Berita

Pelatihan Psychological First Aid (PFA) bagi Kader Posyandu Desa Tegalrejo

04-11-2025 16:36:41 WIB

Dalam rangka memperingati Dies Natalis Universitas Sanata Dharma ke-70, Universitas Sanata Dharma melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa Pelatihan Psychological First Aid (PFA) bagi kader Posyandu Desa Tegalrejo. Kegiatan ini dipandu oleh dua dosen BK Universitas Sanata Dharma, Antonius Ian Bayu Setiawan, M.Pd. dan Agustin Andhika Putri, S.Pd., M.A. bersama dengan 4 mahasiswa, yaitu Teresia Dewi Ambarwati, Nur Ikma, Beatrice Eraldo Rumbiak, dan Ignatius Emanuel Ama Wawa.

Pelatihan ini dilakukan berdasarkan hasil observasi yang dilakukan yaitu minimnya pengetahuan dasar terkait penanganan luka psikologis pada masyarakat. Padahal, permasalahan kesehatan mental pada masyarakat baik itu usia remaja, dewasa, dan lansia seringkali terjadi, seperti kecemasan, tuntutan ekonomi, kesepian, dan juga masalah psikologis lainnya. Maka dari itu, pelatihan ini bertujuan membekali para kader dengan pemahaman dan keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama psikologis kepada masyarakat yang menghadapi tekanan emosional atau peristiwa krisis. Melalui pendekatan Psychological First Aid, peserta diajak memahami cara mendengar dengan empati, memberi rasa aman, serta menghubungkan individu dengan dukungan dan harapan yang dibutuhkan.

Acara diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi inti. Pada sesi pertama, kegiatan dipandu oleh Agustin Andhika Putri, S.Pd., M.A. membahas konsep dasar PFA, peran kader posyandu, serta keterampilan komunikasi empatik dan active listening. Peserta juga mempelajari prinsip-prinsip dasar PFA seperti Look – Listen – Link (amati, dengarkan, hubungkan) yang mengajarkan cara memberikan dukungan psikologis secara tepat dan manusiawi.

PKM dies3

Pada Sesi 2, kegiatan dipandu oleh Antonius Ian Bayu Setiawan, M.Pd. mengajak peserta mendalami aplikasi nyata PFA melalui berbagai studi kasus yang relevan dengan situasi masyarakat desa, seperti kehilangan anggota keluarga, tekanan ekonomi, maupun konflik rumah tangga. Para peserta kemudian dibagi menjadi enam kelompok untuk menganalisis kasus dan merumuskan langkah-langkah PFA yang bisa diterapkan di lingkungan mereka. Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya secara komprehensif dan menarik.
PKM dies2
Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi. Sebanyak 52 peserta hadir tepat waktu dan aktif terlibat dalam setiap sesi, baik saat diskusi, tanya jawab, maupun presentasi kelompok. Suasana pelatihan terasa hangat dan partisipatif, mencerminkan semangat belajar para kader untuk meningkatkan peran mereka dalam menjaga kesehatan mental masyarakat.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para kader posyandu mampu menjadi garda terdepan dalam pencegahan masalah psikososial di komunitasnya, serta menumbuhkan budaya peduli dan empati di tengah kehidupan sosial masyarakat Desa Tegalrejo. Kegiatan ini juga mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kelurahan Tegalrejo karena bermanfaat dan harapannya memberi ilmu baru bagi kader PKK.

 kembali
Arsip