Berita
“MEMBELA SUARA DAN JERITAN WAJAH-WAJAH YANG TERPINGGIRKAN” Festival Teater Rakyat Perdikkati 2026
20 Agustus 2026

A. Apa dan mengapa diadakan Festival Teater Rakyat?
Teater rakyat bukanlah sekadar seni pertunjukan biasa. Ia adalah sebuah gerakan yang lahir dari rahim spiritualitas Injili dan dihidupkan oleh semangat untuk menggugat kemapanan demi terwujudnya Kerajaan Allah. Teater rakyat adalah medium komunikasi, alat pewartaan, dan cermin kehidupan umat yang memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Yesus sendiri, dalam pewartaan-Nya, menggunakan perumpamaan dan narasi yang menyentuh, menggugah, dan mengundang pendengar untuk berpikir dan memutuskan sendiri. Teater rakyat berfungsi sebagai perumpamaan modern: ia menyajikan masalah-masalah nyata yang dialami umat dalam bentuk seni, lalu mengundang penonton untuk merefleksikan dan mendiskusikannya. Ini berbeda dengan komunikasi vertikal yang menempatkan umat sebagai penerima pesan yang pasif.
Teater rakyat menyediakan ruang untuk berpikir dan berdialog, bukan sekadar seni pertunjukan. Teater rakyat juga merupakan bentuk pertanggungjawaban sebagai pewarta Injil terhadap realitas sosial. Atas dasar itulah Festival Teater Rakyat ini diselenggarakan. Festival ini bukan sekadar ajang pentas seni, melainkan sebuah ruang perjumpaan, refleksi, dan penguatan spiritualitas bagi para calon pewarta awam, biarawan-biarawati, dan imam yang kelak akan hadir di tengah-tengah umat. Melalui festival ini, para peserta diajak menghayati teater rakyat bukan sebagai keterampilan teknis semata, melainkan sebagai panggilan hidup: hidup demi sanyata dharma, mengabdi kebenaran.
Tujuan Festival Teater Rakyat Perdikkati ini adalah pertama menyediakan ruang ekspresi secara nasional bagi prodi-prodi yang terkait dengan pendidikan keagamaan Katolik atau teologi, sehingga dapat menambah nilai bagi kualitas prodi tersebut. Tujuan kedua adalah membangun sikap keberpihakan dengan menyuarakan keprihatinan yang dialami oleh sebagian kelompok masyarakat dalam bentuk seni teatrikal yang bersifat kerakyatan. Tujuan ketiga adalah menyiapkan para guru agama dan petugas pastoral yang berbakat dalam seni pertunjukan sebagai sarana pewartaan iman.
Selama puluhan tahun hingga tahun 2026, Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik, FKIP, Universitas Sanata Dharma setiap tahunnya menyelenggarakan pentas Teater Rakyat untuk umum sebagai puncak dari perkuliahan “Public Speaking dan Teater.” Atas pengalaman tersebut, Prodi Pendikkat - Universitas Sanata Dharma (USD) sebagai bagian dari PERDIKKATI (Perkumpulan Prodi Pendidikan Keagamaan Katolik Indonesia) dipercaya oleh PERDIKKATI untuk menjadi Panitia Penyelenggara FESTIVAL TEATER RAKYAT PERDIKKATI (FTR) 2026 tingkat nasional secara on line. Ketua Panitia yang ditunjuk oleh Prodi Pendikkat USD adalah Y.I. Iswarahadi SJ, dibantu oleh 4 mahasiswa Pendikkat-USD, yaitu Petronela Sulo (Sekretaris), Samuel Agil, Gloria Pangga Ate dan Wisnu Kristanto. FTR ini digelar dari tanggal 17 Maret s.d. 17 Agustus 2026.
Panitia FTR Rapat Rutin
B. Tema Kegiatan
Tema Festival Teater Rakyat Perdikkati 2026 adalah “Membela Jeritan Suara dan Wajah-wajah Yang Terpinggirkan.” Inspirasi tema adalah Surat Gembala Paus Leo XIV untuk Hari Komunikasi Sosial se-Dunia 2026. Cerita yang diangkat dalam pementasan harus sesuai dengan tema tersebut, berdasarkan hasil survai dalam masyarakat/kelompok tertentu dan berdasarkan analisis terhadap masalah yang ditemukan di sana. Proses pentas Teater Rakyat tersebut didokumentasikan secara baik dalam format video. Hasil rekaman disimpan dalam google drive dan link-nya dikirim kepada Panitia.
