah-sekolah mitra untuk melaksanakan PLP-PP.

Pembekalan ini diselenggarakan sebagai persiapan bagi mahasiswa sebelum terjun langsung ke lapangan persekolahan, agar mahasiswa memiliki pemahaman yang memadai mengenai tata tertib, teknis pelaksanaan, serta bekal sikap dan kompetensi sebagai calon guru Bimbingan dan Konseling. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat menjalankan program PLP-PP dengan baik, penuh tanggung jawab, dan mampu beradaptasi dengan dinamika dunia pendidikan di sekolah tempat mereka ditugaskan.

Acara pembekalan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan dengan doa, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya. Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi sambutan yang disampaikan oleh Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling, Bapak Bernardinus Agus Arswimba, M.Pd. Dalam sambutannya, Pak Agus memberikan motivasi kepada mahasiswa agar dapat mengikuti seluruh rangkaian PLP dengan sebaik-baiknya, sekaligus menegaskan pentingnya persiapan matang sebelum mahasiswa terjun ke sekolah.

PLP 3

Selanjutnya, pemaparan teknis PLP-PP disampaikan oleh Koordinator Program PLP BK USD, Ibu Prias Hayu Purbaning Tyas, M.Pd. Dalam sesi ini, Bu Hayu menjelaskan aturan-aturan yang harus dipatuhi mahasiswa serta teknis pelaksanaan PLP-PP di sekolah. Mahasiswa juga diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian pembekalan dari awal hingga akhir sebagai syarat keikutsertaan dalam program PLP.

Inti dari rangkaian pembekalan adalah sesi materi bertajuk “Menjadi Guru BK yang Inspiratif, Kolaboratif, dan Responsif” yang disampaikan oleh narasumber, Ibu Lisna Indrawati, S.Psi. Dalam paparannya, Bu Lisna mengawali dengan menegaskan kepada para calon guru BK bahwa tidak menjadi masalah apabila Bimbingan dan Konseling bukan merupakan pilihan pertama, karena setiap orang memiliki proses untuk beradaptasi dan menerima panggilan profesinya. Ia menekankan bahwa keputusan untuk menjadi guru BK selalu diiringi berbagai tantangan yang harus dijalani, dan proses tersebut tidak dimulai dari kesempurnaan, melainkan dari hal-hal yang diyakini, untuk kemudian terus dipelajari dan dikembangkan.

PLP 1

Terkait sikap inspiratif, Bu Lisna mengajak mahasiswa untuk menerima, beradaptasi, dan membiasakan diri dalam menemukan panggilan sebagai guru BK. Menurutnya, mahasiswa tidak harus melangkah di awal dengan kesempurnaan, tetapi dapat berjalan secara perlahan sambil menemukan panggilan tersebut dan terus mengembangkan diri. Ia menjelaskan bahwa menjadi guru BK yang inspiratif berarti mau hadir dengan empati, mendengarkan secara aktif, menjaga konsistensi antara tindakan dan perkataan, menghargai setiap siswa, serta bersedia menjadi teladan karakter bagi peserta didik.

Pada bagian sikap kolaboratif, disampaikan bahwa kesuksesan layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah sangat ditentukan oleh kualitas kolaborasi yang dibangun guru BK dengan berbagai pihak, antara lain kepala sekolah, wakil kepala sekolah, wali kelas, guru mata pelajaran, orang tua siswa, serta lembaga-lembaga lain. Kolaborasi yang baik dengan pihak-pihak tersebut dipandang sebagai kunci agar layanan BK dapat berjalan optimal dan menjangkau kebutuhan siswa secara lebih menyeluruh.

Sementara itu, terkait sikap responsif, dijelaskan bahwa dunia siswa terus berubah dengan cepat sehingga guru BK juga dituntut untuk senantiasa berkembang. Guru BK perlu cepat tanggap terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi siswa serta mampu merancang layanan preventif bagi mereka. Sikap responsif ini tercermin dari kemampuan membaca situasi serta menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, sehingga layanan yang diberikan tetap relevan dengan kebutuhan siswa masa kini.

PLP 2

Selain pemaparan materi, mahasiswa juga dibekali dengan kiat-kiat praktis dalam mendampingi siswa selama PLP, diantaranya pentingnya melakukan pendekatan terlebih dahulu kepada siswa yang akan didampingi. Cara pendekatan tersebut perlu diperhatikan dengan baik agar siswa merasa nyaman dan pada akhirnya bersedia terbuka dalam menyampaikan permasalahannya.

Rangkaian acara pembekalan kemudian ditutup dengan menyanyikan Hymne Sanata Dharma dan sesi penutup, dilanjutkan dengan sesi koordinasi antara mahasiswa PLP-PP dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) masing-masing. Sesi koordinasi ini bertujuan untuk memastikan kesiapan akhir mahasiswa sebelum diterjunkan ke sekolah tempat pelaksanaan PLP-PP.

Melalui kegiatan Pembekalan Program PLP-PP ini, Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma berharap mahasiswa semakin siap secara mental, sikap, maupun kompetensi dalam menjalani praktik lapangan persekolahan. Bekal berupa semangat untuk menjadi guru BK yang inspiratif, kolaboratif, dan responsif ini diharapkan dapat terus dihidupi mahasiswa, tidak hanya selama masa PLP-PP, tetapi juga kelak ketika mereka benar-benar berkiprah sebagai guru Bimbingan dan Konseling di sekolah.(dri)

 kembali
Arsip