Berita

TALKSHOW SELF ACTUALIZATION : “THE ART OF UNBECOMING”

15-11-2025 11:29:37 WIB

Program Studi Bimbingan Konseling Universitas Sanata Dharma mengadakan kegiatan Talkshow Self Actualization yang berjudul “The Art Of Un-Becoming” pada Kamis, 23 Oktober 2025 yang bertempat di ruang Koendjono diikuti oleh seluruh Mahasiswa Bimbingan dan Konseling angkatan 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang tiga bidang peminatan yang ada di prodi Bimbingan dan Konseling USD yaitu pendidikan, kesehatan, dan industri.Untuk memberikan pemahaman lebih mendalam terhadap 3 bidang peminatan tersebut, prodi Bimbingan dan Konseling mengadakan Talkshow  dengan menghadirkan tiga narasumber profesional dan inspiratif. Ketiga narasumber tersebut adalah Bapak Yanuarius Yala Artdi P, S.Pd  dari bidang pendidikan, Ibu Anastasia Melani W, S.Pd dari bidang kesehatan, dan Ibu Taya Diuxy Tanamai, S.Pd dari bidang Industri. Ketiga narasumber merupakan alumni prodi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma dari angkatan yang berbeda dan saat ini mereka bekerja serta memiliki pengalaman yang luas pada bidang masing-masing.

Pada kesempatan ini masing-masing narasumber memberikan wawasan dan pengalamannya kepada para mahasiswa angkatan 2024. Narasumber pertama yaitu Bapak Yanuarius Yala Artdi P, S.Pd, memberikan pemahaman mendalam kepada para mahasiswa bagaimana bekerja di bidang pendidikan. Bapak Yala mengajak mahasiswa untuk melihat bahwa profesi guru Bimbingan dan Konseling bisa menjadi Konselor Pendidikan bahkan bisa menjadi Kepala Sekolah. Dalam materinya Pak Yala juga menyampaikan bahwa sebagai sebagai mahasiswa kita perlu mengoptimalkan potensi pribadi, akademik, dan sosial. Karena dimanapun berada potensi itu akan sangat bermanfaat di masa mendatang, contohnya ketika kita memiliki potensi di bidang  musik yang dikembangkan saat di perguruan tinggi melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) kita bisa menjadi pendamping ekstrakurikuler band/ musik.

Melalui narasumber kedua yaitu Ibu Anastasia Melani W, S.Pd dari bidang kesehatan, para mahasiswa diajak untuk mengenal Bimbingan dan Konseling di Rumah Sakit. Ibu Melani memberikan gambaran bagaimana memberikan pelayanan di rumah sakit baik itu untuk pasien maupun untuk keluarga pasien. Ibu melani menyampaikan bahwa pendampingan yang diberikan memperhatikan keseluruhan aspek baik fisik, mental, sosial, dan juga spiritual. Tujuan utama dari pelayanan yang diberikan ketika bekerja dalam bidang kesehatan adalah untuk menolong pasien dalam menerima kenyataan, dan menopang untuk tetap bertahan dalam situasinya serta relasi dengan Tuhan-nya. Empat lingkup utama pelayanan yang diberikan adalah pendampingan bagi pasien baru, operasi, gawat, dll; lingkup rohani yaitu doa serta sakramen-sakramen, yang ketiga konsultasi baik itu perkawinan, medis dll, dan lingkup yang terakhir yaitu audio pastoral berupa ibadat, edukasi dan lagu hiburan. Ibu melani mengakhiri sesinya dengan memberikan gambaran nyata pelayanan bidang kesehatan melalui foto foto kegiatannya di Rumah Sakit Panti Rapih.

self act_2

Narasumber terakhir adalah dari bidang Industri yaitu Ibu Taya Diuxy Tanamai, S.Pd. Pada kesempatan ini Ibu Taya memberikan materi mengenai hal hal yang dibutuhkan dan bisa disiapkan sebagai mahasiswa BK untuk bekerja di dunia Industri. Bekal yang perlu dimiliki adalah kemampuan softskill baik itu leadership maupun pemecahan masalah, dan kemampuan hardskill yaitu analisa data, pemasaran dan teknologi. Ibu Taya juga memaparkan mengenai keterampilan serta tantangan ketika bekerja di bidang Industri, terdapat 6 hal yang disampaikan Ibu Taya. Hal yang pertama tentang melakukan kesalahan, ketika kita melakukan suatu kesalahan kita harus memiliki keterampilan untuk mengakui, menganalisis, dan merefleksikan kesalahan yang sudah kita lakukan. Kedua mencari peluang, dalam mencari peluang kita bisa melihat dari hal kecil yang ada di sekitar kita, melalui organisasi maupun pelatihan. Ketiga adalah manajemen waktu, kita perlu memiliki keterampilan untuk membuat skala prioritas dalam segala hal. Keempat yaitu interaksi sosial bagaimana kita memiliki cara pandang, pembentukan psikologi dan juga komunikasi. Yang kelima kecerdasaan emosional  yaitu pengambilan keputusan, leadership, juga penerimaan dan kontrol diri, dan terakhir adalah kemampuan berpikir kritis yaitu bagaimana kita riset dan melihat sudut pandang.

Melalui pemaparan materi dari ketiga narasumber tersebut, mahasiswa BK diajak untuk semakin mengenal prospek kerja Bimbingan dan Konseling pada 3 bidang tersebut. Setelah pemaparan selesai, dibuka sesi tanya jawab. Mahasiswa berperan aktif mengajukan pertanyaan-pertanyaan dari tiap bidangnya. Bahkan pada detik-detik terakhir sesi tanya jawab, beberapa mahasiswa masih ingin mengajukan pertanyaan. Hal ini menunjukkan betapa penting dan bermanfaatnya kegiatan talkshow ini. Harapannya setelah diadakan Talkshow ini, semoga mahasiswa semakin terdorong untuk mengeksplorasi potensi diri serta mempersiapkan arah karir sesuai minat dan kemampuan mereka di masa depan.(Kirana)

 kembali
Arsip