Berita
Workshop Konseling Keluarga: from Holes, to Poles, to Roles.
“Konseling keluarga tidak hanya melulu tentang penguasaan teknik konseling, namun juga merupakan sarana untuk berbagi dalam layanan yang menyembuhkan”. Demikian disampaikan Fr Teodulo Gonzales SJ, Ph.D. dalam Workshop Konseling Keluarga yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi dan Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP USD. Workshop Konseling Keluarga ini merupakan workshop ketiga dari rangkaian workshop yang mengangkat tema konseling persiapan perkawinan, konseling perkawinan, dan konseling keluarga. Workshop diselenggarakan pada tiga kali Hari Sabtu, tanggal 27 April, 4 Mei dan 11 Mei 2013. Narasumber dalam workshop ini adalah Romo Teodulo Gonzales, SJ, MA, MS, Ph.D. yang telah memiliki pengalaman puluhan tahun sebagai konselor keluarga. Rm Ted, panggilan akrab beliau, saat ini selain tercatat sebagai dosen di School of Theology di Ateneo de Manila University (ADMU), Manila, Filipina; juga menjabat sebagai Program Director di Center for Family (CEFAM) yang merupakan salah satu unit layanan untuk keluarga di ADMU.
Workshop bertujuan untuk membantu peserta mengembangkan keterampilan untuk mendampingi keluarga, terutama saat berada pada situasi sulit. Dalam pemaparannya, Romo Ted menyebutkan tahapan dalam konseling keluarga, yaitu: bela rasa, klarifikasi, dan kolaborasi. Penting bagi konselor untuk dapat berempati pada kepedihan yang dialami keluarga, membantu keluarga melihat kekuatan mereka, dan meneguhkan keluarga sebagai tim yang harus bekerjasama dalam menghadapi permasalahan. Relasi antar anggota keluarga digambarkan seperti halnya perhitungan aritmetika, dimana hal positif dalam keluarga perlu ditingkatkan, hal buruk dikurangi, dan pekerjaan dibagi antar anggota keluarga. Adanya kerjasama antar anggota keluarga akan menghasilkan hasil yang berlipat dibandingkan bila dikerjakan sendiri. Dalam konseling keluarga, setiap anggota keluarga diajak untuk mengenali kekosongan/kebutuhan keluarga (holes), lalu menentukan arah (poles), serta mengambil peran (roles) masing-masing dalam keluarga.
Dalam ketiga workshop tersebut, Romo Ted secara langsung mendemontrasikan keahlian beliau dalam memberikan sesi konseling. Sesi demontrasi konseling memberikan gambaran jelas kepada peserta workshop tentang bagaimana sesi konseling dilakukan, baik untuk persiapan pernikahan, untuk konseling perkawinan dan untuk konseling keluarga. Para peserta workshop juga mendapat kesempatan untuk melakukan praktek konseling melalui kegiatan role play yang dilakukan dalam kelompok kecil. Selain diikuti para mahasiswa S1 dari USD, workshop ini juga diikuti oleh para mahasiswa S1 dan S2 dari beberapa universitas di Yogyakarta, psikolog puskesmas, guru Bimbingan dan Konseling, dan para pendamping kursus perkawinan dari beberapa paroki di Yogyakarta.
Berperan sebagai moderator dan translator adalah Bapak C. Siswo Widyatmoko, M.Si. dari Fakultas Psikologi,USD yang secara jitu membahasakan kembali penjelasan Rm Ted kedalam Bahasa Bahasa Indonesia. Workshop dimeriahkan oleh Diamond Band dari Prodi Bimbingan dan Konseling yang menghibur peserta workshop pada waktu rehat makan siang.
Para peserta mengatakan belajar banyak tentang konseling keluarga dari workshop ini karena selain teori juga diajarkan dan dipraktekkan secara langsung keterampilan dalam konseling keluarga. Selain dapat mengasah keterampilan konseling, para peserta juga memetik manfaat secara pribadi, terutama terkait dengan persiapan kehidupan berkeluarga, untuk lebih memahami relasi dengan pasangan dan untuk lebih memahami kehidupan dengan keluarga. Kedepan para peserta berharap masih akan diselenggarakan lagi workshop-workshop sejenis. Terimakasih Romo Ted! (set)
kembali- Ruang Jeda untuk Guru BK: Merawat Diri dan Berefleksi melalui Seni
- Pelepasan Wisuda "Menjadi Lentera, Melintasi Masa"
- Kolaborasi Dosen USD Hadirkan Art Therapy sebagai Media Katarsis dan Regulasi Emosi melalui Project Kepemimpinan ARTIKA di SMP Negeri 5 Yogyakarta
- Mahasiswa BK USD Lolos Finalis LIDM 2026 Lewat Film “Topeng”, Ajak Generasi Muda Berani Lepas Citra dan Mulai dari Kebiasaan Kecil
- "Angin Segar" dari Psikologi Positif untuk Calon Imam di Seminari Todabelu Mataloko
- Retret SMA Stella Duce “Berakar dalam Diri, Berani Melangkah ke Depan”
- Berani Memilih: Dosen BK USD Ajak Siswa SMA Pangudi Luhur Sedayu Cegah Bullying, Narkoba, dan Judi Online
- INSIPRO BK USD 2026: Mengawali Perjalanan Menjadi Pribadi Peduli dan Menginspirasi
- Menjadi Guru BK yang Inspiratif, Kolaboratif, dan Responsif: Pembekalan PLP-PP Program Studi Bimbingan dan Konseling Periode Juli-Agustus 2026
- Justice Defender: Program Studi BK USD Tingkatkan Kapasitas Karang Taruna Kelurahan Bendungan dalam Pencegahan Pelecehan Seksual
- Sinergi Prodi BK dan Pendidikan Matematika Gelar Pendampingan Kesehatan Mental Berbasis Art Therapy
- Prodi BK USD Hadir dalam Kursus Formator Religius Tingkat Nasional di Yogyakarta
- Prodi BK USD Perkuat Kompetensi Guru BK Pangudi Luhur melalui Layanan BK Kreatif dan Relevan
- Dosen BK USD Jadi Tim Peneliti Kajian Assessment Management Talenta SMA-SMK DIY
- “Be Confident, Be Professional: Langkah Menjadi Guru Berdampak”
- Dosen BK USD Dampingi 200 Siswa SMKN 2 Kasihan Belajar Membangun Relasi Sehat
- Rumah Aman: Pergaulan Sehat, Mental Kuat
- Dosen BK USD Jadi Narasumber Podcast Spiritual di Kemenag Sleman
- Seminar ESQ 2.0: Gen-Z Bermental Baja
- Mendengar yang Tak Terucap: Orang Tua Diajak Lebih Peka terhadap Kesehatan Mental Anak Sejak Dini
