Berita
Tim PkM USD dan UAJY Bekali Pemuda Desa Lowungu Semangat Berwirausaha dan Penyusunan Business Model Canvas
15 Juli 2026

TEMANGGUNG — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta, bersama Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), kembali menggelar pertemuan kedua pelatihan bagi generasi muda Desa Lowungu, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada Rabu (15/7/2026). Bertempat di Desa Lowungu dan berlangsung sejak pukul 13.00 WIB, pertemuan kali ini mengusung topik kewirausahaan dan menyasar pemuda-pemudi desa yang telah mengikuti pertemuan pertama mengenai literasi keuangan.
Pertemuan kedua ini merupakan kelanjutan dari rangkaian program PkM bertajuk “Peningkatan Spirit Kewirausahaan dan Literasi Keuangan Generasi Muda Menuju Smart Economy Masyarakat Pedesaan Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung”. Jika pertemuan pertama membekali peserta dengan dasar-dasar literasi keuangan, berupa pencatatan dan pengelolaan keuangan usaha, pertemuan kedua ini difokuskan pada penguatan pola pikir dan karakter kewirausahaan, sekaligus memperkenalkan alat perencanaan bisnis sederhana agar semangat berwirausaha peserta tidak berhenti pada niat, melainkan terwujud dalam langkah nyata yang terstruktur.
Acara dibuka dengan sambutan Ketua Tim PkM, Aprilla Suriesto Madaun, S.S., M.M. Beliau menyampaikan apresiasi atas antusiasme pemuda-pemudi desa yang kembali hadir mengikuti rangkaian pelatihan, serta berharap program ini dapat menumbuhkan generasi muda desa yang berani memulai usaha sendiri.
Memasuki sesi inti, materi “Menjadi Wirausahawan Muda yang Berdampak” disampaikan oleh narasumber dosen dari UAJY, yakni Michael Reskiantio Pabubung, S.S., M.Fil. Sesi diawali dengan mematahkan anggapan keliru bahwa berwirausaha membutuhkan modal besar, pendidikan tinggi, atau berasal dari keluarga kaya. Peserta diajak memahami bahwa wirausaha tidak sebatas berdagang atau membuka toko besar, melainkan juga mencakup petani yang berinovasi, peternak yang meningkatkan nilai hasil ternaknya, hingga anak muda yang memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk.
Peserta juga diajak mengenali penghambat utama untuk memulai usaha yang seringkali datang dari diri sendiri, seperti rasa takut gagal, gengsi, dan anggapan belum memiliki modal, serta memahami lima karakter penting seorang wirausahawan: jujur, disiplin, mau belajar, pantang menyerah, dan bertanggung jawab. Sesi ini ditutup dengan penekanan pada tiga hal yang perlu diingat peserta dalam menciptakan masa depan usahanya: melihat peluang di sekitar, berani memulai dari langkah kecil, dan memastikan usaha yang dijalankan turut memberi dampak bagi sesama.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi Business Model Canvas (BMC) oleh Ketua Tim PkM, Aprilla Suriesto Madaun, S.S., M.M. Peserta diperkenalkan pada BMC sebagai satu lembar peta usaha yang menggambarkan bagaimana sebuah usaha menciptakan nilai, menyampaikannya kepada pelanggan, hingga menghasilkan keuntungan. Contoh nyata pemetaan usaha “Kopi Bejen” milik seorang pemuda Desa Lowungu turut ditampilkan untuk memudahkan peserta memahami penerapan kanvas ini pada usaha berbasis potensi lokal Selanjutnya, peserta didampingi untuk membuat BMC usahanya sendiri.
![]() |
![]() |
Suasana pelatihan kewirausahaan dan pembuatan business model canvas bagi generasi muda Desa Lowungu, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung.
Materi BMC kemudian ditindaklanjuti dengan dua sesi praktik yang dipandu Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) USD. Jessica membawakan sesi praktik menghitung harga pokok produksi (HPP), di mana peserta berlatih langsung menggunakan lembar kerja yang telah dibagikan untuk menghitung biaya produksi usahanya masing-masing—memperkuat blok Cost Structure dan Revenue Streams pada kanvas yang telah mereka susun. Sesi dilanjutkan oleh Rival yang membawakan praktik design digital marketing, mengajak peserta menyusun materi promosi sederhana untuk produk mereka guna memperluas jangkauan pemasaran, sejalan dengan prinsip yang ditekankan sepanjang sesi: usaha yang bertahan adalah usaha yang menjawab kebutuhan orang, bukan usaha yang berhenti pada keinginan menjual semata.
Rangkaian pertemuan kedua ini menjadi kelanjutan dari komitmen Tim PkM USD dan UAJY dalam mendampingi generasi muda Desa Lowungu, Kecamatan Bejen, agar dapat memadukan pemahaman literasi keuangan yang telah diperoleh pada pertemuan sebelumnya dengan semangat dan perencanaan kewirausahaan yang lebih terstruktur. Tim PkM berharap kombinasi keduanya dapat menjadi bekal nyata bagi pemuda desa dalam mengelola potensi lokal Bejen menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
(ASM/FBE) Kembali
- PEMBINAAN SPIRITUALITAS Mahasiswa Pendikkat Semester V – Universitas Sanata Dharma Nobar dan Diskusi Film “BLDTR”
- Membaca Kebijaksanaan Kitab Suci di Tengah Tantangan Zaman: Pengabdian Bernadus Dirgaprimawan, S.J. di Loyola School of Theology
- Sambut Tahun Ajaran Baru, SDU Press Gelar Pameran Buku "Inquisitive 2026: Unlock Your Next Chapter”
- MEDIA DAN SPIRITUALITAS Nobar dan Diskusi Film “Bunga Lily di Taman Revolusi” Di Studio Audio Visual – Universitas Sanata Dharma
- “MEMBELA SUARA DAN JERITAN WAJAH-WAJAH YANG TERPINGGIRKAN” Festival Teater Rakyat Perdikkati 2026
- Upaya Pemberdayaan Desa Wisata Blue Lagoon, Menyelamatkan Surga Tersembunyi.
- Wujud Kepedulian kepada KLMTD, Paroki Minomartani Salurkan Berbagai Bantuan
- Pendampingan Penyesuaian dan Pengembangan Instrumen Tracer Study dan Instrumen E-Survey di Universitas Islam Negeri Raden Fatah, Palembang
- Olimpiade SD Kembali Menyapa Muara Wahau: Kolaborasi Universitas Sanata Dharma dan PT DSN Group
- Serah Terima Jabatan Pejabat Struktural LPPM, P2B, dan Sentra HKI: Menguatkan Komitmen Kolaborasi untuk Riset dan Pengabdian yang Berdampak
.jpg)
