Berita
PKM Mbukak Permen Gula Jawa
Masa kanak-kanak merupakan masa yang penuh dengan keceriaan bermain. Bila dirunut dari masa ke masa, banyak permainan untuk anak-anak. Mulai dari permainan yang tradisional hingga permainan yang modern. Mulai dari permainan membutuhkan banyak energi fisik hingga permainan yang hanya membutuhkan akal dal logika. Meskipun begitu, bermain membutuhkan ketangkasan dan kejujuran.
Tiap unsur kehidupan termasuk kegiatan bermain selalu ada penanaman nilai apabila kita peka merasakannya, sehingga permainan bukan dipandang sebagai hiburan semata. Ada banyak permainan di Indonesia ini. Namun terkadang kita kurang peka untuk mengambil nilai-nilai kehidupan yang terdapat pada tiap permainan, secara khusus permainan anak-anak. Anak-anak masa kini memiliki kecenderungan bermain dalam rangka have fun, mengisi waktu luang, dan beberapa ada yang kecanduan bermain game online.
Anak-anak masa kini perlu dikenalkan kembali dengan permainan tradisional yang sangat gayut dengan nilai-nilai kehidupan yang secara tidak langsung mampu mematangkan karakter tiap anak. Dalam wadah Pekan Kreatifitas Mahasiswa, beberapa mahasiswa Sanata Dharma, yakni Melani, Nawas, Patris, Wena, dan Jati, mencoba mengangkat kembali permainan tradisional untuk menumbuhkembangkan karakter tiap anak. MBUKAK PERMEN GULA JAWA (Membangun Karakter Berbasis Permainan dan Lagu-lagu Dolanan Jawa pada Anak-anak Dusun Tangkil, Desa Ngargomulyo, Dukun, Magelang) merupakan kegiatan kreatif mahasiswa yang mendampingi anak-anak Dusun Tangkil, Magelang untuk mengenalkan nilai-nilai yang terkandung permainan tradisional Jawa.
Tidak banyak penyampaian materi yang dilakukan secara dogmatis. Tim tersebut hanya mendampingi dan mengenalkan permainan tradisional anak-anak karena dinamika yang natural akan lebih baik dalam konteks bermain. Sesekali, tim juga ikut dalam keceriaan bermain. Salah satu permainan yang seru adalah Bentengan. Permainan ini dibagi dalam dua kelompok yang saling berlawanan. Masing-masing kelompok harus mempertahankan bentengnya supaya tidak direbut oleh lawan. Permainan ini selain membutuhkan kelincahan juga butuh kecerdikan untuk merebut benteng llawan. Dalam tiap ppertemuan yang dilakuka tiap hati minggu, tim dan anak-anak terlihat akrab sehingga proes dinamika dapat berjalan dengan baik. Proses penyampainan nilai-nilai kehidupan selalu digali bersama anak-anak. (TIM)
kembali- Ruang Jeda untuk Guru BK: Merawat Diri dan Berefleksi melalui Seni
- Pelepasan Wisuda "Menjadi Lentera, Melintasi Masa"
- Kolaborasi Dosen USD Hadirkan Art Therapy sebagai Media Katarsis dan Regulasi Emosi melalui Project Kepemimpinan ARTIKA di SMP Negeri 5 Yogyakarta
- Mahasiswa BK USD Lolos Finalis LIDM 2026 Lewat Film “Topeng”, Ajak Generasi Muda Berani Lepas Citra dan Mulai dari Kebiasaan Kecil
- "Angin Segar" dari Psikologi Positif untuk Calon Imam di Seminari Todabelu Mataloko
- Retret SMA Stella Duce “Berakar dalam Diri, Berani Melangkah ke Depan”
- Berani Memilih: Dosen BK USD Ajak Siswa SMA Pangudi Luhur Sedayu Cegah Bullying, Narkoba, dan Judi Online
- INSIPRO BK USD 2026: Mengawali Perjalanan Menjadi Pribadi Peduli dan Menginspirasi
- Menjadi Guru BK yang Inspiratif, Kolaboratif, dan Responsif: Pembekalan PLP-PP Program Studi Bimbingan dan Konseling Periode Juli-Agustus 2026
- Justice Defender: Program Studi BK USD Tingkatkan Kapasitas Karang Taruna Kelurahan Bendungan dalam Pencegahan Pelecehan Seksual
- Sinergi Prodi BK dan Pendidikan Matematika Gelar Pendampingan Kesehatan Mental Berbasis Art Therapy
- Prodi BK USD Hadir dalam Kursus Formator Religius Tingkat Nasional di Yogyakarta
- Prodi BK USD Perkuat Kompetensi Guru BK Pangudi Luhur melalui Layanan BK Kreatif dan Relevan
- Dosen BK USD Jadi Tim Peneliti Kajian Assessment Management Talenta SMA-SMK DIY
- “Be Confident, Be Professional: Langkah Menjadi Guru Berdampak”
- Dosen BK USD Dampingi 200 Siswa SMKN 2 Kasihan Belajar Membangun Relasi Sehat
- Rumah Aman: Pergaulan Sehat, Mental Kuat
- Dosen BK USD Jadi Narasumber Podcast Spiritual di Kemenag Sleman
- Seminar ESQ 2.0: Gen-Z Bermental Baja
- Mendengar yang Tak Terucap: Orang Tua Diajak Lebih Peka terhadap Kesehatan Mental Anak Sejak Dini
