Berita

Edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) Obat untuk Penyakit Degeneratif pada Lansia di Griya Purwo Asri, Purwomartani, Sleman sebagai Luaran Mata Kuliah Pelayanan Informasi Obat

Thu, 08 Jan 2026

FFUSD - Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma menggelar program edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) Obat untuk Penyakit Degeneratif pada Lansia di Griya Purwo Asri, Purwomartani, Sleman. Kegiatan ini merupakan luaran dari Mata Kuliah Pelayanan Informasi Obat yang akan berlangsung selama lima minggu berturut-turut setiap hari Sabtu, mulai 15 November hingga 6 Desember 2025.

Penyakit degeneratif seperti diabetes melitus, hipertensi, dislipidemia, dan gangguan muskuloskeletal menjadi permasalahan kesehatan signifikan di Kabupaten Sleman. Data menunjukkan prevalensi penyakit tidak menular terus meningkat seiring bertambahnya populasi lansia. Kondisi ini diperparah dengan kurangnya pemahaman masyarakat tentang pengelolaan obat yang tepat, mulai dari cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, hingga membuang obat dengan benar.




Kesalahan dalam pengelolaan obat dapat menimbulkan risiko serius, termasuk efektivitas terapi yang menurun, efek samping yang tidak diinginkan, hingga resistensi obat. Lansia sebagai kelompok yang umumnya mengonsumsi obat jangka panjang dan multipel sangat rentan mengalami masalah terkait penggunaan obat yang tidak tepat.


"Edukasi DAGUSIBU ini sangat penting untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya lansia, dalam mengelola obat-obatan mereka sendiri dengan aman dan efektif," ujar apt. Putu Dyana Christasani, M.Sc., salah satu dosen pendamping kegiatan.


Program edukasi ini melibatkan 70 mahasiswa semester 7 Fakultas Farmasi USD yang dibimbing oleh empat dosen, yaitu Dr. apt. Yosef Wijoyo, Dr. apt. Maria Wisnu Donowati, apt. Putu Dyana Christasani, M.Sc., dan Dr. apt. Irene Puspa Dewi. Setiap minggu, materi edukasi mencakup topik spesifik: pengelolaan obat diabetes, hipertensi, dislipidemia, dan nyeri sendi.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Setiap sesi dihadiri 20-25 lansia yang aktif berpartisipasi dalam diskusi dan tanya jawab. Ketua RT setempat menyambut positif kegiatan ini dan berharap program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan mengingat manfaatnya yang besar bagi masyarakat.

Kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam melakukan promosi kesehatan langsung di masyarakat, sekaligus mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari di perkuliahan. Bagi masyarakat, program ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola obat penyakit degeneratif secara mandiri dan bertanggung jawab. (PD)

 back
Archive