C. Peserta Kegiatan
Peserta Festival Teater Rakyat Perdikkati 2026 ini ditujukan bagi para mahasiswa dari semua Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik dan Pendidikan Teologi dari Perguruan Tinggi Katolik se-Indonesia. Untuk festival yang pertama ini lingkup pesertanya masih terbatas, yaitu Perguruan Tinggi Katolik saja, karena festival ini baru pertama kali diselenggarakan. Ada kemungkinan bahwa dalam tahun-tahun berikutnya, lingkup kepersertaannya dapat diperluas. Dari 18 lembaga Pendidikan Tinggi Katolik yang diundang hanya 5 lembaga yang berpartisipasi. Berikut ini daftar peserta dan karya teater mereka:
a. “MENGGEMAKAN SUARA KAUM TERPINGGIRKAN SAMBIL MERANGKUL BUMI”
(Prodi Pendidikan Teologi, Unika St. Paulus Ruteng)
Salah satu adegan dari
Tim Prodi Teologi Unika St Paulus Ruteng
b. “SUARA DALAM PIGURA”
(Prodi Pendidikan Keagamaan Katolik, Unika Weetebula)
Tim Teater PKK Unika Weetebula sedang berlatih
c. “SUARA DARI TANAH IBU: SEBUAH JERITAN KEADILAN”
(Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma)
Salah satu adegan Tim Fakultas Teologi USD
d. “BELAJAR APA HARI INI? MAKAN YANG KENYANG.”
(STKIP Widya Yuwana Madiun)
Tim STKIP Widya Yuwana Madiun
e. “SUARA DI SELA DENTING SENDOK”
(Prodi Pendikkat – Universitas Sanata Dharma)
Tim Pendikkat USD
D. Keputusan Dewan Juri
Dewan Juri Festival Teater Rakyat Perdikkati 2026 terdiri dari: F.X. Murti Hadi Wijayanto, S.J., S.S., M.F.A. (Praktisi Media Audio Visual, Pakar Perfilman, lulusan Sekolah Perfilman EICAR Paris, 2017); Emmanuel Cahyo Kristianto, S.S. (Praktisi Teater dan Perfilman), dan F.X. Tri Mulyono, S.Ag., M.Sn. (Katekis, Praktisi Teater Rakyat, Praktisi Media Audio Visual).
Dewan Juri & Ketua Panitia
Yang menjadi dasar pertimbangan/penilaian Dewan Juri salah satunya adalah TOR Festival Teater Rakyat Perdikkati 2026 yang dikirimkan kepada setiap anggota Perdikkati pada 17 Maret 2026. TOR tersebut sudah diperjelas dengan Zoom Meeting antara Panitia dan Peserta FTR pada 20 Juni 2026. Selain itu, Dewan Juri menilai naskah, pentas, dan rekaman video dengan memperhatikan unsur-unsur hakikinya.
Setelah membaca naskah dan menonton rekaman pentas serta membicarakannya dengan sungguh-sungguh dalam dua kali pertemuan, yaitu 21 Juli 2026 dan 4 Agustus 2026, Dewan Juri akhirnya mengambil keputusan sebagai berikut:
Juara 1 : “SUARA DALAM PIGURA”
(Prodi PKK, Unika Weetebula) dengan nilai total 246,5
Juara 2 : “BELAJAR APA HARI INI? MAKAN YANG KENYANG”
(STKIP Widya Yuwana Madiun) dengan nilai total 244,5
Juara 3 : “MENGGEMAKAN SUARA KAUM TERPINGGIRKAN, SAMBIL MERANGKUL BUMI”
(Prodi Pendidikan Teologi, Unika St. Paulus Ruteng) dengan nilai total 239,75.
Sebagai bentuk apresiasi, Panitia Penyelenggara memberikan sertifikat dan sumbangan pembinaan kepada para juara: Juara I sebesar Rp 10.000.000,- Juara II sebesar Rp 7.500.000,- dan Juara III sebesar Rp 5.000.000,- Sedangkan Prodi Pendikkat USD (Juara Harapan I) dan Fakultas Teologi USD (Juara Harapan II) hanya mendapatkan sertifikat. Semua mahasiswa yang terlibat dalam pentas dan kepanitiaan juga mendapatkan sertifikat. Berita lebih lengkap tentang peringkat pemenang Festival Teater Rakyat Perdikkati 2026 ini dapat dibaca melalui link berikut ini: https://web.usd.ac.id/fakultas/pendidikan/pendikkat/.
