Berita

Dosen Prodi BK USD Berikan Pelatihan Konseling Lanjutan Untuk Pembina Asrama di Keuskupan Agung Medan

13-06-2025 14:01:30 WIB

Komisi Pendidikan Keuskupan Agung Medan (Komdik KAM) menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Konseling Tingkat Lanjut bagi para pembina asrama se-Keuskupan Agung Medan. Diklat yang telah memasuki tahun ketiga ini berlangsung pada 26-28 Mei 2025 di Catholic Center – Pusat Pembinaan Umat, Karangsari, Pematang Siantar, dengan diikuti oleh 23 rohaniwan, rohaniwati, serta awam dari berbagai yayasan.

Topik yang diangkat, "Keterampilan Konseling Kasus Kekerasan Seksual pada Anak di Asrama", menjadi perhatian utama karena urgensi dan relevansinya dengan tantangan yang dihadapi oleh para pembina asrama. RP. Mikael Manurung, OFM Cap, selaku pejabat sementara Ketua Komdik KAM, menekankan bahwa isu kekerasan seksual bukan hanya masalah teknis, tetapi menyentuh dimensi moral, pastoral, dan kemanusiaan dalam pelayanan pendampingan asrama. "Isu ini sudah berada di depan pintu, bahkan bisa terjadi di dalam asrama kita. Who knows?" ujarnya. Pelatihan ini bertujuan membekali para pembina dengan keterampilan konseling dalam menangani kasus kekerasan seksual pada anak di asrama, sebuah tantangan yang semakin mendesak di lingkungan pendidikan dan pastoral.

Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber ahli dari Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, yaitu Juster Donal Sinaga, M.Pd dan Dr. M.M. Sri Hastuti, M.Si. Selama 6 sesi, peserta dibekali berbagai keterampilan penting untuk menangani dan mencegah kasus kekerasan seksual di lingkungan asrama.

Sesi pertama, “Dampak Psikologis Kekerasan Seksual pada Anak dan Remaja”, membahas efek jangka pendek dan jangka panjang terhadap kesehatan mental serta emosional korban, termasuk trauma, kecemasan, dan gangguan kepercayaan diri. Sesi berikutnya, “Asesmen Identifikasi Korban dan Pelaku Kekerasan Seksual”, memperkenalkan metode dan alat asesmen untuk mengenali tanda-tanda korban dan pelaku dengan pendekatan sensitif dan profesional.

Peserta juga mendapatkan pelatihan dalam “First Aid Response dan Psychological First Aid (PFA)” guna memberikan pertolongan pertama psikologis bagi korban kekerasan seksual, termasuk teknik stabilisasi emosional dan dukungan awal sebelum intervensi lebih lanjut. Sesi “Keterampilan Konseling Berbasis Trauma dengan TF-CBT”, yang merupakan sesi utama diklat ini,  membekali peserta dengan pendekatan terapi Trauma-Focused Cognitive Behavioral Therapy (TF-CBT) untuk membantu korban mengelola trauma dan membangun kembali kesejahteraan psikologis mereka.

plthn kkrsan seks

Sementara itu, materi “Pengembangan Program Psikoedukasi Pencegahan Kekerasan Seksual di Asrama”  yang menjadi materi terakhir tidak dapat diberikan secara penuh karena keterbatasan waktu. Materi ini semestinya akan memberikan wawasan kepada peserta dalam merancang program preventif berupa edukasi yang bertujuan meningkatkan kesadaran, mengembangkan komunikasi yang lebih efektif, serta menciptakan budaya perlindungan anak yang lebih kuat.

Pada penutupan diklat, Sr. M. Lydia Pinem, FSE, salah satu peserta, memberikan testimoni bahwa ilmu dan keterampilan yang didapat sangat bermanfaat dalam mendampingi anak-anak asrama. "Kami menyadari bahwa metode lama kurang efektif. Dengan keterampilan konseling ini, kami dapat menolong anak-anak yang bermasalah dan juga membantu mereka berkomunikasi lebih baik," ujarnya.

Seluruh rangkaian acara dipandu oleh Fernando Hadi Sumarta Tamba, sekretaris Diklat CC-PPU PS, yang memastikan jalannya pelatihan berlangsung lancar. Dengan berakhirnya diklat ini, para pembina asrama diharapkan semakin siap menangani kasus kekerasan seksual dengan pendekatan yang lebih profesional dan empatik.

plthn kkrsn seks

 

 kembali
Arsip