Berita

Edukasi Pencegahan Penyakit Tidak Menular Bagi Mahasiswa Generasi “Z” Prodi Arsitektur Melalui Gerakan Jalan Kaki

Tue, 10 Jun 2025

Kemajuan ekonomi, teknologi, dan transportasi telah menjadi penyebab meningkatnya kecenderungan gaya hidup sedenteri (kurang gerak) di masyarakat. Salah satu kelompok orang yang memiliki gaya hidup sedenteri adalah kaum muda, yang sering disebut sebagai Generasi Z. Generasi ini memiliki kecenderungan menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar gawai tanpa melakukan aktivitas fisik yang cukup. Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah mahasiswa semester 3 dan 5 mahasiswa arsitektur, khususnya anggota Himpunan Mahasiswa (HIMA) prodi arsiterktur, di salah salah universitas swasta di Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya perwujudan Universal Apostolic Preferences (UAP) yang dihidupi oleh Universitas Sanata Dharma sebagai salah satu Universitas Yesuit di Indonesia, dimana salah satu sasaran dalam UAP adalah, yaitu “Menemani kaum muda menciptakan masa depan yang penuh harapan”.

 
Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 7 Juni 2025, bertempat di Prodi Arsitektur tempat para peserta menuntut ilmu. Tim pelaksana kegiatan pengabdian terdiri dari Dosen dan Mahasiswa yang diketuai oleh Dr. apt. Christine Patramurti, M.Si. dengan anggota apt. Christofori Maria Ratna Rini Nastiti, Ph.D. dan Dr. apt. Erna Triwulandari, M.Si.. Pada kegiatan ini juga melibatkan sembilan orang mahasiswa yang berperan dalam membantu persiapan dan pelaksanaan kegiatan.

 
Setiap peserta yang mengikuti kegiatan dilakukan pengukuran indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, dan tingkat gaya hidup sendenteri menggunakan kuisioner IPAQ. Kegiatan dimulai dengan melakukan pre test tentang gaya hidup sedenteri, pemaparan materi dan diskusi interaktif yang dipandu oleh Dr. apt. Christine Patramurti, M.Si. tentang risiko gaya hidup sedenteri terhadap penyakit tidak menular. Kegiatan diakhiri dengan pemberian pos test tentang materi yang sudah diberikan. Pada kesempatan ini juga diberikan apresiasai kepada peserta yang memiliki nilai METs paling tinggi, nilai pre test dan post paling tinggi, serta peserta yang aktif saat diskusi.

 
Kegiatan ini telah berhasil mengedukasi peserta kegiatan dan meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya mengurangi gaya hidup sendentari melalui aktivitas sederhana seperti berjalan kaki. Dampak lain yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peserta kegiatan dapat menularkan pengetahuan mereka kepada teman-teman serta mungkin orang tua mereka yang selama ini kurang memperhatikan risiko gaya hidup sedenteri terhadap penyakit tidak menular. (CHR)

 back
Archive