F. Ucapan Selamat dan Terimakasih
Pada akhir festival, Panitia Penyelenggara menyampaikan rasa tersimakasih atas partisipasi dari lembaga-lembaga tersebut di atas. Panitia Penyelenggara juga menyampaikan ucapan “Selamat” kepada para peserta yang memenangkan kejuaraan. Semoga prestasi ini mendorong untuk semakin menghidupkan “teater rakyat” di kampus masing-masing. Semoga para peserta yang belum meraih juara tetap semangat untuk meningkatkan kemampuan berteater.
Panitia Penyelenggara juga menyampaikan rasa terimakasih yang sedalam-dalamnya atas dukungan dari beberapa pihak: Romo Y. Wartaya Winangun SJ/Pastoran SJ Kampung Sawah KAJ, Romo P. Agoeng Nugroho Pr./Sekretariat Komsos KWI, Romo J.A. Hendra Sutedja SJ/Mitra Inigo Jakarta, SAV-LPPM/USD, Prodi Pendikkat-USD, Bp. David/Umat Paroki Kumetiran, dan Dewan Juri. Tak lupa, Panitia Penyelenggara mohon maaf atas hal-hal yang tidak berkenan selama penyelenggaraan Festival Teater Rakyat Perdikkati 2026 secara online ini. Semoga kita semua terus berupaya untuk berkreasi dalam mewartakan iman melalui jalan keindahan. (Peliput: Yoseph Ispuroyanto SJ) ***
KembaliTeater rakyat bukanlah sekadar seni pertunjukan biasa. Ia adalah sebuah gerakan yang lahir dari rahim spiritualitas Injili dan dihidupkan oleh semangat untuk menggugat kemapanan demi terwujudnya Kerajaan Allah. Teater rakyat adalah medium komunikasi, alat pewartaan, dan cermin kehidupan umat yang memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Yesus sendiri, dalam pewartaan-Nya, menggunakan perumpamaan dan narasi yang menyentuh, menggugah, dan mengundang pendengar untuk berpikir dan memutuskan sendiri. Teater rakyat berfungsi sebagai perumpamaan modern: ia menyajikan masalah-masalah nyata yang dialami umat dalam bentuk seni, lalu mengundang penonton untuk merefleksikan dan mendiskusikannya. Ini berbeda dengan komunikasi vertikal yang menempatkan umat sebagai penerima pesan yang pasif.
Teater rakyat menyediakan ruang untuk berpikir dan berdialog, bukan sekadar seni pertunjukan. Teater rakyat juga merupakan bentuk pertanggungjawaban sebagai pewarta Injil terhadap realitas sosial. Atas dasar itulah Festival Teater Rakyat ini diselenggarakan. Festival ini bukan sekadar ajang pentas seni, melainkan sebuah ruang perjumpaan, refleksi, dan penguatan spiritualitas bagi para calon pewarta awam, biarawan-biarawati, dan imam yang kelak akan hadir di tengah-tengah umat. Melalui festival ini, para peserta diajak menghayati teater rakyat bukan sebagai keterampilan teknis semata, melainkan sebagai panggilan hidup: hidup demi sanyata dharma, mengabdi kebenaran.
Tujuan Festival Teater Rakyat Perdikkati ini adalah pertama menyediakan ruang ekspresi secara nasional bagi prodi-prodi yang terkait dengan pendidikan keagamaan Katolik atau teologi, sehingga dapat menambah nilai bagi kualitas prodi tersebut. Tujuan kedua adalah membangun sikap keberpihakan dengan menyuarakan keprihatinan yang dialami oleh sebagian kelompok masyarakat dalam bentuk seni teatrikal yang bersifat kerakyatan. Tujuan ketiga adalah menyiapkan para guru agama dan petugas pastoral yang berbakat dalam seni pertunjukan sebagai sarana pewartaan iman.
Selama puluhan tahun hingga tahun 2026, Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik, FKIP, Universitas Sanata Dharma setiap tahunnya menyelenggarakan pentas Teater Rakyat untuk umum sebagai puncak dari perkuliahan “Public Speaking dan Teater.” Atas pengalaman tersebut, Prodi Pendikkat - Universitas Sanata Dharma (USD) sebagai bagian dari PERDIKKATI (Perkumpulan Prodi Pendidikan Keagamaan Katolik Indonesia) dipercaya oleh PERDIKKATI untuk menjadi Panitia Penyelenggara FESTIVAL TEATER RAKYAT PERDIKKATI (FTR) 2026 tingkat nasional secara on line. Ketua Panitia yang ditunjuk oleh Prodi Pendikkat USD adalah Y.I. Iswarahadi SJ, dibantu oleh 4 mahasiswa Pendikkat-USD, yaitu Petronela Sulo (Sekretaris), Samuel Agil, Gloria Pangga Ate dan Wisnu Kristanto. FTR ini digelar dari tanggal 17 Maret s.d. 17 Agustus 2026.
