Berita
Upaya Pemberdayaan Desa Wisata Blue Lagoon, Menyelamatkan Surga Tersembunyi.
19 Agustus 2026

Kolam air alami dengan berwarna hijau kebiruan, dikelilingi rimbunnya pepohonan, tersembunyi di antara perbukitan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Warna air yang begitu memikat mengingatkan pengunjung pada film klasik "Blue Lagoon". Dari situlah nama Desa Wisata Blue Lagoon lahir, dan dari situ pula sebuah kisah sukses pemberdayaan masyarakat berbasis pariwisata dimulai. Program ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat tahun 2026 hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Aktivitas utama di Blue Lagoon adalah berenang di kolam air alami yang merupakan aliran dari Sungai Tepus, bersumber dari tiga mata air: Sendang Wadon, Belik Kluwih, dan Sendang Lanang. Sungai ini berhulu di lereng Gunung Merapi, sehingga ketika hujan deras turun di kawasan hulu, dampaknya bisa langsung dirasakan di kolam, bahkan ketika langit di atas Blue Lagoon sendiri sedang cerah tanpa hujan setetes pun. Hal inilah yang membuat wisata alam ini rentan terhadap ancaman hidrometeorologi. Persoalan lain juga menghadang dari sisi ekonomi. Mayoritas wisatawan hanya membayar retribusi masuk sebesar Rp10.000, angka yang jauh dari kata cukup untuk mendorong kesejahteraan masyarakat secara signifikan. Belum lagi kapasitas manajerial pengelola desa wisata dan strategi pemasaran digital yang masih perlu banyak pembenahan agar mampu bersaing di industri pariwisata yang semakin kompetitif.
Menjawab tantangan tersebut, terobosan menarik tercipta dari program ini adalah penerapan teknologi Early Warning System (EWS) banjir sungai. Sebuah sensor tinggi muka air akan dipasang di titik strategis sungai sebelum aliran masuk ke kolam wisata. Ketika ketinggian air melewati ambang batas yang ditentukan, sistem secara otomatis akan mengaktifkan sirene berkekuatan lebih dari 105 desibel dan lampu strobo LED merah, menjangkau radius sekitar 200 hingga 300 meter untuk memperingatkan wisatawan agar segera mengungsi. Sistem ini dirancang bekerja secara offline first, sehingga tetap andal meski jaringan komunikasi di kawasan tersebut tidak stabil.

Selain persoalan keselamatan, penguatan kelembagaan turut menjadi prioritas peneliti. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan pengurus desa wisata dibekali pelatihan manajemen, mulai dari personalia, operasional, keuangan, hingga kepemimpinan, agar organisasi ini benar-benar siap mengelola desa wisata secara profesional dan berkelanjutan. Di sisi pemasaran, program ini juga mendorong optimalisasi media sosial, khususnya Instagram, serta membangun jejaring dengan akun-akun pariwisata resmi di DIY seperti Visiting Jogja dan Dinas Pariwisata Sleman, sekaligus menjalin kerja sama dengan biro perjalanan wisata agar desa wisata Blue Lagoon semakin dikenal luas, baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kisah desa wisata Blue Lagoon adalah potret kecil dari desa-desa wisata lain di Indonesia, kaya potensi, namun rentan tanpa perlindungan dan pengelolaan yang tepat. Program pemberdayaan berbasis kemitraan seperti ini menunjukkan bahwa pembangunan pariwisata yang berkelanjutan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan sinergi antara masyarakat, pemerintah kalurahan, dinas terkait, dan perguruan tinggi, agar keindahan alam yang menjadi berkah sekaligus bisa dijaga dari potensi bencana yang mengintai dari hulu sungai.
- PEMBINAAN SPIRITUALITAS Mahasiswa Pendikkat Semester V – Universitas Sanata Dharma Nobar dan Diskusi Film “BLDTR”
- Membaca Kebijaksanaan Kitab Suci di Tengah Tantangan Zaman: Pengabdian Bernadus Dirgaprimawan, S.J. di Loyola School of Theology
- Sambut Tahun Ajaran Baru, SDU Press Gelar Pameran Buku "Inquisitive 2026: Unlock Your Next Chapter”
- MEDIA DAN SPIRITUALITAS Nobar dan Diskusi Film “Bunga Lily di Taman Revolusi” Di Studio Audio Visual – Universitas Sanata Dharma
- “MEMBELA SUARA DAN JERITAN WAJAH-WAJAH YANG TERPINGGIRKAN” Festival Teater Rakyat Perdikkati 2026
- Upaya Pemberdayaan Desa Wisata Blue Lagoon, Menyelamatkan Surga Tersembunyi.
- Wujud Kepedulian kepada KLMTD, Paroki Minomartani Salurkan Berbagai Bantuan
- Pendampingan Penyesuaian dan Pengembangan Instrumen Tracer Study dan Instrumen E-Survey di Universitas Islam Negeri Raden Fatah, Palembang
- Olimpiade SD Kembali Menyapa Muara Wahau: Kolaborasi Universitas Sanata Dharma dan PT DSN Group
- Serah Terima Jabatan Pejabat Struktural LPPM, P2B, dan Sentra HKI: Menguatkan Komitmen Kolaborasi untuk Riset dan Pengabdian yang Berdampak