Berita
PKM-M USD Bangun Kecerdasan Emosi Remaja Melalui Benda Mati
PKM-M Nasi 3 Desi adalah singkatan dari program kreatif mahasiswa dengan judul Membangun Kecerdasan Emosi dengan Media Mading Tiga Dimensi. Adapun masyarakat sasaran dalam kegiatan ini adalah para remaja di Yayasan Rumah Anak Indonesia (RAI). RAI merupakan yayasan sosial yang menangani, menampung, dan membina anak-anak yang kurang beruntung.
Tim PKM-M “NASI 3 DESI” terdiri dari 5 orang yakni ; Pricillia Eka Diah Sabu Lazar (BK 2012), Anang Cahyono (BK 2010), Yohanes Purnomo Edi (BK 2012), Kristina B.A/ Sr. Paulis, FSGM (BK 2012), Anastasia Susi Murwaningsih (P.Fisika 2012) dalam pendampingannya merajuk untuk fokus terhadap masalah kecerdasan emosi dalam diri remaja. Ada apa dengan remaja? Pada masa remaja kerap kali terjadi gejolak-gejolak yang timbul dari dalam diri setiap remaja, terkhusus remaja di yayasan RAI . Seperti telah kita tahu bahwa masa remaja adalah masa peralihan dari masa anak-anak menjadi dewasa. Masa remaja berkaitkan dengan masa mengenal lawan jenis. Proses pengenalan akan lawan jenis tersebut sering menimbulkan berbagai macam gejolak jiwa. Selain itu, remaja sering terbentur oleh tugas perkembangan yang belum dapat dicapai yang kemudian mengakibatkan emosi dari remaja tersebut menjadi kurang cerdas.

Melihat fakta-fakta yang ada dilapangan, tim PKM-M “NASI 3 DESI” kemudian membuat inovasi baru guna membangun kecerdasan emosi. Adapun media yang digunakan untuk pendampingan bagi remaja di RAI adalah dengan menggunakan Mading 3 Dimensi. Dalam menyusun mading 3 dimensi, team menggunakan metode art therapy yang terdiri dari beberapa teknik didalamnya. Adapun teknik dalam metode art therapy antara lain ; menggambar, seni lipat origami, kain flanel, tanah liat, dan beberapa kegiatan seni lainnya. Berbagai teknik yang dilakukan ketika pendampingan, kemudian diaplikasikan bersama menjadi bentuk mading 3 dimensi. Mading 3 dimensi yang nantinya dihasilkan adalah suatu bentuk ekspresi positif remaja terhadap emosi atau prasaan-perasaan mereka. Selain mampu mencerdasakan emosi para remaja RAI, mading 3 dimensi juga menjadikan remaja semakin kreatif dan inovatif. Kreatifitas para remaja, kemudian menjadi bekal untuk masa depan setia remaja di RAI dan tentunya sebagai bekal untuk semakin cerdas dalam mengatur emosi yang timbul.
(ang & jo)
kembali- Ruang Jeda untuk Guru BK: Merawat Diri dan Berefleksi melalui Seni
- Pelepasan Wisuda "Menjadi Lentera, Melintasi Masa"
- Kolaborasi Dosen USD Hadirkan Art Therapy sebagai Media Katarsis dan Regulasi Emosi melalui Project Kepemimpinan ARTIKA di SMP Negeri 5 Yogyakarta
- Mahasiswa BK USD Lolos Finalis LIDM 2026 Lewat Film “Topeng”, Ajak Generasi Muda Berani Lepas Citra dan Mulai dari Kebiasaan Kecil
- "Angin Segar" dari Psikologi Positif untuk Calon Imam di Seminari Todabelu Mataloko
- Retret SMA Stella Duce “Berakar dalam Diri, Berani Melangkah ke Depan”
- Berani Memilih: Dosen BK USD Ajak Siswa SMA Pangudi Luhur Sedayu Cegah Bullying, Narkoba, dan Judi Online
- INSIPRO BK USD 2026: Mengawali Perjalanan Menjadi Pribadi Peduli dan Menginspirasi
- Menjadi Guru BK yang Inspiratif, Kolaboratif, dan Responsif: Pembekalan PLP-PP Program Studi Bimbingan dan Konseling Periode Juli-Agustus 2026
- Justice Defender: Program Studi BK USD Tingkatkan Kapasitas Karang Taruna Kelurahan Bendungan dalam Pencegahan Pelecehan Seksual
- Sinergi Prodi BK dan Pendidikan Matematika Gelar Pendampingan Kesehatan Mental Berbasis Art Therapy
- Prodi BK USD Hadir dalam Kursus Formator Religius Tingkat Nasional di Yogyakarta
- Prodi BK USD Perkuat Kompetensi Guru BK Pangudi Luhur melalui Layanan BK Kreatif dan Relevan
- Dosen BK USD Jadi Tim Peneliti Kajian Assessment Management Talenta SMA-SMK DIY
- “Be Confident, Be Professional: Langkah Menjadi Guru Berdampak”
- Dosen BK USD Dampingi 200 Siswa SMKN 2 Kasihan Belajar Membangun Relasi Sehat
- Rumah Aman: Pergaulan Sehat, Mental Kuat
- Dosen BK USD Jadi Narasumber Podcast Spiritual di Kemenag Sleman
- Seminar ESQ 2.0: Gen-Z Bermental Baja
- Mendengar yang Tak Terucap: Orang Tua Diajak Lebih Peka terhadap Kesehatan Mental Anak Sejak Dini
