Berita

Ruang Jeda untuk Guru BK: Merawat Diri dan Berefleksi melalui Seni

19-10-2026 14:57:37 WIB

Yogyakarta, 15 Oktober 2026 – Setiap hari, guru Bimbingan dan Konseling (BK) mendampingi peserta didik menghadapi persoalan akademik, sosial, dan emosional. Dalam peran itu, mereka kerap menjadi tempat bercerita bagi banyak orang, sementara ruang untuk mengenali dan merawat kondisi batinnya sendiri masih terbatas. Berangkat dari kenyataan tersebut, program studi menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Ruang Jeda Guru BK: Self-Care dan Refleksi Diri melalui Art Therapy" pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Kegiatan yang diikuti oleh 23 guru BK dari beberapa sekolah di Yogyakarta dan sekitarnya ini terwujud atas peran para mahasiswa PPG program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma. Terselenggaranya kegiatan ini tidak lepas dari peran aktif panitia mengemas kegiatan dan mempersiapkannya yang diketuai oleh Siti Hofifah dengan 4 rekannya yaitu Sanny Handayani, Rahma Candra, Riska Nursita dan Titik Khatrun. Tujuannya adalah menyediakan ruang bagi para guru untuk berhenti sejenak, merefleksikan diri, dan merawat diri melalui kegiatan berkreasi seni.

Kegiatan diawali dengan paparan interaktif dari pemateri, dilanjutkan diskusi reflektif tentang pengalaman dan kebutuhan diri para guru BK, termasuk bagaimana selama ini mereka berefleksi dan apakah tersedia waktu untuk diri sendiri. Materi disampaikan oleh Prias Hayu Purbaning Tyas., M. Pd sebagai praktisi art healing terkhusus aktivitas visual journaling. Setelah itu, peserta mencoba tiga media seni, yaitu visual journaling, meronce, dan merajut. Ketiganya dipilih karena sederhana, mudah diakses, dan tidak menuntut keterampilan seni khusus, sehingga setiap peserta dapat terlibat dengan nyaman dan dapat melanjutkannya secara mandiri di rumah maupun di sekolah. Setiap guru memilih aktivitas yang memang menyenangkan baginya. Setiap aktivitas seni yang ditawarkan juga didampingi oleh seorang dosen Universitas Sanata Dharma yang memiliki concern dalam hal art therapy. Untuk kegiatan meronce didampingi oleh Agustin Andhika Putri, kegiatan Visual Journaling didampingi oleh Dr. Haniek Sri Pratini dan aktivitas merajut didampingi oleh Cyrenia Novella Krisnamurti., M. Sc.

MGBK 2

Hasil sementara menunjukkan respons yang positif. Para guru merasakan kegiatan ini sebagai ruang jeda yang menyenangkan dan menenangkan. Mereka menyatakan senang adanya kegiatan berkreasi seni, merasa menjadi lebih aware terhadap situasi dalam dirinya, dan menyadari bahwa selama ini ada kecenderungan untuk menuntut diri selalu kuat dan ”ada” untuk orang lain, namun ternyata lupa untuk ”ada” bagi dirinya sendiri.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal membangun budaya self-care di kalangan guru BK. Bahwa menciptakan jeda untuk diri sendiri tidak perlu mahal, cukup melakukan aktivitas yang disenangi, dan dalam proses itu terjadi katarsis dan penemuan makna dari pengalaman yang dialami setiap guru BK. Dengan kondisi diri yang lebih utuh dan sehat, guru BK diharapkan dapat mendampingi peserta didik dengan lebih hadir dan bermakna.

MGBK 3

 kembali
Arsip