Berita
Pelestarian Warisan Gerabah melalui Museum Mini, USD Perkuat Desa Wisata Siti Rejeki
29 Juli 2026
Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta terus memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang melibatkan dosen dan mahasiswa. Salah satu program yang dilaksanakan adalah “Penguatan Desa Wisata Gerabah Siti Rejeki Panjangrejo melalui Pengembangan Museum Mini Gerabah Berbasis Kearifan Lokal.”
Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Wisata Gerabah Siti Rejeki, Dusun Jetis, Kalurahan Panjangrejo, Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program tersebut diketuai oleh Drs. Rubiyatno, M.M., dosen Universitas Sanata Dharma, dengan melibatkan 3 dosen dan mahasiswa dalam proses pendampingan dan pengembangan potensi wisata berbasis masyarakat.
Pengembangan museum mini gerabah menjadi salah satu strategi untuk memperkuat identitas Desa Wisata Gerabah Siti Rejeki sekaligus melestarikan sejarah, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat dalam menghasilkan karya gerabah. Museum mini ini diharapkan dapat menjadi ruang edukasi bagi wisatawan, pelajar, generasi muda, serta masyarakat umum untuk mengenal lebih dekat perjalanan tradisi gerabah yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Panjangrejo.
Melalui program ini, berbagai potensi lokal, termasuk sejarah perkembangan gerabah, peralatan tradisional, serta hasil karya para pengrajin, diarahkan untuk dapat dikemas menjadi daya tarik wisata yang edukatif dan bernilai ekonomi. Konsep pengembangan museum juga menempatkan kearifan lokal dan keterlibatan masyarakat sebagai bagian penting dalam pengelolaan desa wisata.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Drs. Rubiyatno, M.M., menyampaikan bahwa pengembangan museum mini tidak hanya berorientasi pada pembangunan sebuah ruang pamer, tetapi juga pada penguatan identitas dan keberlanjutan desa wisata.

“Gerabah bukan hanya produk kerajinan, tetapi juga bagian dari sejarah dan identitas masyarakat Panjangrejo. Karena itu, museum mini ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk mendokumentasikan, mengenalkan, dan mewariskan pengetahuan tentang gerabah kepada generasi berikutnya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, pengelola desa wisata, pengrajin, tokoh masyarakat, dan warga menjadi kunci penting dalam pengembangan Desa Wisata Gerabah Siti Rejeki. Pendekatan partisipatif diharapkan dapat memastikan bahwa pengembangan wisata tetap berakar pada potensi dan kebutuhan masyarakat setempat.
Sementara itu, Rasyid, tokoh Desa Wisata Gerabah Siti Rejeki, menyambut baik pendampingan yang dilakukan oleh Universitas Sanata Dharma. Menurutnya, keberadaan museum mini dapat menjadi langkah penting untuk memperkenalkan sejarah dan potensi gerabah Panjangrejo kepada masyarakat yang lebih luas.
![]() |
“Kami sangat menyambut baik adanya program pengembangan museum mini gerabah ini. Selama ini masyarakat memiliki banyak cerita, pengalaman, dan peninggalan yang berkaitan dengan gerabah, tetapi belum semuanya terdokumentasikan dan dapat dilihat oleh wisatawan. Dengan adanya museum mini, kami berharap sejarah gerabah di Siti Rejeki dapat dikenal oleh generasi muda dan para pengunjung,” ujar Rasyid.
Rasyid juga berharap pengembangan museum mini dapat memperkuat daya tarik Desa Wisata Gerabah Siti Rejeki. “Kami berharap museum ini tidak hanya menjadi tempat menyimpan benda-benda lama, tetapi juga menjadi tempat belajar dan mengenal proses pembuatan gerabah. Dengan demikian, wisatawan dapat memperoleh pengalaman yang lebih lengkap ketika berkunjung ke Desa Wisata Gerabah Siti Rejeki,” tambahnya.
Kegiatan pengabdian ini menjadi bagian dari upaya Universitas Sanata Dharma untuk berkontribusi dalam pengembangan masyarakat berbasis potensi lokal. Sebelumnya, Panjangrejo juga telah dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi kerajinan gerabah dan keramik yang kuat. Penguatan potensi tersebut melalui inovasi wisata edukasi dan pelestarian budaya diharapkan dapat meningkatkan daya saing desa wisata sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Kembali- PEMBINAAN SPIRITUALITAS Mahasiswa Pendikkat Semester V – Universitas Sanata Dharma Nobar dan Diskusi Film “BLDTR”
- Membaca Kebijaksanaan Kitab Suci di Tengah Tantangan Zaman: Pengabdian Bernadus Dirgaprimawan, S.J. di Loyola School of Theology
- Sambut Tahun Ajaran Baru, SDU Press Gelar Pameran Buku "Inquisitive 2026: Unlock Your Next Chapter”
- MEDIA DAN SPIRITUALITAS Nobar dan Diskusi Film “Bunga Lily di Taman Revolusi” Di Studio Audio Visual – Universitas Sanata Dharma
- “MEMBELA SUARA DAN JERITAN WAJAH-WAJAH YANG TERPINGGIRKAN” Festival Teater Rakyat Perdikkati 2026
- Upaya Pemberdayaan Desa Wisata Blue Lagoon, Menyelamatkan Surga Tersembunyi.
- Wujud Kepedulian kepada KLMTD, Paroki Minomartani Salurkan Berbagai Bantuan
- Pendampingan Penyesuaian dan Pengembangan Instrumen Tracer Study dan Instrumen E-Survey di Universitas Islam Negeri Raden Fatah, Palembang
- Olimpiade SD Kembali Menyapa Muara Wahau: Kolaborasi Universitas Sanata Dharma dan PT DSN Group
- Serah Terima Jabatan Pejabat Struktural LPPM, P2B, dan Sentra HKI: Menguatkan Komitmen Kolaborasi untuk Riset dan Pengabdian yang Berdampak
