Berita
Seminar Regulasi Emosi
27-09-2024 10:33:53 WIB
Regulasi emosi merupakan kemampuan penting bagi kehidupan individu dalam memahami, mengelola, menyesuaikan, dan mengekspresikan emosi dalam berbagai situasi. Pengelolaan emosi yang baik dan tepat dapat membantu individu atau siswa mencapai keseimbangan mental sehingga siswa mencapai keberhasilan interaksi sosial, akademik, dan kesehatan mental. Apabila tidak mampu meregulasi emosi, maka akan berdampak pada berbagai aspek kehidupan seperti kesejahteraan emosional, hubungan sosial, bahkan prestasi belajar. Berdasarkan hal tersebut, Bapak Antonius Ian B.S yang merupakan dosen BK USD diundang untuk mengisi kegiatan tersebut. Kegiatan seminar yang diadakan pada tanggal 18 September 2024 ini disusun secara interaktif agar siswa terlibat aktif dalam memahami dan memaknai konsep emosi serta pentingnya regulasi emosi. Kegiatan seminar ini diawali dengan sesi pembukaan melalui pengajuan pertanyaan kepada siswa terkait emosi dominan apa yang sering dan sedang dirasakan oleh siswa. Sesi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran siswa mengenai emosi yang sedang dirasakannya dan menciptakan suasana yang nyaman untuk berdiskusi. Selanjutnya, narasumber memaparkan mengenai konsep dasar emosi, regulasi emosi, serta pentingnya kemampuan atau keterampilan untuk mengelola dan mengekspresikan emosi dengan cara yang tepat dalam berbagai situasi. Pemaparan materi ini didukung pula dengan contoh konkrit yang relevan pada kehidupan sehari-hari siswa sehingga siswa dapat memahami dengan mudah dan cepat. Lalu, siswa diajak untuk menonton film pendek berjudul “Snack Attack” dimana film pendek ini menampilkan kondisi emosional yang secara umum dialami dan menunjukkan gambaran visual mengenai pengelolaan emosi yang baik maupun sebaliknya. Setelah itu, siswa diminta untuk merefleksikan film pendek tersebut. Penayangan film pendek dan diskusi ini berfungsi untuk mempermudah siswa dalam memaknai materi serta memperdalam pemahaman siswa mengenai dampak jika tidak mampu meregulasi emosi dalam situasi nyata.
Sesi berikutnya adalah aksi nyata dengan penggunaan media kertas putih dimana siswa diminta untuk mencoret-coret, merusak, menginjak, melipat, merubah, menulis, atau menggambar di kertas putih itu lalu mengembalikannya seperti semula. Narasumber memilih aksi ini agar siswa memahami bahwa mengekspresikan emosi dengan cara yang tidak sehat dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Setelah sesi ini, narasumber menunjukan strategi atau contoh nyata pengekspresikan berbagai emosi yang benar dan tepat di kehidupan sehari-hari agar siswa dapat menyikapi atau memaknai sesuatu dengan pengelolaan emosi yang positif. Sebelum menutup seminar, narasumber memutar film pendek kedua yang berjudul “Pengemis dan Pemilik Toko” dimana dari film pendek tersebut, narasumber ingin mengajarkan siswa mengenai pentingnya berempati dan memiliki kesadaran sosial. Setelah pemutaran film pendek dan pemaparan singkat dari narasumber, siswa diminta merefleksikan pesan atau makna yang mereka dapatkan lalu menghubungkannya dengan kehidupan sosial mereka khususnya di sekolah.
Sesi tanya jawab menjadi sesi terakhir dalam rangkaian kegiatan seminar ini. Siswa diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai regulasi emosi dan narasumber memberikan penjelasan serta kesimpulan dari kegiatan seminar ini.
kembali
- Ruang Jeda untuk Guru BK: Merawat Diri dan Berefleksi melalui Seni
- Pelepasan Wisuda "Menjadi Lentera, Melintasi Masa"
- Kolaborasi Dosen USD Hadirkan Art Therapy sebagai Media Katarsis dan Regulasi Emosi melalui Project Kepemimpinan ARTIKA di SMP Negeri 5 Yogyakarta
- Mahasiswa BK USD Lolos Finalis LIDM 2026 Lewat Film “Topeng”, Ajak Generasi Muda Berani Lepas Citra dan Mulai dari Kebiasaan Kecil
- "Angin Segar" dari Psikologi Positif untuk Calon Imam di Seminari Todabelu Mataloko
- Retret SMA Stella Duce “Berakar dalam Diri, Berani Melangkah ke Depan”
- Berani Memilih: Dosen BK USD Ajak Siswa SMA Pangudi Luhur Sedayu Cegah Bullying, Narkoba, dan Judi Online
- INSIPRO BK USD 2026: Mengawali Perjalanan Menjadi Pribadi Peduli dan Menginspirasi
- Menjadi Guru BK yang Inspiratif, Kolaboratif, dan Responsif: Pembekalan PLP-PP Program Studi Bimbingan dan Konseling Periode Juli-Agustus 2026
- Justice Defender: Program Studi BK USD Tingkatkan Kapasitas Karang Taruna Kelurahan Bendungan dalam Pencegahan Pelecehan Seksual
- Sinergi Prodi BK dan Pendidikan Matematika Gelar Pendampingan Kesehatan Mental Berbasis Art Therapy
- Prodi BK USD Hadir dalam Kursus Formator Religius Tingkat Nasional di Yogyakarta
- Prodi BK USD Perkuat Kompetensi Guru BK Pangudi Luhur melalui Layanan BK Kreatif dan Relevan
- Dosen BK USD Jadi Tim Peneliti Kajian Assessment Management Talenta SMA-SMK DIY
- “Be Confident, Be Professional: Langkah Menjadi Guru Berdampak”
- Dosen BK USD Dampingi 200 Siswa SMKN 2 Kasihan Belajar Membangun Relasi Sehat
- Rumah Aman: Pergaulan Sehat, Mental Kuat
- Dosen BK USD Jadi Narasumber Podcast Spiritual di Kemenag Sleman
- Seminar ESQ 2.0: Gen-Z Bermental Baja
- Mendengar yang Tak Terucap: Orang Tua Diajak Lebih Peka terhadap Kesehatan Mental Anak Sejak Dini
