Berita

Belajar, Mengabdi, dan Berdampak: Fakultas Farmasi USD Ambil Peran dalam Bakti Sosial Kesehatan WALUBI 2026

Sun, 31 May 2026

FFUSD – Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma (FF USD) kembali turut ambil bagian dalam kegiatan Bakti Sosial Kesehatan yang diselenggarakan oleh Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) dalam rangka peringatan Waisak Nasional 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 23-24 Mei 2026 di kawasan Taman Lumbini, Candi Borobudur, Kabupaten Magelang ini melayani ribuan masyarakat dari berbagai daerah melalui layanan kesehatan gratis.

Partisipasi Fakultas Farmasi USD diwujudkan melalui keterlibatan empat dosen, yaitu Dr. apt. Agatha Budi Susiana Lestari, apt. Putu Dyana Christasani, M.Sc., Dr. apt. Irene Puspa Dewi dan apt. Handika Immanuel, S.Farm., M.Si., bersama mahasiswa dari Program Studi Sarjana Farmasi sebanyak 13 mahasiswa, Program Profesi Apoteker sebanyak 4 mahasiswa, serta Program Magister Farmasi sebanyak 2 mahasiswa. Dalam kegiatan ini, tim Fakultas Farmasi USD memberikan pelayanan kefarmasian yang meliputi skrining resep, dispensing obat, penyiapan dan pengemasan obat, pembuatan etiket, hingga penyerahan obat kepada pasien sesuai standar pelayanan kefarmasian.





Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi tridharma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian masyarakat. Selain memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, keterlibatan dalam bakti sosial ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu kefarmasian yang telah diperoleh selama perkuliahan.



Mahasiswa Fakultas Farmasi USD mendapatkan pengalaman langsung bekerja bersama tenaga kesehatan dari berbagai profesi dan institusi dalam situasi pelayanan kesehatan berskala besar. Pengalaman tersebut tidak hanya memperkuat kompetensi teknis kefarmasian, tetapi juga mengembangkan kemampuan komunikasi, kolaborasi antarprofesi, serta empati dalam melayani masyarakat.



Kegiatan bakti sosial kesehatan WALUBI tahun ini juga mencerminkan semangat kemanusiaan dan moderasi beragama. Seluruh tenaga kesehatan dan relawan dari berbagai latar belakang bekerja bersama dalam semangat gotong royong untuk memberikan pelayanan kesehatan yang inklusif bagi masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama maupun sosial.(OP)

 back
Archive