Panitia FTR Rapat Rutin
B. Tema Kegiatan
Tema Festival Teater Rakyat Perdikkati 2026 adalah “Membela Jeritan Suara dan Wajah-wajah Yang Terpinggirkan.” Inspirasi tema adalah Surat Gembala Paus Leo XIV untuk Hari Komunikasi Sosial se-Dunia 2026. Cerita yang diangkat dalam pementasan harus sesuai dengan tema tersebut, berdasarkan hasil survai dalam masyarakat/kelompok tertentu dan berdasarkan analisis terhadap masalah yang ditemukan di sana. Proses pentas Teater Rakyat tersebut didokumentasikan secara baik dalam format video. Hasil rekaman disimpan dalam google drive dan link-nya dikirim kepada Panitia.
C. Peserta Kegiatan
Peserta Festival Teater Rakyat Perdikkati 2026 ini ditujukan bagi para mahasiswa dari semua Program Studi Pendidikan Keagamaan Katolik dan Pendidikan Teologi dari Perguruan Tinggi Katolik se-Indonesia. Untuk festival yang pertama ini lingkup pesertanya masih terbatas, yaitu Perguruan Tinggi Katolik saja, karena festival ini baru pertama kali diselenggarakan. Ada kemungkinan bahwa dalam tahun-tahun berikutnya, lingkup kepersertaannya dapat diperluas. Dari 18 lembaga Pendidikan Tinggi Katolik yang diundang hanya 5 lembaga yang berpartisipasi. Berikut ini daftar peserta dan karya teater mereka:
a. “MENGGEMAKAN SUARA KAUM TERPINGGIRKAN SAMBIL MERANGKUL BUMI”
(Prodi Pendidikan Teologi, Unika St. Paulus Ruteng)
Salah satu adegan dari
Tim Prodi Teologi Unika St Paulus Ruteng
b. “SUARA DALAM PIGURA”
(Prodi Pendidikan Keagamaan Katolik, Unika Weetebula)
Tim Teater PKK Unika Weetebula sedang berlatih
c. “SUARA DARI TANAH IBU: SEBUAH JERITAN KEADILAN”
(Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma)
Salah satu adegan Tim Fakultas Teologi USD
d. “BELAJAR APA HARI INI? MAKAN YANG KENYANG.”
(STKIP Widya Yuwana Madiun)
Tim STKIP Widya Yuwana Madiun
e. “SUARA DI SELA DENTING SENDOK”
(Prodi Pendikkat – Universitas Sanata Dharma)
Tim Pendikkat USD
D. Keputusan Dewan Juri
Dewan Juri Festival Teater Rakyat Perdikkati 2026 terdiri dari: F.X. Murti Hadi Wijayanto, S.J., S.S., M.F.A. (Praktisi Media Audio Visual, Pakar Perfilman, lulusan Sekolah Perfilman EICAR Paris, 2017); Emmanuel Cahyo Kristianto, S.S. (Praktisi Teater dan Perfilman), dan F.X. Tri Mulyono, S.Ag., M.Sn. (Katekis, Praktisi Teater Rakyat, Praktisi Media Audio Visual).
Dewan Juri & Ketua Panitia
Yang menjadi dasar pertimbangan/penilaian Dewan Juri salah satunya adalah TOR Festival Teater Rakyat Perdikkati 2026 yang dikirimkan kepada setiap anggota Perdikkati pada 17 Maret 2026. TOR tersebut sudah diperjelas dengan Zoom Meeting antara Panitia dan Peserta FTR pada 20 Juni 2026. Selain itu, Dewan Juri menilai naskah, pentas, dan rekaman video dengan memperhatikan unsur-unsur hakikinya.
