Berita

Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa Fakultas Farmasi USD Wujudkan Gerakan Sadar DBD di Desa Karangtengah

Mon, 14 Jul 2025

Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma (USD) menyelenggarakan program Pengabdian kepada Masyarakat-Program Unggulan (PkM-PU) dengan tema "Gerakan Masyarakat Sadar DBD: Implementasi dan Monitoring Ovitrap sebagai Upaya Preventif di Desa Karangtengah Kabupaten Gunung Kidul" di Balai Tri Dusun Kajar, Karangtengah, Wonosari, Gunungkidul, pada hari Kamis tanggal 10 Juli 2025.

Tim pengabdi terdiri dari Dr. apt. Wahyuning Setyani, apt. Zita Dhirani Pramono, M.Clin.Pharm., apt. Handika Immanuel, M.Si., dan empat mahasiswa Fakultas Farmasi USD. Kegiatan melibatkan 27 peserta dari kader kesehatan dan masyarakat Desa Karangtengah dengan narasumber Asmu Widiantono, AMKL selaku perwakilan dari Puskesmas Wonosari II.
 
 
Program ini berawal dari pentingnya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengendalikan vektor DBD secara swadaya. Kondisi geografis Desa Karangtengah yang berpotensi menjadi habitat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti memerlukan strategi pengendalian yang dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. "Program ini bertujuan memberikan kemampuan praktis kepada masyarakat dalam membuat dan mengaplikasikan ovitrap sebagai metode pengendalian vektor yang mudah dan terjangkau," ujar Dr. apt. Wahyuning Setyani, ketua tim pengabdi.
 
 
Pelaksanaan kegiatan meliputi pemberian materi tentang biologi nyamuk Aedes aegypti, penyebaran DBD, dan teknik pengendalian vektor. Peserta kemudian mempraktikkan pembuatan ovitrap menggunakan bahan sederhana yang tersedia di lingkungan sekitar. Mereka juga memperoleh panduan terkait penempatan ovitrap yang efektif dan cara melakukan pemantauan rutin. Asmu Widiantono, AMKL menjelaskan bahwa keterlibatan masyarakat merupakan kunci utama dalam upaya pencegahan DBD. "Kemampuan membuat ovitrap memungkinkan masyarakat turut serta dalam memutus siklus hidup nyamuk DBD di sekitar tempat tinggal mereka," paparnya.

Peserta menunjukkan minat yang baik selama proses pelatihan dan aktif mengajukan pertanyaan mengenai implementasi yang tepat. Sumini, kader kesehatan setempat, menyampaikan bahwa kegiatan ini bermanfaat bagi warga sehingga diharapkan dapat mengurangi kasus DBD. "Warga masyarakat mulai memperhatikan kebersihan pekarangannya, dan materi yang diberikan mudah dipahami. Saya akan membagikan pengetahuan ini kepada warga lain karena ovitrap ini dapat membantu masyarakat dalam mengatasi masalah DBD”.
 
 
Sebagai langkah lanjutan, akan dilakukan pemantauan dan evaluasi terhadap efektivitas ovitrap yang telah dipasang masyarakat. Para kader yang sudah dilatih akan bertugas mencatat dan melaporkan hasil observasi secara berkala. Data yang diperoleh akan digunakan untuk mengevaluasi dan mengembangkan strategi pengendalian DBD selanjutnya. Melalui program PkM-PU ini, Fakultas Farmasi USD berkontribusi dalam upaya pencegahan DBD di wilayah Gunung Kidul. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan peran aktif masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah penyebaran penyakit di area tempat tinggal mereka. (ED)

 back
Archive