Berita

Kuliah Umum: "Talk to Yourself Like a Therapist" oleh Dr. Nelly Z. Limbadan

03-06-2025 10:12:15 WIB

Pada Senin, 26 Mei 2025, telah diselenggarakan sebuah kuliah umum yang disampaikan oleh Dr. Nelly Z. Limbadan, seorang Psikolog Klinis dari Universitas Ateneo de Davao, Filipina. Kuliah ini diikuti oleh sekitar 90 peserta yang terdiri dari mahasiswa prodi Bimbingan dan Konseling serta Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP yang bertempat di Ruang Seminar LPPM.

Topik yang diangkat dalam kuliah ini adalah “Talk to Yourself Like a Therapist: Self-Help Techniques Rooted in Clinical Psychology.” Acara dibuka dengan pertanyaan pemantik yang bertujuan untuk mengecek tingkat stres peserta, berupa pilihan terkait mencuci baju kotor saat cuaca buruk. Pertanyaan tersebut menjadi titik awal untuk mengenali pola pikir negatif yang kerap muncul dalam kehidupan sehari-hari. Dr. Nelly mengajak para peserta untuk merefleksikan cara mereka berbicara kepada diri sendiri. Ia menyoroti bentuk-bentuk negative self-talk seperti berpikir secara absolut, menggeneralisasi secara berlebihan, serta membuat kesimpulan secara tergesa-gesa. Kuliah berlangsung dengan sangat interaktif, di mana setiap peserta diajak mengeksplorasi pola pikir dan perasaan yang mereka alami.

Dalam salah satu bagian kuliah, Dr. Nelly menantang mahasiswa untuk menjadi “detektif” dan “pengacara” bagi diri sendiri; detektif yang meneliti bukti-bukti dari perasaan dan pengalaman, serta pengacara yang mempertanyakan dan mendebat pikiran-pikiran negatif. Ia menjelaskan bahwa dalam Cognitive Behavioral Therapy (CBT), penting untuk memahami keterkaitan antara pikiran, perasaan, dan perilaku. Mengubah pola pikir dapat berdampak pada perubahan perasaan dan tindakan kita. Beberapa teknik yang dapat diterapkan antara lain: latihan mindfulness, penyusunan target dan tujuan hidup, serta aktivitas fisik yang mendukung kesejahteraan mental.

           kuliah umum Dr Nely 2

Di penghujung kuliah, Dr. Nelly memperkenalkan Acceptance and Commitment Therapy (ACT), yang menekankan pentingnya menerima pikiran dan perasaan yang sulit tanpa harus melawan atau menghindarinya. Pendekatan ini mendorong kita untuk tetap bertindak sesuai dengan nilai-nilai hidup terdalam, bahkan di tengah situasi yang tidak nyaman. Melalui penerimaan dan kesadaran penuh, kita diajak untuk memandang diri secara utuh dan manusiawi.

Sebagai penutup, Dr. Nelly menyampaikan pesan penting: bahwa perjuangan yang sedang kita alami tidak mendefinisikan siapa diri kita, justru itu adalah bagian dari menjadi manusia. Kita perlu belajar untuk mengelola pikiran dan bertindak berdasarkan nilai hidup kita, karena ini bukan sekadar teori, melainkan langkah nyata menuju kedamaian batin yang langgeng. (Ikma).

kuliah umum Dr Nely 3

 kembali
Arsip