Setelah membaca naskah dan menonton rekaman pentas serta membicarakannya dengan sungguh-sungguh dalam dua kali pertemuan, yaitu 21 Juli 2026 dan 4 Agustus 2026, Dewan Juri akhirnya mengambil keputusan sebagai berikut:
Juara 1 : “SUARA DALAM PIGURA”
(Prodi PKK, Unika Weetebula) dengan nilai total 246,5
Juara 2 : “BELAJAR APA HARI INI? MAKAN YANG KENYANG”
(STKIP Widya Yuwana Madiun) dengan nilai total 244,5
Juara 3 : “MENGGEMAKAN SUARA KAUM TERPINGGIRKAN, SAMBIL MERANGKUL BUMI”
(Prodi Pendidikan Teologi, Unika St. Paulus Ruteng) dengan nilai total 239,75.
Sebagai bentuk apresiasi, Panitia Penyelenggara memberikan sertifikat dan sumbangan pembinaan kepada para juara: Juara I sebesar Rp 10.000.000,- Juara II sebesar Rp 7.500.000,- dan Juara III sebesar Rp 5.000.000,- Sedangkan Prodi Pendikkat USD (Juara Harapan I) dan Fakultas Teologi USD (Juara Harapan II) hanya mendapatkan sertifikat. Semua mahasiswa yang terlibat dalam pentas dan kepanitiaan juga mendapatkan sertifikat. Berita lebih lengkap tentang peringkat pemenang Festival Teater Rakyat Perdikkati 2026 ini dapat dibaca melalui link berikut ini: https://web.usd.ac.id/fakultas/pendidikan/pendikkat/.
F. Ucapan Selamat dan Terimakasih
Pada akhir festival, Panitia Penyelenggara menyampaikan rasa tersimakasih atas partisipasi dari lembaga-lembaga tersebut di atas. Panitia Penyelenggara juga menyampaikan ucapan “Selamat” kepada para peserta yang memenangkan kejuaraan. Semoga prestasi ini mendorong untuk semakin menghidupkan “teater rakyat” di kampus masing-masing. Semoga para peserta yang belum meraih juara tetap semangat untuk meningkatkan kemampuan berteater.
Panitia Penyelenggara juga menyampaikan rasa terimakasih yang sedalam-dalamnya atas dukungan dari beberapa pihak: Romo Y. Wartaya Winangun SJ/Pastoran SJ Kampung Sawah KAJ, Romo P. Agoeng Nugroho Pr./Sekretariat Komsos KWI, Romo J.A. Hendra Sutedja SJ/Mitra Inigo Jakarta, SAV-LPPM/USD, Prodi Pendikkat-USD, Bp. David/Umat Paroki Kumetiran, dan Dewan Juri. Tak lupa, Panitia Penyelenggara mohon maaf atas hal-hal yang tidak berkenan selama penyelenggaraan Festival Teater Rakyat Perdikkati 2026 secara online ini. Semoga kita semua terus berupaya untuk berkreasi dalam mewartakan iman melalui jalan keindahan. (Peliput: Yoseph Ispuroyanto SJ) ***
- PEMBINAAN SPIRITUALITAS Mahasiswa Pendikkat Semester V – Universitas Sanata Dharma Nobar dan Diskusi Film “BLDTR”
- Membaca Kebijaksanaan Kitab Suci di Tengah Tantangan Zaman: Pengabdian Bernadus Dirgaprimawan, S.J. di Loyola School of Theology
- Sambut Tahun Ajaran Baru, SDU Press Gelar Pameran Buku "Inquisitive 2026: Unlock Your Next Chapter”
- MEDIA DAN SPIRITUALITAS Nobar dan Diskusi Film “Bunga Lily di Taman Revolusi” Di Studio Audio Visual – Universitas Sanata Dharma
- “MEMBELA SUARA DAN JERITAN WAJAH-WAJAH YANG TERPINGGIRKAN” Festival Teater Rakyat Perdikkati 2026
- Upaya Pemberdayaan Desa Wisata Blue Lagoon, Menyelamatkan Surga Tersembunyi.
- Wujud Kepedulian kepada KLMTD, Paroki Minomartani Salurkan Berbagai Bantuan
- Pendampingan Penyesuaian dan Pengembangan Instrumen Tracer Study dan Instrumen E-Survey di Universitas Islam Negeri Raden Fatah, Palembang
- Olimpiade SD Kembali Menyapa Muara Wahau: Kolaborasi Universitas Sanata Dharma dan PT DSN Group
- Serah Terima Jabatan Pejabat Struktural LPPM, P2B, dan Sentra HKI: Menguatkan Komitmen Kolaborasi untuk Riset dan Pengabdian yang Berdampak