Berita

Mahasiswa Prodi BK USD Mengenal Program Sekolah Sehat Jiwa (SSJ)

24-04-2025 12:06:10 WIB

Pada tanggal 21 April 2025 dilaksanakan Pelaporan Pelaksanaan Program Sekolah Sehat Jiwa. Acara ini dihadiri oleh 18 orang yang terdiri dari Kepala Seksi P2PTM Keswa, Kepala Sekolah SMP IT Masjid Syuhada Yogyakarta, Kepala Seksi Kesiswaan SMP Dindikpora, Kepala Seksi Kesga Gizi, Psikolog Klinis Puskesmas Gondokusuman 2, Nawakamal, guru pendamping, murid kader Sekolah Sehat Jiwa, Staf Seksi PTM Keswa, dan perwakilan mahasiswa BK Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Bertempat di Aula SMP IT Masjid Syuhada Yogyakarta, acara dimulai pada pukul 09.00-11.00 WIB. Acara diawali dengan doa pembuka kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala SMP IT Masjid Syuhada dan sambutan dari perwakilan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.

Pada acara inti ada penjelasan hasil kegiatan SSJ yang disampaikan oleh para murid kader SSJ dan guru pendamping. Dalam pemaparan itu menjelaskan terkait arti Sekolah Sehat Jiwa. Sekolah Sehat Jiwa diterapkan di SMP IT Masjid Syuhada yang bertujuan untuk mengantisipasi kenakalan remaja yang ada di lingkungan sekolah. Dengan adanya SSJ ini diharapkan bisa menjadi pusat untuk menangani permasalahan-permasalahan yang dialami oleh peserta didik dan dapat menjadi contoh bagi sekolah lainnya.

SSJ 2
Dengan mengikuti pelaporan Program Sekolah Sehat Jiwa (SSJ) di SMP IT Masjid Syuhada, mahasiswa prodi BK  mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru mengenai Sekolah Sehat Jiwa. Menurut mereka setiap sekolah sangat perlu membuat program Sekolah Sehat Jiwa, sehingga dengan adanya program ini para peserta didik memiliki wadah untuk bercerita dan berkeluh kesah tentang masalah yang mereka alami. Selain itu, acara ini memberikan  wawasan baru tentang pentingnya layanan kesehatan mental di sekolah. Para mahasiswa pun belajar bahwa untuk menjadi konselor tidak hanya perlu memberi solusi, tetapi juga membangun komunikasi yang nyaman dan membentuk kepercayaan siswa. Kolaborasi antara sekolah, puskesmas, dan kader SSJ menjadi kunci keberhasilan program ini. Kegiatan ini mendorong mereka untuk turut berkontribusi dalam membangun layanan Bimbingan dan Konseling yang lebih inklusif, humanis dan reflektif.

 kembali
Arsip