Berita
Seminar Bimbingan Dan Konseling "Menyiapkan Calon Guru Bk/Konselor Yang Berdaya Saing Global Menyon
Program Studi Bimbingan dan Konseling (PRODI BK ) pada hari Jumat , 29 mei 2015 menggelar Seminar Bimbingan Dan Konseling dengan tema “Menyiapkan Calon Guru BK/Konselor yang Berdaya Saing Global Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN”. Acara ini dilaksanakan di Ruang Driyarkara, Lantai 4, Gedung Pusat, Kampus II USD. seminar yang diselenggarakan di ruang Koedjono kampus II Mrican dihadiri sekitar 200 peserta yang terdiri dari dosen, guru BK, dan mahasiswa BK dari berbagai universitas di Yogyakarta.. Seminar tersebut menghadirkan Lobby Loekmono . Ph.D (guru besar Bimbingan dan Konseling Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga) dan Breeda McGrath, Ph.D (Dosen The Chicago School Of Professional Psychology (TCSPP) sebagai pembicara, sedangkan untuk moderatornya adalah R Budi sarwono.
Acara seminar dibuka dengan sambutan dari Bapak Pius Nurwidasana Prihatin Ed.P sebagai perwakilan dari Dekan FKIP. Bapak Pius mengucapkan “Terimakasih kepada mahasiswa dan undangan, dan juga bagi pembicara yang datang dari jauh dan sangat membanggakan. Bapak Pius mengungkapkan bahwa dengan adanya seminar diharapkan mahasiswa BK yang lulus nanti dapat bersaing tidak hanya di nasional akan tetapi juga di . Diakhir sambutannya Bapak Pius FKIP USD wajib menyiapkan calon guru yang sebaik mungkin karena tantangan guru saat ini semakin sulit.
Pada sesi pertama seminar oleh panitia diberikan kesempatan oleh Lobby Loekmono Ph.D (guru besar Bimbingan dan Konseling Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga). Dalam kesempatannya ini Bapak Lobby Loekmono Ph.D menurut penelitian insinyur Indonesia tidak setara dengan negara-negara di asia. Menyadahari tersebut muncullah peraturan Presiden mengenai KKNI. KKNI perwujudan mutu dan jati diri bangsa Indonesia, KKNI sendiri memiliki sembilan 9 tingkatan. Dilihat dari sudut dunia pendidikan, guru sendiri yang lulusan S1 hanya menjadi guru bantu dan hanya berada dilevel 7, sehingga guru khususnya yang berasal dari lulusan BK harus mengikuti profesi BK 1 tahun untuk mendapat gelar tambahan KONS. Setelah mengikuti pendidikan profesi, nanti baru masuk ke level 7 dan ketika masuk didunia kerja sudah setara dengan tenaga kerja yang lain. Apabila Cuma lulusan S1 tidak bisa setara dengan lulusan luar negeri sehingga harus mengikuti profesi.
Memasuki sesi kedua diberikan kesempatan kepada dan Breeda McGrath, Ph.D (Dosen The Chicago School Of Professional Psychology (TCSPP). Sebagaimana diungkapkan Breeda McGrath, Ph.D program BK disekolah harus komprehensif yaitu merujuk pada semua aspek yang ada disekolah, baik sosial, mental. Konselor tidak hanya mampu menangani masalah tetapi juga bersifat preventif atau pencegahan. Selain itu seorang konselor harus proaktif meningkatkan semua keahlian, melihat masalah sebelum masalah itu terjadi. Konselor harus mengetahui secara menyeluruh tentang anak didik, dan mampu mengarahkan anak ke karier yang sesuai bakatnya. Untuk mendukung tugas sebagai konselor sekolah, guru BK tidak bisa bekerja sendirian dan harus bekerja sama dengan stakeholder yang ada di sekolah, selain itu guru BK bisa bekerja sama dengan seluruh pihak luar seperti polisi, badan narkoba dan badan kesehatan . Untuk di indonesia karena variasi budaya banyak maka perlu mendengarkan ide dari guru BK dan konselor yang lain. Tunjukan bahwa guru bk bukanlah pembantu dan guru BK pemimpin yang tidak hanya bekerja sendiri.
kembali- Ruang Jeda untuk Guru BK: Merawat Diri dan Berefleksi melalui Seni
- Pelepasan Wisuda "Menjadi Lentera, Melintasi Masa"
- Kolaborasi Dosen USD Hadirkan Art Therapy sebagai Media Katarsis dan Regulasi Emosi melalui Project Kepemimpinan ARTIKA di SMP Negeri 5 Yogyakarta
- Mahasiswa BK USD Lolos Finalis LIDM 2026 Lewat Film “Topeng”, Ajak Generasi Muda Berani Lepas Citra dan Mulai dari Kebiasaan Kecil
- "Angin Segar" dari Psikologi Positif untuk Calon Imam di Seminari Todabelu Mataloko
- Retret SMA Stella Duce “Berakar dalam Diri, Berani Melangkah ke Depan”
- Berani Memilih: Dosen BK USD Ajak Siswa SMA Pangudi Luhur Sedayu Cegah Bullying, Narkoba, dan Judi Online
- INSIPRO BK USD 2026: Mengawali Perjalanan Menjadi Pribadi Peduli dan Menginspirasi
- Menjadi Guru BK yang Inspiratif, Kolaboratif, dan Responsif: Pembekalan PLP-PP Program Studi Bimbingan dan Konseling Periode Juli-Agustus 2026
- Justice Defender: Program Studi BK USD Tingkatkan Kapasitas Karang Taruna Kelurahan Bendungan dalam Pencegahan Pelecehan Seksual
- Sinergi Prodi BK dan Pendidikan Matematika Gelar Pendampingan Kesehatan Mental Berbasis Art Therapy
- Prodi BK USD Hadir dalam Kursus Formator Religius Tingkat Nasional di Yogyakarta
- Prodi BK USD Perkuat Kompetensi Guru BK Pangudi Luhur melalui Layanan BK Kreatif dan Relevan
- Dosen BK USD Jadi Tim Peneliti Kajian Assessment Management Talenta SMA-SMK DIY
- “Be Confident, Be Professional: Langkah Menjadi Guru Berdampak”
- Dosen BK USD Dampingi 200 Siswa SMKN 2 Kasihan Belajar Membangun Relasi Sehat
- Rumah Aman: Pergaulan Sehat, Mental Kuat
- Dosen BK USD Jadi Narasumber Podcast Spiritual di Kemenag Sleman
- Seminar ESQ 2.0: Gen-Z Bermental Baja
- Mendengar yang Tak Terucap: Orang Tua Diajak Lebih Peka terhadap Kesehatan Mental Anak Sejak Dini
